
Melihat tindakan An Xia dan juga Ai Li, orang-orang itu pun mulai sedikit gemetar, nampak nya kedua wanita yang kini berada di depan mereka itu tidak sedang main-main, bahkan ancamannya terdengar begitu sadis di telinga.
Bang...
Satu orang terjatuh karena tendangan An Xia, kekuatan yang dia keluarkan pun tak main-main, hingga pria kekar itu jatuh tersungkur.
Brak...
Tanpa belas kasihan Ai Li pun menggunakan sikutnya untuk menerjang orang yang sudah jatuh tersungkur itu.
Tap...
Kaki Ai Li kini berada di atas kepala orang itu, menginjak dengan sepenuh tenaga.
Seakan bukan dia yang sedang menyiksa orang, Ai Li dengan santai memutar-mutar kakinya di atas kepala orang itu hingga beberapa orang yang lain nya bergidik ngeri.
"Sungguh iblis yang mengerikan, dia benar-benar menyiksa orang dengan menyerang mentalnya secara langsung" pikir salah satu mata-mata sambil memperhatikan tindakan kedua wanita itu.
"Masih tidak ingin bicara?" tanya Ai Li sambil menghunuskan pedang yang dia ambil dari tangan prajurit nya ke leher orang yang di siksa nya secara perlahan, membuat semua orang seketika menahan nafas.
Keringat bercucur di dahi para mata-mata itu, mereka menyesal telah bersinggungan dengan dua iblis kecil yang mengerikan di hadapan mereka saat ini.
Darah mengucur dari leher orang itu dengan deras, Ai Li tanpa perasaan menyayat lehernya sedikit demi sedikit hingga terputus.
Bahkan prajurit yang berjaga disana pun hampir terjatuh karena shock.
Mata-mata itu kini tinggal 4 orang, 2 wanita dan dua pria, Ai Li mulai memutari mereka dan memilih siapa yang akan dia siksa selanjutnya.
Duk...
Braaak..
An Xia kembali menerjang rahang pria yang berdiri di ujung kanan, tendangan yang di layangkannya begitu halus namun memiliki tenaga yang kuat, beberapa gigi orang itu pun di buat patah karena nya, 3 orang lain nya mulai saling melirik, hati mereka mulai takut dengan kematian.
Krak...
Bruk...
Ai Li dengan santai mematahkan leher pria yang kini di hadapan nya tanpa berkedip, wajah gadis itu terlihat datar dan tanpa ekspresi.
Dua orang wanita mata-mata itu pun jatuh terkulai, kaki mereka terasa lemas dengan lutut yang bergetar.
Mereka sungguh ketakutan saat ini, tapi jika mereka buka suara mereka pun akan tetap mati di hadapan kedua iblis kecil itu, akhirnya mereka pun memilih bungkam.
Tak ada yang bisa menyelamatkan mereka saat ini, bahkan jika pangeran keempat datang pun, dia pasti akan memilih acuh dan berpura-pura tak mengenali kedua wanita malang itu.
Niat ingin kaya, mendapatkan banyak koin tanpa harus bekerja keras tapi berujung siksaan hingga kematian.
"Sepertinya aku juga tak butuh kalian lagi" ucap Ai Li sambil melemparkan bubuk cabai yang ada di toples nya ke wajah kedua wanita itu.
"Aaaarght" teriak wanita itu sambil menahan perih di mata dan wajahnya akibat semburan bubuk cabai.
Uhuk... Uhuuk...
Kedua wanita itu pun terbatuk saat tak sengaja menghirup bubuk cabai.
"Permainan sudah selesai" ucap An Xia
Brak...
Bruk...
Kratak....
Bugh...
Tanpa ragu-ragu lagi, An Xia dan Ai Li pun memberondong ketiga orang itu dengan tendangan, pukulan, tamparan, cekikan bahkan pitingan.
Brugh...
Brugh...
Brugh...
"Antarkan ini ke daerah utara, dan pastikan pangeran keempat menerima hadiahnya dengan senang hati" ucap An Xia sambil menyerahkan kotak itu pada prajurit.
