2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 84


"Apa kau sibuk?" tanya Xin Quan sambil menatap suaminya.


"Tidak.. Katakan, ada apa istri cantik ini menemui suaminya?" tanya Yuan Jicheng menggoda Xin Quan


"Aku ingin kau membawa ketiga selir mu itu pergi dari sini" ucap Xin Quan mengagetkan Yuan Jicheng


"Apakah mereka membuat istri kesayangan ku ini menjadi marah?" tanya Yuan Jicheng, kali ini dia terlihat lebih serius menanggapi keinginan dari Xin Quan


"Ada sesuatu yang harus kita selesaikan segera, aku takut mereka akan terkena bahaya jika terus tinggal di kediaman kita" ucap Xin Quan sambil menatap raut wajah suaminya.


"Nanti akan ku ceritakan" ucap Xin Quan


Akhirnya Yuan Jicheng pun menyuruh salah satu prajurit nya untuk segera memanggil ketiga selir nya itu.


Tak sampai 30 menit, ketiga selir Yuan Jicheng pun datang ke ruang kerjanya di iringi beberapa pelayan di belakang mereka, setelah memberikan hormat, ketiga selir itu pun di persilakan untuk duduk di kursi yang tersedia di sana.


"Apakah ada sesuatu yang penting hingga tuan putri dan juga pangeran memanggil kami?" tanya Mei langsung bertanya.


Sejenak Xin Quan menghela nafas panjang, kemudian menghembuskannya perlahan, sebenarnya dia pun tak tega untuk menyuruh ketiga selir itu pergi dari kediaman nya, tapi situasi saat ini tak bisa lagi di anggap remeh, mengingat kekuasaan bangsawan Liu sebagai pejabat perbatasan yang memiliki 7000 orang pasukan yang cukup tangguh dan bisa di andalkan.


"Aku ingin kalian bertiga segera berkemas dan meninggalkan kediaman ini" ucap Xin Quan berterus terang.


"Tapi tuan putri, apa kesalahan kami sehingga anda mengusir kami dari kediaman ini?" tanya Yui langsung berderai air mata, hatinya kali ini benar-benar sakit setelah mendengar ucapan Xin Quan yang mengusir mereka dari kediaman.


"Maafkan selir ini jika melakukan kesalahan tuan putri, tolong berikan hukuman yang berat tapi jangan mengusir kami dari kediaman" ucap Mei sambil bersujud di hadapan Xin Quan, Yui dan Yun pun ikut menjatuhkan dirinya dan bersujud sambil terisak.


"Hais.. Apa yang kalian lakukan? Cepat bangun!" ucap Xin Quan sambil merengkuh bahu Yui yang saat ini bergetar karena tak bisa menahan kesedihan nya.


"Bangunlah dan duduk kembali di kursi kalian, aku akan menceritakan semua nya" ucap Xin Quan


Akhirnya ketiga selir itu pun bangkit dan kembali duduk di kursi masing-masing.


Xin Quan kembali menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan, beban yang ada di hatinya kini harus ia katakan agar ketiga selir itu mengerti dan tak keberatan untuk pergi, sedangkan Yuan Jicheng masih setia menunggu cerita dari Xin Quan.


"Sebenarnya masalah ini berhubungan dengan suami kita Yuan Jicheng, sebelum dia menikahi ku, dia pernah memiliki seorang kekasih yang bernama Liu Wei, dia merupakan putri kesayangan bangsawan Liu di perbatasan. Saat ini aku telah menemukan tiga orang mata-mata di kediaman kita yang dikirim oleh bangsawan Liu khusus untuk mengawasi seluruh kediaman, dalam waktu dekat mereka akan segera menyerang kediaman ini, dan aku ingin kalian bertiga pergi bersama dengan prajurit kepercayaan ku menuju istana kekaisaran, kalian bertiga akan di sambut dengan baik oleh ayahandaku di sana, dan kalian juga akan aman" ucap Xin Quan menjeda ucapannya.


Mata Xin Quan bergerak ke kiri dan ke kanan, tangannya menunjuk ke sudut ruangan.


