2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 73


"Sial.. Siapa mereka?" ucap kaisar Xin sambil mengeram marah.


Para prajurit telah bersiap menunggu perintah dengan pedang yang telah betengger apik di tangan kanan mereka.


"Kalian semua.. Serahkan putri Xin Quan pada kami dan kalian bisa melanjutkan perjalanan kalian kembali" teriak seseorang yang di duga sebagai ketua dari pasukan yang kini menghadang rombongan kaisar Xin.


Mendengar nama putri nya di sebut, kaisar Xin segera keluar dari kereta nya dan berjalan menuju ke depan para prajuritnya.


"Siapa kalian? Dan kenapa kalian menghadang perjalanan kami?" tanya kaisar Xin dengan lantang


"Kau tak perlu tahu siapa kami kaisar Xin! Kau hanya harus menyerahkan putrimu itu sebagai jaminan untuk keselamatan kalian semua" teriak ketua pasukan itu kembali.


Kaisar Xin menggertakkan giginya melihat seribu orang pasukan yang menghadang nya, bagaimana pun juga dia kalah dalam jumlah, dan kekuatan? Tentu juga kaisar Xin pun menyadari jika prajurit nya itu tak mungkin bisa melawan pasukan yang begitu banyak, namun kaisar Xin juga tak mau begitu saja menyerahkan putrinya.


Xin Quan hanya menyeringai di dalam kereta, dia menyadari jika semua ini adalah rencana yang di buat oleh pangeran kelima untuk menyeret kekaisaran nya dan bersekutu melawan kekaisaran Yuan.


"Jika ini yang kau inginkan, baiklah.. Aku akan mengikuti permainan mu pangeran" ucapnya sambil menunjukan kilatan kelicikan dari matanya.


Akhirnya pertempuran pun terjadi, para prajurit segera menyerang pasukan yang menghadang mereka.


Trang...


Trang...


Trang...


Suara pedang berbenturan, pasukan prajurit kekaisaran Xin di pukul mundur oleh pasukan yang kini menghadang mereka.


Sreeet...


Sreeet....


Bruk...


Bruk...


Puluhan prajurit kekaisaran Xin pun banyak yang rubuh, mereka mati dengan luka-luka di sekujur tubuh nya, jalan itu kini telah menjadi genangan darah para prajurit.


"Munduuur..." teriak ketua pasukan itu pada anggota nya, mereka pun pergi dari sana meninggalkan kaisar Xin yang kini terluka dengan 40 orang prajurit yang tersisa.


Para prajurit itu pun segera membantu kaisar mereka untuk bangun.


"Yang mulia... Yang mulia... Gawat yang mulia..." teriak seorang prajurit sambil berlari ke arah kaisar Xin.


"Ada apa?" tanya kaisar Xin


"I... Itu itu yang mulia.." prajurit itu pun melapor dengan tergagap-gagap


"Itu apa? Katakan dengan jelas" ucap kaisar Xin


"Tuan putri yang mulia.. Tuan putri diculik" ucap prajurit itu terbata-bata.


"Sial.." kaisar Xin pun meninju udara untuk melepaskan kemarahan nya.


"Kita harus segera sampai di istana kekaisaran Yuan dan segera meminta bantuan mereka" ucap kaisar Xin sambil melompat ke atas kuda dan menarik tali kekang nya di ikuti keempat puluh prajurit nya.


Kaisar Yuan yang melihat kedatangan kaisar Xin pun segera menyambutnya, namun dia merasa sangat kaget dengan penampilan kaisar Xin dan juga para prajurit nya yang kacau.


Dengan segera kaisar Yuan pun segera memerintahkan para prajuritnya untuk membantu mereka.


Kaisar Xin segera menceritakan semua yang terjadi pada rombongan mereka saat hampir sampai di kekaisaran Yuan membuat kaisar Yuan meradang dan mengepalkan tangannya.


Kaisar Yuan juga telah menyuruh tabib istana untuk memeriksa dan juga mengobati tamu nya sedangkan dirinya kini segera menemui ketiga putra nya untuk melakukan rencana pencarian pada putri Xin Quan.


Entah kenapa, kaisar Yuan merasa sangat yakin jika ini adalah salah satu rencana yang di buat oleh putra nya, menggagalkan pertunangan pangeran ketujuh dan membuat kegemparan di kekaisaran.


