2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 89


Liu Wei membelalakan mata nya melihat Xin Quan yang dengan begitu mudah nya membunuh kelima anggota keluarganya hanya dengan satu kedipan mata.


Dia benar-benar tak menduga sama sekali jika saat ini dirinya tengah membangunkan iblis yang sedang tertidu.


Perlahan-lahan Liu Wei pun memundurkan langkah nya dan berniat untuk kabur, namun baru saja dia berbalik, Xin Quan kembali memuntahkan serangan mental untuk nya.


"Apa kau pikir bisa pergi begitu saja setelah membangunkan iblis dalam diriku? Bahkan kematian kalian semua hanyalah hidangan pembuka untuk ku" ucap nya sambil menunjukan senyum yang haus darah.


Semua orang dibuat bergidik ngeri melihat kemampuan dan juga kecermatan Xin Quan dalam menyerang, mereka bahkan belum pernah melihat seorang pembunuh membawa linggis untuk melubangi jantung mangsa nya.


"Akh.. Sepertinya senjata ini terlalu berat, mari kita gunakan saja palu kecil kesayangan ku ini, lagi pula kalau hanya untuk membongkar kepala kalian yang lembut, aku tak butuh senjata yang terlalu besar dan menyusahkan seperti ini" ucap Xin Quan sambil mengelus palu kesayangannya.


Semua orang di buat terkejut mendengar ucapan Xin Quan yang terkesan dingin dan juga sangat mengintimidasi, apalagi kini aura di sekitar mereka pun berubah menjadi lebih dingin.


Bangsawan Liu segera saja menyuruh para prajurit nya untuk membunuh Xin Quan, dia sangat yakin jika wanita iblis yang saat ini ada di hadapan nya itu tak akan bisa meloloskan diri dari kepungan para prajurit nya yang berjumlah 500 orang.


Tidak tahu saja dia jika sejak tadi para prajurit itu telah mati satu persatu dengantubuh yang terbelah atau pun kepala yang terpenggal.


Yuan Jicheng dengan senang hati menghabisi para prajurit itu dan menyisakan sedikit untuk di jadikan mainan istrinya.


Oh.. Sungguh suami yang sangat dermawan dan juga sangat pengertian.


Hiyaaa...


Teriakan para prajurit menggema dari kediaman bangsawan Liu, pedang teracung di tangan para prajurit itu dan bersiap untuk membantai Xin Quan.


Trang....


Trang...


Trang....


Pedang para prajurit pun beradu dengan pedang milik Xin Quan, siapa yang menyangka jika gadis itu akan menangkis semua serangan yang di arahkan padanya dan langsung melakukan gerakan memutar...


Prang...


Prang...


Prang....


Beberapa pedang para prajurit itu terjatuh ke tanah, karena Xin Quan dengan santainya menebas satu persatu tangan yang memegang pedang itu, bahkan dengan tanpa berperasaan, Xin Quan juga menyumpal mulut mereka dengan paku payung dan juga racun buatan nya.


Para prajurit itu pun terjatuh, mata mereka melotot dengan sempurna saat merasakan bagian yang tajam dari paku payung itu merobek usus dan juga tenggorokan mereka.


Bahkan para prajurit yang di cekoki racun oleh Xin Quan langsung mati dengan tubuh membiru dan busa putih yang keluar dari sudut bibir mereka.


"Hahaha... Sepertinya kalian begitu menyukai racun dan juga paku payungku" ucap Xin Quan sambil menyeringai dan segera mengambil obeng milik nya dan menusuk mata salah satu prajurit kemudian kembali menarik nya dengan kasar, hingga bola mata itu ikut dengan obeng yang di pegang Xin Quan.


"Aaargh..." teriak prajurit yang di congkel matanya sambil menutup bekas congkelan Xin Quan dengan tangannya.


"ternyata mencongkel mata manusia itu cukup menyenangkan" ucap nya sambil menunjukkan bola mata itu pada semua orang.


Tak lama, Xin Quan pun segera mengambil palu nya dan langsung memukul kepala semua prajurit itu dengan sangat brutal.


Brak...


Brak...


Brak...


Puluhan prajurit terkapar mati dengan keadaan kepala yang bocor dan terbelah.


