
Pangeran keempat beserta pangeran kelima merasa telah menang, mereka pun segera meninggalkan aula rapat dan bersiap untuk kepergian mereka esok hari menuju daerah utara dan juga selatan.
"Pelayaaan.." panggil pangeran keempat dengan suara yang menggelegar
"Hamba yang mulia.." tiga orang pelayan segera datang dan menunduk menunggu perintah dari tuan mereka
"Kemasi seluruh barang-barang ku" ucap pangeran ke empat sambil mendudukkan dirinya di kursi.
"Baik pangeran" para pelayan pun dengan patuh segera menjalankan tugas mereka dengan sangat baik. Mereka menyusun satu persatu pakaian pangeran ke empat ke dalam sebuah peti kayu.
"Sebentar lagi aku pasti bisa menjadi seorang kaisar yang sangat di segani oleh semua kekaisaran dan juga kerajaan-kerajaan kecil" gumam pangeran keempat sambil tersenyum-senyum sendiri.
Banyak hal yang sudah dia rancang dan dia rencanakan untuk penobatannya nanti mulai dari penaklukan kekaisaran terdekat sampai dengan menikahi 100 orang selir, dia lupa jika saat ini dirinya baru saja akan di uji, jangankan untuk menjadi seorang kaisar, dia bahkan belum di angkat menjadi seorang putra mahkota.
Pangeran keempat berjalan menuju kereta kudanya, saat ini hatinya sangat bahagia, dia berpikir untuk menghabiskan malam bersama seorang gadis di rumah bunga.
Pangeran keempat memang di kenal playboy, sudah banyak putri bangsawan yang menjadi korban nya. Dia banyak menghabiskan waktu nya hanya untuk bersenang-senang. Dan tak pernah memikirkan hal yang lain.
Kereta kuda pun sampai di depan sebuah rumah bordir, pangeran keempat berjalan masuk dengan sangat pongah, diikuti oleh dua orang kepercayaannya dia pun melangkah dengan tegap, mengukir senyum dan menebarkan jerat-jerat cinta pada gadis yang di lihatnya.
"Selamat datang di tempat kecil kami yang mulia" seorang mami menyambut kedatangan pangeran keempat dengan senyuman hangat. Hatinya sangat gembira saat sang pangeran melangkahkan kakinya menuju ke tempatnya.
"Siapkan kamar Vip untuk pangeran dan juga beberapa gadis cantik" kepercayaan pangeran keempat yang bernama Gu Min pun melempar sekantung koin pada sang momi dan langsung di tangkap dengan penuh binar dimatanya.
"Tentu yang mulia, kamar Vip terbaik kami akan segera disiapkan" ucap mami itu sambil memanggil para pelayannya untuk mengantarkan tamu istimewa nya ke ruangan Vip.
Dengan segera dia pun mengumpulkan gadis-gadis penghibur disana dan memilih sepuluh orang yang paling cantik yang akan dia bawa langsung menuju kamar Vip yang di tempati pangeran keempat beserta orang kepercayaannya.
Saat pintu vip terbuka, sepuluh orang gadis cantik dengan pakaian tipis dan juga kurang bahan segera masuk dan langsung menggelayut manja pada pangeran keempat, dua orang langsung duduk di samping kiri dan kanannya, satu orang berjalan ke belakang dan memijat bahu sang pangeran, dua orang berjongkok dan memijat kaki pangeran keempat, satu orang langsung menuangkan minuman ke dalam gelas milik pangeran keempat, satu orang langsung mengambil alat musik dan memainkannya, satu orang lagi menyanyi dengan sangat merdu dan dua orang yang tersisa langsung menari dengan sangat erotis.
Pangeran keempat tersenyum dengan puas melihat ke sepuluh gadis penghibur itu, dia pun langsung melemparkan sekantung koin kepada mami nya dan langsung di terima dengan penuh kegembiraan.
"Terima kasih yang mulia, dan selamat bersenang-senang" ucap mami itu sambil menutup pintu vip dan segera keluar meninggalkan tamu istimewa nya.