Yuan Jicheng tahu arti dari kode yang di berikan oleh istrinya dan segera bangkit dari tempat duduk nya, sambil menggendong tangan.


Tanpa aba-aba, Yuan Jicheng menarik pedang yang terpasang di dinding dan segera menghunuskan nya pada orang yang saat ini tengah menguping di belakang dinding itu.


Jleb...


Suara pedang menghunus tubuh seseorang, tak lama terdengar teriakan nyaring seorang wanita yang tertusuk pedang itu.


"Aargh..." teriak nya.


Bruk...


Ke empat orang itu pun segera beranjak dari kursi dan melihat siapa gerangan orang yang saat ini tengah menguping mereka di balik dinding, mata mereka di buat menganga tak percaya melihat tubuh pelayan yang terkapar di lantai dengan darah yang merembes itu.


"Rien?"ucap Yun perlahan sambil menatap wajah pucat pelayan nya yang saat ini telah menghembuskan nafas terakhir nya.


"Dia salah satu mata-mata yang di kirim bangsawan Liu ke kediaman kita'' ucap Xin Quan sambil menatap dingin tubuh pelayan itu.


"Sepertinya mereka akan segera menyerang kita" ucap Yuan Jicheng sambil memeriksa kondisi pelayan itu dengan kaki nya.


Bruk...


Sebuah giok terjatuh dari lengan hanfu pelayan Rin.


"Giok bangsawan perbatasan, sial.." ucap Yuan Jicheng sambil mengamati giok itu.


Xin Quan menepuk bahu Yuan Jicheng dengan perlahan untuk menguatkan hati suaminya.


"Kita harus segera mengirim ketiga selir ke istana kekaisaran, setelah itu kita juga harus mempersiapkan rencana yang matang untuk melawan mereka" ucap Xin Quan yang langsung di jawab anggukan kepala dari Yuan Jicheng.


Ketiga selir itu sebenarnya ingin menolak keputusan Xin Quan, bagaimana mungkin mereka harus mengungsi ke istana kekaisaran sementara suami beserta istri pertama nya itu akan tetap berada di kediaman dan menghadapi masalah besar.


Ketiga nya merasa tak tega, mereka bahkan rela mati bersama demi menyelamatkan Yuan Jicheng dan juga Xin Quan.


"Tuan putri, izinkan Yui tetap tinggal di kediaman ini, Yui bahkan lebih rela mati dari pada harus bersembunyi dan membiarkan kalian berdua terluka" ucap Yui dengan tulus.


"Benar tuan putri, kami berdua juga akan melakukan hal yang sama" ucap Yun dan Mei.


Xin Quan menggelengkan kepalanya pelan sambil menatap ketiga selir suaminya itu dengan tajam.


"Kalian bertiga harus selamat.. Ini sudah jadi keputusan ku. Dan masalah para penyusup dan juga penyerangan kediaman ini, kalian percayakan saja padaku" ucap Xin Quan membesarkan hati ketiga selir itu.


"Tapi tuan putri, jumlah prajurit kita hanya 300 orang, sedangkan mereka ada 7000 orang, bagaimana cara kita melawan mereka?" tanya Mei.


"Benar tuan putri, lebih baik kita semua kembali ke istana dan meminta bantuan pada yang mulia kaisar Xin" tambah Yui.


"Selir ini setuju dengan pendapat selir Mei dan juga selir Yui, saat ini kita masih punya waktu untuk melarikan diri dan meminta bantuan pada yang mulia" ucap Yun ikut mengeluarkan pendapat nya.


"Masalah itu biar aku dan juga Yuan Jicheng yang akan memikirkan jalan keluar nya, lebih baik kalian bertiga segera pergi dari kediaman ini dan beri tahu ayahanda apa yang terjadi di sini" ucap Xin Quan


"Tapi put-" ucapan Yui terpotong oleh suara tegas yang di keluarkan oleh Yuan Jicheng


"Tidak ada tapi-tapian, kalian bertiga harus menuruti perkataan Quan'er" ucap Yuan Jicheng sambil memperhatikan satu persatu wajah selir nya.


"Baiklah" jawab ketiga nya sambil menunduk