2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 51


Mendengar ucapan kaisar Jang, kaisar Yuan pun menggelengkan kepalanya, apakah dua orang di hadapannya itu benar-benar bodoh?


Sedangkan pangeran kedua langsung tersenyum kecut mendengar percakapan kedua nya.


Pangeran kedua pun langsung angkat bicara sambil matanya menyorot tajam ke arah kaisar Jang dan juga Jang Wei.


"Tapi sayangnya, pangeran ini sudah memiliki seorang istri, jadi tidak mungkin untuk bisa menikahi anda putri Jang Wei" ucap pangeran kedua.


"Aku tak peduli, kau bisa menjadikan dia sebagai selirmu pangeran dan aku yang akan menjadi permaisuri mu" ucap Jang Wei dengan angkuh.


Pangeran kedua pun mendelik mendengar jawaban tak tahu malu yang di keluarkan dari mulut gadis itu.


"Apa kau sadar dengan apa yang kau ucapkan putri Jang Wei? Lalu klasifikasi apa yang menurutmu bisa menjadikanmu lebih dari istri pangeran ini?" tanya pangeran kedua kembali.


"Tentu saja karena aku ini seorang putri kekaisaran sudah jelas bukan jika aku jauh lebih unggul di banding istrimu itu." ucap Jang Wei dengan penuh percaya diri.


"Jika status bisa menjamin seseorang itu lebih baik dari yang lain, lalu untuk apa adanya ujian dan juga penilaian? Pangeran ini tidak bisa menjadikan putri Ai Li sebagai selir, karena pangeran ini memang tidak ingin memiliki selir. Bagi pangeran ini, putri Ai Li bukan hanya istri tapi juga merupakan kekuatan dan juga harga diri. Putri Ai Li adalah hidup pangeran ini" ucap pangeran kedua sambil menatap ke arah Ai Li dengan penuh cinta.


Mendengar ucapan suaminya, mata Ai Li pun terlihat berkaca-kaca, sebuah senyum manis tersungging dari bibir mungilnya. Hatinya begitu lega mendengar jawaban dari sang suami yang lebih memilih dirinya.


Sangat berbeda dengan respon yang di berikan oleh putri Jang Wei, gadis itu langsung berdiri sambil menunjuk Ai Li dengan mata yang membesar dan penuh emosi.


"Kau.." ucap Jang Wei sambil menunjuk wajah Ai Li yang saat ini masih saja terus memandangi suaminya dengan penuh kebanggaan.


"Kau tidak pantas menjadi istri pangeran kedua, kau hanyalah putri dari bangsawan rendahan, akulah yang lebih pantas" ucap Jang Wei menggebu-gebu.


Ini adalah pertama kalinya dirinya di tolak oleh orang lain, sejak kecil tidak ada satu pun orang yang berani untuk tidak patuh dan menurut pada keinginan putri manja dan sombong itu.


"Jika kau menolak keinginan putriku, maka jangan salahkan jika pasukanku akan meratakan kekaisaran mu. Apa kau tahu berapa banyak pasukan yang aku bawa?" ucap kaisar Jang sambil mengeluarkan aura nya.


Kaisar Yuan yang mendengar omong kosong yang di ucapkan kaisar Jang pun mendengus. Dia baru melihat orang yang tidak tahu malu seperti kaisar Jang


" Zen harap kau tidak menyesali ucapanmu itu kaisar Jang. Takutnya bukan kekaisaran zen yang hancur, melainkan sebaliknya." ucap kaisar Yuan sambil menyeringai, ucapannya terkesan memprovokasi kaisar Jang.


"Apa kau pikir kau bisa menandingi kekuasaan ku kaisar Yuan, bahkan di bandingkan dengan kekaisaran kecilmu itu, kekaisaran ku jauh lebih hebat. Seharusnya kau tidak menolak keinginanku" ucap kaisar Jang penuh emosi


"Apa kau tidak mendengar bagaimana cara kekaisaran Ming hancur kaisar Jang?" tanya kaisar Yuan sambil memicingkan matanya.


Deg..


Deg...


Suara jantung kaisar Jang pun terasa berdetak dengan cepat, dirinya memang pernah mendengar informasi itu dari para bawahan nya, namun dia menyingkirkan perasaan takutnya demi keinginan putri kesayangan nya itu.


