
"Kau?" mata Xin Quan pun membulat sempurna saat menyadari siapa orang yang menyusup ke kamar nya, sedangkan pangeran kelima hanya terkekeh pelan melihat reaksi Xin Quan.
Tanpa sungkan, pangeran kelima pun langsung mendudukkan dirinya di atas kursi sambil mengambil cangkir baru yang ada di atas meja dan menuangkan teh dengan gerakan yang lambat.
"Apa yang kau lakukan? Cepat pergi dari sini! Kalau sampai ayahanda tahu apa yang kau lakukan, kau bisa dalam bahaya" ucap Xin Quan sambil melotot.
Namun pangeran kelima hanya mengangkat kedua bahu nya dengan acuh, dia tak peduli walaupun kaisar Xin memergokinya berada di kamar Xin Quan.
Sambil menikmati teh yang baru saja di tuang nya, pangeran kelima pun memejamkan matanya, merasakan angin sepoi-sepoi yang berhembus masuk ke dalam kamar.
"Batalkan rencana pertunangan mu dengan adik ke tujuh" ucap pangeran kelima dengan mata yang memerah.
Xin Quan pun di buat kaget dengan ucapan pangeran kelima, sambil mengernyitkan dahi nya, Xin Quan pun bertanya..
"Apa hubungannya denganmu?" ucap nya tak mengerti
"Karena aku mencintaimu dan aku tak ingin kau menikah dengan orang lain" ucap pangeran kelima sambil bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Xin Quan dan hendak memeluk nya.
Namun Xin Quan dengan reflek menghindar, hingga akhirnya pangeran kelima pun memeluk angin.
"Apa kau sedang membual? Bagaimana mungkin kau mengatakan cinta padaku sedangkan aku tahu kau berhubungan dengan sahabatku, Liu Wei" ucap Xin Quan
Sedangkan pangeran kelima hanya menatap Xin Quan dengan penuh tanya.
"Apa dia mengatakan itu padamu?" tanya pangeran kelima kembali.
Xin Quan pun mengangguk "Bukan hanya itu, bahkan aku pun melihat kalian saat sedang berhubungan.. Lalu apakah itu yang kau maksud cinta?" tanya nya sambil mengerucutkan bibir nya hingga membuat pangeran kelima menjadi gemas.
"Apa kau sedang cemburu?" tanya pangeran kelima menggoda Xin Quan sambil menaik turunkan alis nya.
Xin Quan hanya berdecih melihat tingkah pangeran ke lima yang tak tahu malu.
Namun bukan Xin Quan namanya jika tak bisa membalikkan keadaan.
Gadis mungil yang terlihat lugu itu sebenarnya sangatlah licik, dia tahu bagaimana memanfaatkan orang lain dan paling pandai memanipulasi keadaan.
Otak kecil gadis itu pun langsung membuat rencana yang bagus agar bisa lepas dari pangeran kelima tanpa harus bersusah payah, apalagi saat ayahanda nya mengatakan jika calon putra mahkota kekaisaran Yuan adalah pangeran ke tujuh, tentu saja dia pun tak akan melewatkan kesempatan ini untuk bisa menjadi calon permaisuri masa depan di kekaisaran Yuan.
Sedangkan pangeran kelima hanyalah putra dari mantan permaisuri yang di turunkan jabatannya menjadi selir tingkat rendah kemudian di eksekusi karena berniat memberontak.
Tentu saja Xin Quan pun tahu mana yang lebih menguntungkan untuk nya, dia tak akan mau hidup menjadi istri pangeran biasa saja.
"Apa yang kau inginkan sebenarnya? Kenapa kau menyusup ke kamarku?" tanya Xin Quan sambil mendudukkan dirinya di kursi.
Pangeran kelima pun memeluknya dari belakang sambil berbisik "Tentu saja karena aku sangat merindukanmu"
Xin Quan pun merasakan hembusan nafas pangeran kelima di belakang telinganya hingga membuatnya merinding.
Namun dia berusaha menjaga ketenangan nya, agar pangeran kelima tak merasa menang.
