2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 71


Bangsawan He terlihat sangat berang mendengar ucapan sarkas dari An Xia, tapi baru saja dia akan memberikan perintah untuk menyerang kepada para prajuritnya, dari arah depan nampak nyonya He berjalan berdampingan dengan Xin Quan.


Tuan He tentu tak ingin citra nya yang di kenal baik akan tercoreng di depan Xin Quan yang telah dia klaim dalam hati sebagai calon selir baru nya.


Dia pun segera berjalan menuju ke arah nyonya He dan juga Xin Quan.


"Ada apa ini suamiku? Dan siapa kedua gadis ini?" tanya nyonya He yang langsung di jawab dengusan oleh tuan He.


"Mereka berdua adalah penyusup dan juga pencuri, mereka mengambil semua harta milik kita dan ingin kabur" ucap tuan He sambil mencuri-curi pandang pada Xin Quan untuk melihat reaksi gadis itu.


Xin Quan yang menyadari lirikan dari tuan He berpura-pura acuh dan tak peduli, pandangan gadis itu terlihat rumit menelisik kedua calon kakak ipar nya yang saat ini terlihat sedang berdiri dengan angkuh di depannya.


Bahkan kedua wanita itu sepertinya sengaja membuat kegemparan di kediaman bangsawan He.


"Ada apa dengan mereka? Bukankah seharusnya mereka pergi setelah mendapatkan hasil jarahan? Kenapa mereka malah menunjukan diri seperti ini? Apakah mereka mengubah rencana nya atau memang penjagaan di sekitar kediaman ini terlalu ketat hingga mereka tak bisa keluar?" gumam Xin Quan dalam hati sambil terus memperhatikan kedua wanita yang sebentar lagi akan menjadi kakak ipar nya itu.


"Hohoho... Ternyata bangsawan He yang terkenal sangat rakus akan kecantikan ini begitu takut pada istrinya, benar-benar memalukan" sarkas An Xia kembali memprovokasi.


Wajah tuan He terlihat sangat jelek saat mendengar nada mengejek dari kalimat yang di ucapkan oleh An Xia, dengan langkah cepat dia pun maju menuju ke depan An Xia dan Ai Li sambil menatap kedua nya dengan tatapan kesal.


"Siapa yang kau sebut takut pada istri hah? Dasar j****g kecil, rupanya kalian sudah tak sabar ingin mati" cerca tuan He sambil melirik ke arah para prajuritnya.


"Serang dan bunuh kedua gadis sialan itu" ucap Tuan He memberi perintah pada para prajuritnya sambil menunjuk ke arah wajah Ai Li dan juga An Xia.


Para prajurit itu pun segera mengangkat pedang nya dan mulai menyerang Ai Li dan An Xia dengan tebasan pedang nya.


Trak...


Ikat pinggang Ai Li pun berbunyi, sebuah samurai tajam keluar dan langsung berada di tangannya, An Xia mulai memasukan beberapa jarum beracun ke dalam supet miliknya, dan langsung melompat menjauhi para prajurit.


Wush...


Supet itu pun di tiup, puluhan jarum beracun melesat dengan cepat ke arah para prajurit yang hendak menyerang nya.


Bruk...


Bruk...


Bruuk...


Puluhan prajurit pun mulai terjatuh dan mati dengan wajah dan badan yang membiru, sudut bibir mereka mengeluarkan busa berwarna putih.


"Racun.." seketika para prajurit yang masih hidup itu pun membatu, tentu saja mereka tidak mau menyia-nyiakan hidup mereka dengan menyerang ke arah An Xia.


Pandangan mata mereka pun beralih ke arah Ai Li yang memegang samurai di tangan kanannya, wanita itu masih berdiri di posisi yang sama, pandangannya terlihat sangat datar dan dingin, seketika para prajurit pun langsung menyerang Ai Li dengan membabi buta, saat pedang itu tinggal beberapa jengkal dari tubuh Ai Li, dia pun segera mengelak dengan melakukan gerakan kayang, namun tangannya terlihat mengayunkan samurai yang di pegangnya...


Sreeet...


Sreeet...


Bruk...


Tujuh orang prajurit itu pun langsung terjatuh dan mati dengan mata terbuka, di perut mereka terlihat sabetan samurai yang menganga dan mengeluarkan darah segar.