"Baik, karena kau telah menolak niat baikku maka jangan salahkan aku jika menghancurkan kekaisaran mu" ucap kaisar Jang sambil menarik tangan putrinya keluar dari aula istana kekaisaran Yuan.


Jang Wei yang tangannya di tarik pun langsung cemberut, niat hati ingin menghancurkan wajah Ai Li, malah dirinya yang saat ini di gusur oleh ayah nya.


"Kita akan segera menghancurkan kekaisaran ini. Jika kaisar Yuan tidak mau menghargai leinginan kita, maka sudah sangat jelas jika dia menginginkan peperangan" ucap kaisar Jang sambil membantu putri nya naik ke kereta.


"Kau benar ayah, mereka itu benar-benar tidak menghormati kita sama sekali. Dan wanita j****g rendahan itu berani-berani nya mempertontonkan drama cinta nya di hadapanku. Benar-benar ingin mati" ucap Jang Wei.


Tak terasa kereta yang di tumpangi mereka pun telah sampai di sebuah kediaman besar yang berada di ujung sebuah desa.


Hal yang pertama membuat mereka heran adalah, dimana keberadaan para prajurit nya? Kenapa tidak ada satu orang pun yang menyambut mereka? Kenapa rumah itu terasa begitu sepi?


Banyak pertanyaan yang muncul di pikiran kaisar Jang dan juga Jang Wei. Namun dengan cepat mereka pun menyingkirkan pikiran buruk itu dari otaknya.


Tapi baru saja kaki mereka melangkah beberapa langkah kedepan, mereka di buat melotot tak percaya.


Ratusan bahkan ribuan mayat prajurit nya berserakan dan dalam keadaan tanpa kepala.


Jang Wei yang baru pertama kali melihat pemandangan mengerikan itu pun sontak menjerit dengan kencang. Tubuh nya merosot di lantai, tulang-tulang nya seolah tak sanggup menopang badannya.


Jang Wei di buat syok melihatnya, sedangkan kaisar Jang langsung mengepalkan kedua tangannya.


Dia benar-benar marah melihat pembantaian yang tak bermoral di hadapannya, bahkan tak ada satu pun prajuritnya yang mati dengan kondisi tubuh yang utuh.


Kaisar Jang segera memanggil prajurit bayangannya dan memapah Jang Wei menuju kereta mereka. Dia tidak bisa membiarkan putrinya itu mengalami trauma karena melihat darah dan juga mayat yang bergelimpangan.


"Yang mulia.." panggil prajurit bayangan nya


"Kita kembali ke istana, sepertinya kaisar Yuan sudah bisa memperkirakan apa yang akan kita lakukan, dia benar-benar membuat tindakan antisipasi yang sangat bagus" ucap kaisar Jang


Prajurit bayangan itu pun mengerti dan segera naik ke atas kereta. Kali ini dia bertugas sebagai kusir yang akan mengantar kedua majikan nya kembali dengan selamat di kekaisaran Jang.


Disepanjang perjalanan, nampak kaisar Jang memegang pelipisnya, dia pun merutuki tindakan gegabahnya tadi, dia saat ini hanya ingin kembali ke istana nya dan meyakinkan dirinya jika semuanya baik-baik saja.


Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama satu minggu, kereta kaisar Jang pun sampai di gerbang kekaisaran.


"Yang mulia.. Kita sudah sampai di gerbang kekaisaran" ucap prajurit itu memberitahu


Kaisar Jang pun langsung menyibak tirai kereta nya dan memperhatikan sekeliling, matanya membulat sempurna melihat pemandangan tragis di depan matanya.


Dimana dia melihat mayat permaisuri beserta selir-selir dan juga putra putrinya menggantung tepat di depan gerbang istana yang hancur.


"Apa yang terjadi?" pertanyaan bodoh itu pun keluar dari mulut kaisar Jang, namun pikiran nya langsung tertuju pada kalimat terakhir yang di ucapkan kaisar Yuan padanya.


"Apa kau tidak mendengar bagaimana kekaisaran Ming bisa hancur kaisar Jang?" ucapan terakhir kaisar Yuan terus saja menggema di kepalanya, hingga tak terasa tubuh kaisar tua itu pun merosot ke tanah.


Nasi sudah menjadi bubur, dia hanya bisa menyesali tindakan gegabahnya saat itu.