Pangeran kedua dan pangeran ketiga segera bertindak, sedangkan pangeran ketujuh saat ini tengah berpikir untuk membatalkan rencana pertunangan nya.


Bagaimana pun juga seseorang yang pernah di culik itu pasti akan memiliki kenangan buruk, bagaimana jika orang-orang yang menculik nya itu kini telah menodai kepolosan nya? Bukankah itu kerugian besar untuk pangeran ketujuh? Menerima wanita yang telah menjadi bekas orang lain?


Dia terus menimbang-nimbang keputusan yang akan di ambil oleh nya, dia juga tak ingin gegabah memutuskan saat ini.


Ai Li dan An Xia yang saat itu tengah berjalan-jalan di taman, segera mendekat dan menyapa adik ipar nya.


Mereka tahu dan sangat mengerti dengan apa yang kini tengah di lamunkannya.


Dengan gerakan santai, Ai Li dan An Xia mulai menyapa.


"Adik ketujuh, kau disini?" tanya Ai Li


Pangeran ketujuh segera melirik ke arah suara yang sudah sangat familiar itu di telinganya dan mrnjawab dengan malas.


"Salam kakak ipar.." ucap nya sambil kembali menunduk


"Apa yang sedang kau pikirkan adik ketujuh? Kau bisa berbagi dengan kami, siapa tahu kami memiliki solusi untuk masalah mu" ucap Ai Li


Pangeran ketujuh menarik nafas panjang seolah ada beban yang menumpuk di pundak nya.


"Kakak ipar.. Apa kalian sudah mendengar tentang penculikan putri Xin Quan? Pangeran ini berpikir untuk membatalkan rencana pertunangan, mengingat saat ini putri Xin Quan tengah di culik. Pangeran ini tak tahu apa yang terjadi dengannya disana, namun jika pertunangan ini di teruskan akan membuat rumor buruk untuk kekaisaran kita" ucap pangeran ketujuh mengagetkan Ai Li dan juga An Xia


"Apa maksud mu adik ketujuh? Saat ini mungkin putri Xin Quan sedang berjuang demi menyelamatkan dirinya dan juga kehormatan nya, sedangkan kau disini justru berpikir untuk membatalkan rencana pertunangan kalian, apa kau pikir itu pantas?" tanya An Xia dengan sorot mata tajam


"Lalu apakah pangeran ini harus menerima wanita yang sudah ternoda sebagai tunangannya bahkan calon istrinya? Apakah menurut kakak ipar itu adil untuk ku?" tanya pangeran ketujuh mulai emosi


"Apa kau yakin jika putri Xin Quan itu telah ternoda?" tanya Ai Li


"Lalu bagaimana kakak ipar bisa yakin jika dia masih murni?" tanya pangeran ketujuh


"Tentu saja kami yakin karena kami mengenal dengan baik siapa putri Xin Quan, dia gadis yang cantik, cukup baik dan juga memiliki kemampuan" ucap An Xia


"Dia itu hanyalah gadis yang sombong dan manja kakak ipar, aku sudah beberapa kali bertemu dengannya" ucap pangeran ketujuh


"Ternyata benar.. Kau memang tidak sebijak ibu selir atau pun suamiku, kau terlalu naif pangeran.. Kau bahkan belum mengenal putri Xin Quan tapi kau sudah berani menghakimi nya seperti itu.. Aku harap kau tak akan menyesali sikapmu ini suatu hari nanti" ucap Ai Li sambil bangkit dari tempat duduknya dan berjalan melewati pangeran ke tujuh menuju paviliun anggrek bulan.


"Jika kau berani membatalkan pertunangan mu dengan putri Xin Quan, jangan pernah lagi memanggilku sebagai kakak ipar, aku benar-benar tak mau memiliki adik yang berpikiran sempit dan bodoh seperti mu" ucap An Xia sambil meninggalkan pangeran ketujuh dengan pandangan mencibir.


Pangeran ketujuh saat ini mengacak rambutnya, merasa sangat frustasi dengan masalah yang kini menimpa nya.


Dia memang belum terlalu dewasa, sehingga pikirannya pun masih belum bisa sematang kedua kakak nya.