"Dasar iblis" sekonyong-konyong tuan He pun meluncurkan serangan pada Ai Li, namun sayang nya teknik kecepatan yang di miliki nya tidak sebaik Ai Li, hingga akhirnya Ai Li yang pernah memegang sabuk hitam di dunia pertama nya itu memberikan tendangan dengan memberikan titik fokus pada kepala.


Prak...


Terdengar suara retakan pada batok kepala Tuan He, darah segar menyembur dan tak lama kemudian memuntahkan semua isi kepala nya.


An Xia mendekat dan melihat isi kepala Tuan He dengan penuh takjub.


"Pantas saja pria tua itu bodoh, ternyata otaknya sekecil kutu kucing" ucapnya sambil terus menggerakan kaki nya untuk meneliti dengan pandangan jijik.


Nyonya He yang melihat kematian suami nya yang begitu tragis di depan matanya pun menjerit dengan sangat kencang, dia sangat marah saat ini hingga akhirnya dia pun menyuruh para prajurit yang tersisa untuk membunuh Ai Li dan An Xia.


"Apa kalian yakin ingin membunuh kami? Bahkan nyonya mu itu sudah tak memiliki apa pun untuk bisa bertahan hidup, apalagi membayar gaji kalian? Semua harta nya sudah jadi milik kami dan dia sekarang sama seperti orang lain, hanya gembel" ucap An Xia sambil menunjuk nyonya He.


Para prajurit pun saling pandang hingga akhir nya mereka pun menurunkan pedang nya dan menyarungkannya kembali.


Para pelayan pun mengikuti langkah prajurit yang mulai meninggalkan kediaman itu satu persatu.


Percuma terus bekerja di dalam kediaman keluarga He, toh Tuan besar beserta tuan muda mereka telah mati dan nyonya He sekarang bahkan sangat miskin, tak mungkin bisa membayar gaji mereka.. Pikir para pelayan beserta para prajurit itu sambil terus keluar dari kediaman keluarga He.


Nyonya He terlihat tak terima melihat para pelayan dan juga para prajurit yang meninggalkannya dan langsung berteriak penuh kemarahan


"Berhenti kalian..! Cepat kembali dan bunuh kedua iblis kecil itu untukku, jangan jadi manusia yang tak tahu diri, jika bukan karena keluarga He kami, kalian bahkan mungkin tak akan pernah bisa makan dengan baik. Cepat kembali dan balaskan dendam tuan besar kalian" teriak nya, namun para pelayan dan prajurit itu hanya menoleh sekilas sebelum akhirnya kembali melangkahkan kakinya keluar dari kediaman bangsawan He.


"Ckckck... Lihatlah nenek tua ini.. Dia terus saja berteriak seperti orang sakit jiwa, haruskah aku sumpal mulutnya dengan batu?" ucap An Xia membuat nyonya He menatap tajam pada dirinya.


"Siapa kau sebenarnya? Dan ada dendam apa kau dengan keluarga He kami hingga kau tega membunuh suamiku dengan begitu kejam?" tanya Nyonya He.


"Bukan hanya suamimu saja yang kami bunuh, bahkan putramu yang bajingan itu juga mati di tangan kami" ucap An Xia kembali sambil mendudukkan dirinya pada sebuah kursi


"Keluarga mu telah banyak menyakiti dan juga menyiksa rakyat kecil, sudah sepantas nya jika mereka semua mati" ucap An Xia sambil melemparkan botol berisi minyak tanah, kemudian melemparkan pemetik api.


Duuum...


Duuum...


Duar...


Kediaman keluarga He pun akhirnya habis di lahap si jago merah hanya meninggalkan puing-puing saja.


An Xia dan Ai Li pun segera keluar dari sana diikuti oleh Xin Quan yang masih terbengong melihat tindakan kedua calon kakak ipar nya itu


"Benar-benar iblis cantik" gumam Xin Quan sambil mengikuti keduanya dan mulai menaiki kuda yang di rampas nya dari kediamankeluarga He.


Cring...


Suara logam di lempar, An Xia melemparkan 1 keping tembaga ke hadapan nyonya He sambil berucap "Itu biaya hidupmu yang terakhir, anggap saja aku telah berbelas kasihan padamu agar kau tak perlu memakan rumput di esok hari"


Ketiga nya pun segera menjauh dan meninggalkan nyonya He yang terus menangisi kematian suaminya.