"Kalau kau benar-benar mencintai ku, lalu kenapa kau berhubungan dengan Liu Wei?" tanya Xin Quan sambil mengarahkan pandangannya ke arah lain, tak mau memandang pangeran kelima.
Xin Quan pun bergidik merasakan tengkuk nya kini jadi mainan pangeran kelima, namun demi memuluskan rencananya, dia pun berusaha mengimbangi sandiwara pangeran kelima dengan lihainya.
Pangeran kelima pun merasa senang karena berfikir jika Xin Quan telah berhasil di tundukannya, dia tak menyadari jika Xin Quan telah menembakkan senjata rahasia yang sangat kecil untuk meminta bantuan.
Tak lama terdengar derap langkah kaki beberapa orang prajurit menuju ke kamar Xin Quan, pangeran kelima pun mengerutkan keningnya saat menyadari ada kejanggalan.
Pandangan nya segera tertuju pada Xin Quan.
"Ada apa?" Xin Quan pun memainkan sandiwara nya dengan sangat lihai, dia berpura-pura tak tahu apa yang di pikirkan pangeran kelima.
Dengan gerakan cepat, pangeran kelima pun segera menutup jendela kamar Xin Quan dan segera membopongnya ke peraduan hingga membuat Xin Quan menjerit kaget
"Awww... Apa yang kau lakukan?" Xin Quan pun hampir saja menampar pangeran kelima, namun segera di urungkannya.
Tangan Xin Quan pun melingkar cantik di leher pangeran ke lima saat tubuh nya di angkat dengan gaya bridal style.
Sejenak Xin Quan pun menikmati sentuhan pangeran kelima yang membuatnya terbuai, namun segera menyadarkan dirinya kembali untuk tak terlena pada permainan pangeran kelima.
Xin Quan pun di baringkan di atas tempat tidurnya dengan lembut, tangan pangeran kelima mengelus surai hitam Xin Quan yang terlihat lelah. Lalu mengecup bibir nya.
Xin Quan pun kaget saat merasakan benda kenyal dan basah memagut bibir nya, tanpa sadar Xin Quan pun membalas pagutan pangeran kelima.
Ini adalah pengalaman pertama bagi Xin Quan begitu dekat dengan seorang pria dan merasakan cumbuan di bibir nya.
Pangeran ke lima pun membelai bibir mungil Xin Quan dan langsung mengecup dahinya.
"Ingat perkataan ku tadi, batalkan pertunangan mu dengan adik ke tujuh" ucap nya sambil segera meloncat dari kamar Xin Quan dan menghilang di kegelapan.
Xin Quan menyentuh bibir nya yang basah, mata gadis itu terpejam mengingat kembali kecupan yang di berikan pangeran kelima padanya.
Tok... Tok.. Tok...
Suara ketukan di pintu menyadarkan Xin Quan dari lamunannya, dia pun segera bangkit dan membuka pintu.
Tampak beberapa prajurit berdiri di hadapan Xin Quan sambil membungkuk, kaisar Xin pun berada di belakang jajaran prajurit itu segera mendekat dan masuk ke kamar Xin Quan.
"Ada apa? Apa ada yang menerobos masuk ke kamarmu?" tanya kaisar Xin.
Xin Quan pun mengangguk dan segera menceritakan kejadian tadi pada ayah nya, mata kaisar Xin membulat sempurna mendengar penjelasan dari putrinya itu, namun segera mengembalikan ekspresi nya seperti semula.
"Apa kau menyukai pangeran kelima?" tanya kaisar Xin.
Xin Quan hanya menunduk tak berani menjawab pertanyaan mau pun melihat mata kaisar Xin.
Hal itu pun di sadari oleh kaisar Xin, segera dia pun bangkit dari duduknya dan menepuk pundak putri kesayangannya itu.
"Kau bisa bersenang-senang dengan pangeran kelima, tapi ingat baik-baik.. Kau harus menikah dengan pangeran ketujuh dan menjadi permaisuri kekaisaran Yuan" ucap kaisar Xin sambil meninggalkan Xin Quan yang saat ini sedang tersenyum manis di kamar nya.