Prajurit yang lain pun mulai mundur melihat betapa sadis nya Xin Quan membantai teman-teman nya.


Mereka masih sayang nyawa dan tak ingin mati konyol seperti teman-teman nya.


Bangsawan Liu menatap horor pada Xin Quan, keberanian nya tiba-tiba menghilang entah kemana saat melihat betapa brutal nya gadis itu saat menyerang.


Dia pun sempat melirik Liu Wei penuh peringatan, bagaimana tidak? Liu Wei lah yang meminta sang ayah untuk membunuh Xin Quan, dan Liu Wei jugalah yang mengatakan jika Xin Quan hanyalah gadis manja yang bodoh dan sangat lemah.


Hingga akhirnya bangsawan Liu pun bersedia membantu putrinya untuk menyerang Xin Quan.


Siapa yang menyangka jika saat ini takdir buruk berbalik pada mereka semua, Xin Quan bahkan mendatangi kediaman mereka seorang diri dan membantai semua prajurit perbatasan tanpa ampun dan tanpa belas kasih.


Xin Quan memiringkan kepalanya sambil menatap tajam pada seluruh keluarga bangsawan Liu dan juga para prajurit nya, dia pun segera menunjuk mereka satu persatu.


"Jadi.. Siapa selanjutnya dari kalian yang ingin berkenalan dengan senjata kecil ku ini?" ucap nya sambil melemparkan obeng yang ujung besinya masih menempel pada bola mata prajurit yang tadi di congkel nya.


Semua orang pun mundur tak ada yang berani berhadapan dengan Xin Quan, dalam hati mereka saat ini mengutuk Liu Wei yang telah membohongi mereka dan memunculkan iblis betina berwujud manusia seperti yang ada di hadapan mereka.


Xin Quan nampak nya tak puas melihat mereka semua mundur, dia pun mengerucutkan bibir nya sambil memanggil Yuan Jicheng yang saat itu sedang duduk santai di atas atap sambil memperhatikan istrinya bersenang-senang.


"Suamiku.. Lihatlah.. Mereka semua ingin kabur" ucap Xin Quan manja sambil menghentak-hentakkan kaki nya seperti anak kecil.


Tap...


Seorang pemuda berpakaian serba hitam melompat dari atap dan langsung mendarat tepat di hadapan semua orang yang kala itu ingin melarikan diri.


"Berani sekali kalian membuat istri kesayanganku itu marah dan tak puas hati" teriak Yuan Jicheng sambil mendorong satu persatu prajurit itu ke arah Xin Quan.


Brak...


Brak...


Brak...


Dengan cepat, Xin Quan pun langsung menghantamkan palu nya pada kepala para prajurit yang di dorong oleh suami nya itu ke arah nya, bahkan saat ini Xin Quan menginjak mayat-mayat itu seolah sedang berada di tempat tidur.


Melihat istrinya yang begitu bahagia, Yuan Jicheng semakin bersemangat untuk mengejar satu persatu orang yang melarikan diri dan melemparkannya untuk di jadikan mainan Xin Quan.


Dia tak perduli siapa pun yang dia tarik dan dia dorong, asalkan istrinya itu senang, Yuan Jicheng bersedia memberikan seluruh kepala orang-orang itu untuk menjadi mainan istri nya.


"Suamiku... Kau sangat hebat!" teriak Xin Quan


Yuan Jicheng pun tertawa melihat kelakuan istrinya yang sudah lebih pantas di sebut iblis dari pada manusia itu, bagaimana tidak? Seluruh wajah dan juga pakaian Xin Quan telah penuh dengan darah dari para prajurit kediaman bangsawan Liu.


"Dan kau terlihat semakin cantik dan juga menggemaskan istriku" ucap Yuan Jicheng memuji penampilan istrinya.


Semua orang hampir saja muntah darah mendengar pujian Yuan Jicheng pada Xin Quan, mereka menggelengkan kepala tanda tak berdaya.


Pantas saja Yuan Jicheng lebih memilih Xin Quan menjadi istrinya di bandingkan Liu Wei, ternyata jiwa iblis dari keduanya itu benar-benar sangat serasi, sama-sama kejam dan juga tak berperasaan