2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 60


Bang...


Pintu terbuka dengan keras akibat tendangan dari seseorang yang kini mengamuk di ruang kerja nya.


Prang...


Prang...


Prang...


Semua barang yang ada di tempat itu pun jatuh terhempas, para pelayan yang berada di luar pun tak ada yang berani untuk masuk dan melihat kekacauan yang di buat majikan mereka.


Saat ini, emosi pangeran keempat tak lagi terkendali, dirinya benar-benar sangat marah saat mengetahui jika pasukan rahasia nya telah di bantai habis-habisan. Terlebih lagi saat tahu jika pembantai itu adalah orang yang hendak di celakainya selama ini, Ai Li dan juga An Xia.


Pangeran kelima dan juga pangeran keenam bergegas datang ke daerah utara kekaisaran untuk kembali membuat rencana susulan, mereka juga sebenarnya kaget dan begitu syok saat mendengar berita dari orang kepercayaan mereka jika pelaku pembantaian itu tak lain dan tak bukan adalah menantu kekaisaran yang terkenal bodoh dan tidak memiliki bakat, An Xia dan Ai Li


"Sial.. Kedua wanita itu bersembunyi sangat dalam rupanya" pangeran ke lima mengepalkan tangannya saat memikirkan kembali semua rencana yang dia buat bersama kedua saudaranya dihancurkan oleh Ai Li dan An Xia.


"Kita harus secepatnya menghabisi kedua wanita sialan itu sebelum dia menghancurkan rencana kita yang lain" ucap pangeran ke enam.


Dia tak lagi bersembunyi di balik topeng baik hati nya, kali ini pangeran keenam menunjukkan sifat aslinya yang tamak dan juga serakah.


"Berapa lama lagi kita akan sampai di daerah utara kakak kelima?" tanya pangeran keenam


"Mungkin sekitar satu hari satu malam kita akan segera sampai disana. Bantu aku untuk memikirkan rencana pembalasan pada kedua wanita gila itu. Kita akan bahas itu saat sampai di tempat saudara keempat" ucap pangeran ke lima.


"Baiklah.. Ku harap kita bisa secepatnya menemukan solusi untuk masalah ini, jangan sampai ayahanda mengetahui semuanya atau semua rencana kita akan gagal" ucap pangeran keenam sambil memejamkan matanya.


Kereta kuda pun terus berjalan melintasi desa demi desa dan hutan demi hutan hingga akhirnya kini mereka telah sampai di daerah utara.


Pangeran keempat yang melihat kereta kuda milik saudara nya itu berhenti di depan kediaman nya pun segera menyambutnya dan langsung mengajak keduanya untuk berunding di ruang kerjanya.


Kali ini ketiga nya bekerja sama secara terang-terangan, bukan hanya untuk menurunkan kaisar Yuan dari tahta tapi juga untuk menghabisi seluruh saudara nya.


Pangeran keenam yang memang memiliki dendam karena sang ibu, selir Xu yang di usir dari istana karena dianggap sebagai pembunuh selir-selir kaisar yang lain.


Sementara pangeran keempat dan pangeran kelima juga memiliki dendam yang sama, karena ibu dan juga kakak pertama mereka yang telah di eksekusi akibat melakukan rencana kudeta dan juga penyerangan terhadap kekaisaran.


Ketiga pemuda itu sibuk mengemukakan pendapat mereka masing-masing tentang jalan yang akan mereka tempuh demu memuluskan semua rencana busuk mereka.


"Dasar bodoh... Apakah mereka pikir dengan rencana kecil mereka itu bisa menghancurkan Queen dan juga keluarganya?" gumam seseorang yang berdiri di kegelapan sambil menyunggingkan senyuman sinis nya.


Pangeran kedua dan juga pangeran ketiga saat ini juga sedang berdiskusi di ruang kerja kaisar, mereka menyadari sepenuhnya jika apa yang di lakukan oleh istri mereka kemarin akan berdampak buruk pada keduanya.


Istri mereka saat ini bisa saja di jadikan sasaran penyerangan dari berbagai pihak, karena telah berani mengekspos kekuatan mereka.