Sementara di dalam ruangan, pangeran ke empat merasa begitu dimanjakan dengan para gadis penghibur itu, tangan nya mulai menggerayangi tubuh mereka satu persatu sambil tersenyum mesum.
Para gadis itu pun tak mau kalah, mereka menggoda pangeran keempat dengan kecantikan dan kemolekan tubuh mereka, hingga membuat kedua kepercayaan nya itu merinding melihat kelakuan junjungan mereka yang begitu brutal menggilir satu persatu gadis itu sambil meminum arak nya.
Pangeran keempat begitu menikmati pelayanan yang di berikan oleh gadis-gadis penghibur itu, hingga membuat dia terlena dan sejenak lupa dengan tugas nya untuk berangkat ke daerah utara besok pagi.
Sementara itu pangeran kelima saat ini sedang menggoda beberapa orang pelayan di kediaman nya, sudah bukan rahasia lagi jika pangeran kelima acap kali meniduri pelayannya. Mereka sudah terbiasa dengan kelakuan tuan mereka yang sering memperlakukan mereka sebagai pelampiasan hasrat nya.
Sehingga banyak sekali pelayan yang tidak tahan dan mengundurkan diri. Saat ini ada seorang pelayan wanita yang menjadi incaran pangeran kelima, dia merupakan pelayan dari pangeran keenam.
Pelayan yang bernama Mei itu memang terlihat lebih cantik, dia juga sering sekali menggunakan pakaian yang sedikit terbuka untuk menggoda pangeran kelima.
Mei di bayar oleh pangeran keenam untuk menjerat dan menggoda pangeran kelima, karena pangeran keenam memberikan satu peti kecil koin emas membuat Mei pun akhirnya setuju untuk menggoda pangeran kelima.
Pangeran kelima saat ini sedang duduk di paviliunnya sambil menatap dari jendela, dari kejauhan Mei berjalan sambil membawa nampan menuju paviliun pangeran ke enam.
"Shin.." panggil pangeran kelima pada orang kepercayaannya
"Hamba pangeran.." jawab Shin sambil mendekat
"Kau lihat pelayan itu?" tanya pangeran kelima sambil menunjuk Mei yang saat ini sedang berjalan sambil berlenggak-lenggok dengan anggun.
"Itu pelayan Mei pangeran, dia pelayan pribadi pangeran keenam" ucap Shin memberi tahu
"Aku ingin dia melayani ku malam ini" ucap pangeran kelima membuat Shin melototkan matanya, walau bagaimana pun Mei merupakan pelayan pribadi pangeran keenam, jadi tidak mudah untuk menyeret gadis itu ke ranjang tuannya.
"Bagaimana jika pangeran memintanya langsung pada pangeran keenam?" tanya Shin membuat pangeran kelima sesaat mengerutkan kening nya kemudian tertawa terbahak-bahak.
"Kau benar Shin, sepertinya aku harus menemui saudara keenam untuk meminta izin. Hahaha.." ucapnya sambil bangkit dari kursinya dan langsung berjalan menuju paviliun pangeran keenam.
Pangeran keenam saat ini sedang menikmati makanan yang di hidangkan oleh Mei sambil mendengarkan ucapan dari orang kepercayaannya yang bernama Min.
"Jadi saudara kelima ku itu saat ini sudah mulai tertarik pada Mei?" tanya pangeran keenam.
"Benar pangeran, mungkin sebentar lagi pangeran kelima akan segera datang kemari untuk meminta pelayan Mei melayaninya nanti malam" ujar Min
"Hahaha... Sepertinya saudara kelima ku yang bodoh itu sudah masuk ke dalam jebakanku. Min pergilah ke tempat perbudakan, cari beberapa budak lagi yang cantik untuk jadi pelayan di paviliun ini" ucap pangeran keenam memberi perintah.
Min segera mengangguk dan langsung pergi dari hadapan pangeran keenam yang saat ini sedang tersenyum penuh kemenangan.
"Mungkin kau anak seorang permaisuri, tapi jika semua orang tahu sifat busukmu itu, aku yakin ayahanda pasti akan lebih memilihku untuk jadi pewaris tahta nya dan bukan kau, hahaha.." gumam pangeran ke enam dalam hati sambil menyeringai