
Brak...
Pintu di tutup dengan kasar, pangeran kedua mengusap wajah nya sambil memandang pintu dengan perasaan kesal.
"Anak itu.. Baru lahir saja sudah menyusahkan istriku, lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan, huh.." dengus pangeran kedua yang sudah menebar permusuhan pada putra nya yang baru saja lahir.
Sedangkan selir kehormatan dan juga kaisar Yuan segera menuju ke paviliun serigala dengan cepat, saat sampai di sana mereka pun melihat penampilan pangeran ketiga yang sungguh mengenaskan.
Rambutnya agak sedikit botak karena di jambak dengan sangat keras oleh An Xia, bahkan tangannya pun terlihat goresan kuku yang menancap dan juga masih mengeluarkan darah.
Pakaian terlihat kusut dan juga tak beraturan, bahkan kini pangeran ketiga terlihat seperti seorang maling yang baru di hajar warga karena ketahuan mencuri di bandingkan dengan seorang pangeran.
Selir kehormatan terkikik pelan melihat nasib buruk putranya yang jadi pelampiasan kesakitan dari sang istri, selir kehormatan bahkan langsung meledek putra nya itu dengan kata-kata nya.
"Putraku, kenapa penampilan mu jadi seperti ini? Apakah ada penyusup yang sudah menghajar putra kesayangan ibu ini?" tanya selir kehormatan sambil tertawa bahagia.
"Ibunda.. Ini semua gara-gara cucu ibunda yang terus saja menyulitkan istriku, lihat saja kalau dia sudah besar nanti. Aku akan mengajaknya bertarung" ucap pangeran ketiga sambil mendudukkan dirinya di kursi.
Sedangkan An Xia terlihat menatap suaminya itu dengan khawatir, saat perut nya terasa mulas dan sakit tadi, tanpa sengaja dia telah mencakar dan juga menjambak rambut suaminya itu hingga beberapa helai rambutnya ikut rontok tercabut oleh tangannya.
An Xia meringis saat melihat suaminya, bukankah suaminya itu jadi terlihat jelek? Dan dirinya lah penyebab dari semua yang terjadi.
Ooaaak...
Ooaak...
Suara tangisan bayi kembali terdengar dari paviliun anggrek bulan, seluruh keluarga yang saat itu menunggu di depan pintu kamar pun terhenyak, tapi tak ada satu orang pun yang berani melangkah masuk ke kamar Ai Li.
Mereka masih menunggu, mana tahu masih ada bayi lain lagi yang akan kembali terlahir.
Tapi setelah sekitar 30 menit mereka menunggu, kamar Ai Li masih terlihat hening, tak ada lagi jeritan bayi yang terdengar.
Akhirnya mereka semua pun masuk ke dalam kamar dengan terburu-buru dan saling menabrak.
"Selamat pangeran, telah mendapatkan 2 orang putra yang sangat tampan" ucap tabib itu sambil menyerahkan salah satu bayi itu pada pangeran kedua.
Tapi pangeran kedua malah melengos dan langsung berjalan menuju pembaringan Ai Li.
Hatinya masih sangat kesal karena putra nya itu telah membuat istrinya kesakitan hampir tiga jam lamanya.
"Istriku.. Kau baik-baik saja?" tanya pangeran kedua.
"Kau tak mau menggendong putramu? Kenapa?" tanya Ai Li pelan.
"Huh.. Anak itu baru lahir saja sudah menyusahkan mu, biarkan saja para pelayan yang mengurusnya. Kau tak boleh lelah" ucap pangeran kedua.
Selir agung dan keluarga Ai Li yang mendengar ucapan pangeran kedua di buat geleng-geleng kepala, sepertinya pangeran kedua begitu dendam pada kedua putranya itu karena telah membuat Ai Li kelelahan.
Selir agung segera mendekati pangeran kedua, tangan kanan nya segera menggeplak tangan putra nya itu dengan sangat keras, sambil melotot.
"Dasar ayah durhaka, apa kau tak ingin menggendong putramu itu?" ucap selir agung sambil menjewer telinga pangeran kedua.
Semua orang pun di buat kaget melihat tingkah barbar dari seorang selir kaisar, mereka tak ada yang menyangka jika selir agung akan berbuat seperti itu.
" Aduh.. Duh.. Ibunda ini sakit" rengek pangeran kedua
"Kauuu? Huh.." selir agung pun mendengus sambil meninggalkan pangeran kedua dan segera mendekati kedua cucunya yang kini berada di dalam gendingan jendral Han dan juga Liu Xiang.
Meskipun kembar, kedua putra Ai Li itu terlihat sangat berbeda jauh, anak yang pertama terlihat begitu tenang, sedangkan anak yang kedua terus saja menangis.
"Apakah Ai Li sudah melahirkan?" tanya An Xia yang segera di jawab anggukan kepala oleh kaisar Yuan.
Tak lama seorang pelayan datang dan memberi tahu kaisar Yuan jika saat ini Ai Li telah melahirkan putra keduanya.
"Salam yang mulia, putri Han saat ini sudah melahirkan putra keduanya" ucap pelayan itu sambil membungkuk.
"Apakah kedua cucu zen itu juga laki-laki?" tanya kaisar Yuan yang penasaran dengan gender cucunya
"Benar yang mulia, putri Han melahirkan dua orang pangeran" ucap pelayan itu sambil terus menunduk.
"Baiklah zen akan segera kesana" ucap kaisar Yuan sambil memberikan bayi An Xia yang saat ini tengah di gendong nya itu pada selir kehormatan.
"Sepertinya zen benar-benar di berkati surga, hahaha.. Hari ini zen mendapatkan tiga orang cucu laki-laki" ucap kaisar Yuan sambil melangkahkan kakinya menuju ke paviliun anggrek bulan.
Kaisar Yuan segera mengeluarkan dekrit untuk seluruh rakyat kekaisaran yang isinya, setiap rakyat akan di berikan masing-masing 3 koin emas sebagai wujud syukur karena istana kekaisaran Yuan telah di berikan berkat dengan lahirnya tiga orang pangeran.
Hal itu tentu saja di sambut dengan penuh syukur oleh semua rakyat, kapan lagi mereka akan mendapatkan koin gratis jika bukan di waktu seperti ini.
Rakyat pun berdoa agar para putri kekaisaran dan juga para selir segera di berikan berkat hamil kembali agar seluruh rakyat semakin makmur.
Untung saja doa mereka itu tak di dengar oleh pangeran kedua dan juga pangeran ketiga, jika tidak? Mungkin rakyat kekaisaran telah habis di bantai oleh kedua pangeran bucin yang kini sama-sama merasa jengkel pada putra nya.