Prajurit itu pun segera mengangguk dan mengambil kotak itu dari tangan An Xia dan langsung pergi dari penjara bawah tanah.
Sementara pangeran keempat saat ini tengah bersantai di temani beberapa wanita penghibur.
Seorang gadis menari dengan begitu lembut dan juga sexy, pakaiannya terlihat begitu terbuka dan sangat transparan hingga membuat pangeran keempat semakin terpesona.
Dia meliuk-liuk dengan gemulai di iringi melodi dari sebuah kecapi. Menghadirkan tontonan yang menyenangkan untuk pangeran ke empat.
Braaak...
Pintu terbuka dan pangeran kelima pun datang dengan menyeret seorang gadis, Siyi tak berdaya saat di perlakukan secara tidak adil, dia berteriak dan terus memohon agar pangeran kelima mengampuninya. Namun tak di hiraukan oleh pangeran kelima.
"Ampun pangeran.. Tolong ampuni Siyi" ucap Siyi sambil berderai air mata.
"Dasar j****g rendahan, apa kau tahu kenapa aku sangat membencimu? Kau itu hanyalah benalu dan kau dengan beraninya menggagalkan rencanaku untuk mendapatkan putri Xin Quan, kau memang pantas untuk mati" ucap pangeran kelima sambil menjambak rambut Siyi.
Plak...
Plak...
Plak...
Tiga tamparan pun mengenai pipi kiri dan kanan Siyi membuat wajahnya bengkak dan memar.
Dia tak pernah menyangka jika pangeran kelima adalah orang yang sangat kasar dan juga jahat, namun nasi telah menjadi bubur, keinginan nya untuk menjadi orang kaya dan di segani orang, membuatnya rela melakukan apa pun. Hingga akhirnya dia jatuh dalam perangkap yang di buatnya sendiri.
Pangeran keempat pun segera mendekat dan bertanya pada saudara kelimanya yang terlihat begitu emosi.
"Saudara kelima, apa yang kau lakukan? Kenapa Kau membawa dia kemari dan siapa dia" tanya pangeran keempat
"Dia itu dayang nya Xin Quan, dia sengaja menjebakku agar meniduri dia hingga akhirnya Xin Quan pun membenciku" ucap pangeran kelima sambil melemparkan Siyi ke tembok.
Bruk..
Siyi pun terjatuh dan terus menangis.
"Rencana kita untuk menculik Xin Quan telah gagal, kita kehilangan sekutu untuk menghancurkan kekaisaran Yuan gara-gara gadis pelayan bodoh itu" ucap pangeran kelima sambil menunjuk Siyi, matanya menggeram menahan amarah yang membludak dalam hatinya.
Plak...
Pangeran keempat pun menampar wajah Siyi dengan sangat keras hingga gadis itu kembali tersungkur ke lantai.
"Dasar pelayan bodoh.. Berani sekali kau menggagalkan rencanaku"
Bang...
Pangeran keempat pun menendang tubuh Siyi hingga terlempar jauh, terdengar suara retakan pada beberapa tulang Siyi hingga membuat gadis itu pun akhirnya pingsan.
"Dasar gadis s****n" umpat pangeran keempat sambil mengusap kasar wajah nya.
Tok... Tok.. Tok...
Suara ketukan di pintu pun terdengar, pangeran keempat dan juga pangeran kelima pun saling memandang hingga akhirnya pangeran keempat pun bersuara "Masuk.."
Seorang prajurit pun memasuki ruangan itu dan membawa kotak kayu kecil di tangannya.
"Pangeran, seorang prajurit dari istana kekaisaran datang dan memberikan kotak ini sebagai hadiah untuk pangeran" ucapnya sambil menyodorkan kotak itu pada pangeran keempat.
Pangeran keempat pun segera menerima kotak itu dan membukanya.
"Sial.." ucap pangeran keempat sambil menyugar rambut nya ke belakang, wajah nya terlihat sangat kusut