Kaisar Yuan yang menyadari kegalauan kedua putranya pun berusaha untuk menenangkan nya.


"Pastikan untuk menambah penjagaan di seluruh istana ini terutama kediaman para putri dan juga selir, zen yakin jika mereka bertiga akan kembali melakukan sesuatu yang berbahaya untuk kita" ucap kaisar Yuan


Pangeran kedua dan juga pangeran ketiga pun mengangguki ucapan ayah nya, mereka juga merasa yakin jika ketiga saudara tirinya itu pasti telah mendengar berita tentang pembantaian yang di lakukan oleh istri mereka.


"Haruskah kita pindahkan seluruh pasukan Ai Li dan juga An Xia ke istana ini? Mengingat mereka memiliki kekuatan yang lebih besar di banding dengan prajurit kekaisaran kita" tanya pangeran ketiga


Namun di jawab gelengan kepala oleh pangeran kedua.


"Mereka akan tetap berada di barisan terdepan namun bukan untuk menjaga istana melainkan untuk menjaga seluruh kekaisaran" ucap pangeran kedua


"Bukankah putri Xin Qian sangat menyukai pangeran ketujuh? Bagaimana jika kita mengajukan lamaran kepada kaisar Xin untuk nya? Bukankah ini langkah bagus?" tanya pangeran ketiga


Pangeran ketujuh menggelengkan kepalanya tidak setuju, Xin Quan adalah gadis manja dan sangat sombong, dia tidak ingin memiliki gadis dengan temperamen yang seperti itu untuk menjadi istri nya.


"Tidak kakak ketiga, aku tidak setuju. Lagipula semua orang juga tahu seperti apa kelakuan gadis itu, dia terlalu manja dan kekanak-kanakan, gadis itu juga sangat sombong" ucap pangeran ketujuh.


"Aku setuju" timpal pangeran kedua


"Zen juga setuju, panggil kasim Bo untuk segera menulis surat pada kaisar Xin" ucap kaisar Yuan


"Ayahanda.." pangeran ketujuh pun melotot mendengar ucapan ayahnya.


"Kau harus belajar lebih baik lagi putraku, dalam hal cinta dan juga peperangan semua di benarkan" ucap kaisar Yuan


"Tapi ayahanda, putramu ini tidak menyukai putri Xin Quan" ucap pangeran ketujuh kembali.


Ketiga pria itu pun terbahak-bahak mendengar ucapan pangeran ketujuh, apalagi melihat wajahnya yang memberengut karena kesal.


"Tidak akan ada yang memaksa mu untuk menikahi gadis sombong itu adik ke tujuh, dia adalah pion yang akan kita mainkan untuk mengecoh ketiga saudara kita" ucap pangeran kedua


"Itu benar, ketiga saudara kita pasti akan berbuat sesuatu untuk menggagalkan rencana pertunangan ini, dengan begitu mereka akan bentrok dengan kaisar Xin" ucap pangeran ketiga


"Terkadang kita harus menggunakan tangan orang lain untuk mencapai keinginan kita, kau harus belajar lebih giat lagi untuk bisa mengerti taktik dan juga cara cepat untuk menghabisi musuhmu" ucap kaisar Yuan


"Jika mereka bisa berbuat licik, kita juga bisa lebih licik lagi" ujar pangeran kedua.


Akhirnya pangeran ketujuh pun mengerti maksud dan tujuan ayahanda beserta kedua saudaranya itu, senyum nya pun semakin sumringah.


"Baiklah ayahanda, pangeran ini setuju dengan rencana kalian.." ucap nya sambil tertawa terbahak-bahak saat menyadari kebodohannya.


"Ternyata mereka ingin melempar batu sembunyi tangan, ide yang sangat bagus. Aku harus memainkan peran terbaik untuk bisa mendapatkan kepercayaan dari kaisar Xin" ucap pangeran ketujuh..


"Kenapa tiba-tiba tengkuk ku merinding ya? Apa ada seseorang yang merencanakan hal buruk padaku?" gumam Xin Quan yang sedang duduk di taman depan kediamannya sambil terus membayangkan senyum pangeran ketujuh.