
Bruk...
Siyi pun terjatuh ke tanah dan langsung menangis sesenggukan, tak lama dia pun kembali berdiri.
Mata Siyi nampak memerah menahan amarah yang kini tak lagi terbendung di hatinya.
"Apa kurang nya aku pangeran? Aku bahkan telah menyerahkan diriku padamu. Sedangkan wanita itu! Hanyalah seorang yang manja dan penuh sandiwara. Dia itu sombong dan sangat memalukan. Apa kau tahu, aku bahkan tak sudi jadi dayang nya dan terus melayani nya. Dia tak pantas untuk mu pangeran" teriak Siyi dengan berang sambil menunjuk wajah Xin Quan.
"Lalu siapa orang yang pantas untuk pangeran kelima? Apakah kau merasa lebih pantas dariku?" tanya Xin Quan
"Tentu saja, akulah yang pantas untuk pangeran kelima" teriak Siyi kembali
Brak...
Pintu sel pun di buka oleh pangeran kelima, sambil menatap Siyi penuh ketidak puasan.
Plak,,,
Satu tamparan mendarat di pipi kanan Siyi
"Lancang..! Itu untuk mu karena berani bicara kasar pada Quan'er" ucap pangeran kelima
Plak...
Tamparan kedua mendarat di pipi kiri Siyi
"Itu karena kau berani kurang ajar dan bersikap sombong pada Quan'er" ucap nya dengan nada tinggi
Plak...
Tamparan ketiga kembali mendarat di pipi Siyi.
"Dan ini untuk menyadarkanmu kalau statusmu itu hanyalah pelayan rendahan, jangan pernah bermimpi terlalu tinggi, jika kau tak mau jadi orang gila. Apa kau pikir aku akan menyukaimu? Kau hanyalah alas kaki bagiku. Tempat mu di bawah, bukan di sampingku seperti Quan'er" pangeran kelima semakin ganas melancarkan serangan demi serangannya...
Bang...
Dia pun menendang perut Siyi dengan seluruh kekuatannya, hingga dayang itu terpental dan menabrak dinding, sudut mulut Siyi mengeluarkan darah segar.
"Sepertinya sia-sia saja aku membiarkanmu tetap hidup. Manusia sepertimu tak pantas untuk di beri pengampunan.. Prajurit! Gantung dia di alun-alun, dan biarkan mayatnya jadi makanan burung pemangsa" ucap pangeran kelima sambil mengelap tangannya yang tadi dia pakai untuk menampar Siyi.
"Tanganku jadi kotor karena menyentuh kulitmu itu, dasar j****g rendahan!" umpat pangeran kelima.
Xin Quan hanya tersenyum sinis melihat bagaimana pangeran kelima telah menghukum mantan dayang nya itu, dia merasa cukup puas dan cukup lega dengan pembelaan yang di lakukan pangeran kelima.
"Aku akan mengantarmu kembali ke paviliun, nanti aku akan kembali menjemputmu setelah selesai membersihkan diri, aku tak mau kau tertular penyakit dari gadis j****g tak tahu malu itu" ucap pangeran kelima sambil mengajak Xin Quan kembali.
Pangeran kedua dan juga pangeran ketiga saat ini memacu kudanya dengan cepat menuju daerah utara, meskipun istri mereka telah melarang, tapi mereka tetap keukeuh ingin menyelamatkan Xin Quan.
Pangeran kedua dan pangeran ketiga juga tak mengerti dengan istri mereka, An Xia dan Ai Li seolah tak rela melepaskan suaminya untuk berangkat ke daerah utara.
Sedangkan pangeran keempat dan pangeran keenam saat ini tengah memikirkan cara untuk merebut Xin Quan dari pangeran kelima, nampak nya kini telah terjadi cinta segi empat di antara mereka.
Xin Quan yang begitu cantik dengan penampilan yang sangat anggun berhasil menyihir kedua pangeran itu hanya dengan menatap pesonanya saja meski dari kejauhan. Hingga keduanya kini terus memikirkan cara untuk menyingkirkan saudara mereka dan merebut hati Xin Quan.
Pangeran keenam yang belum pernah memiliki kekasih kini terus berusaha untuk melakukan sesuatu, dan dia sudah memutuskan untuk mengajak Xin Quan untuk berjalan-jalan dan juga berbelanja.
Kini keduanya harus kembali memikirkan untuk menyingkirkan pangeran kelima agar tak mengganggu rencana mereka, pangeran keenam memang tak memiliki pengalaman tentang bagaimana cara menaklukan hati perempuan, tapi otak licik nya tahu bagaimana cara menyingkirkan saingan cintanya.
Xin Quan sebenarnya telah menyadari hal itu, walau hanya sekilas, Xin Quan telah memahami apa yang terjadi pada kedua pangeran itu.
Dia pun akhirnya merencanakan untuk memanas-manasi kedua pangeran itu dengan bersikap lembut dan juga mesra pada pangeran kelima.
Tok.. Tok.. Tok..
Terdengar suara ketukan pintu di kamar Xin Quan, dengan cepat, pelayan Xin Quan pun segera membuka nya dan membungkuk hormat.
"Salam pada pangeran kelima." ucap nya sambil menunduk.
Pangeran kelima sama sekali tak menjawab salam dari pelayan itu, dia langsung saja melangkahkan kakinya menuju Xin Quan yang saat ini tengah duduk di depan cermin rias nya.
"Kau selalu terlihat cantik seperti biasanya Quan'er.. Tapi entah kenapa, aku merasa jika malam ini kau terlihat semakin menawan" ucap pangeran kelima sambil berdiri di belakang Xin Quan
"Apakah kau selalu merayu setiap gadis seperti itu pangeran? Sepertinya kau begitu berpengalaman dalam menyenangkan hati seorang wanita" ucap Xin Quan sambil berbalik dan menatap pangeran kelima.
"Aku mungkin pria yang brengsek, tapi aku hanya memujimu dan tak pernah memuji gadis lainnya" elak pangeran kelima
"Baiklah.. Jika begitu haruskah aku berterima kasih atas pujiannya?" tanya Xin Quan sambil memiringkan kepalanya.
"Kau tak perlu melakukan apa pun Quan'er.. Karena bagiku dengan kau disisiku, itu sudah merupakan kebahagiaan terbesarku" ucap pangeran kelima.
Nampaknya pangeran kelima memang paling pandai merayu dan juga memuji, terbukti kali ini, Xin Quan pun hampir di buat meleleh oleh nya.
"Baiklah.. Mari kita menuju aula makan, sepertinya saudara keempat dan juga saudara keenam telah menunggu kita" ucap pangeran kelima
Xin Quan pun bangkit dari kursinya, dan berjalan menuju keluar dari paviliun nya diikuti oleh pelayan baru nya.
Pangeran kelima hanya menggelengkan kepalanya pelan, nampaknya kali ini dia harus berjuang lebih keras lagi untuk bisa kembali mendapatkan hati Xin Quan.
Setelah sampai di aula makan, Xin Quan pun di sambut oleh pangeran keempat dan pangeran keenam, bahkan pangeran keempat tanpa malu-malu menunjukan perhatian nya pada Xin Quan.
Dia menarik kursi makan itu dan mempersilakan Xin Quan untuk duduk, seolah dialah kekasihnya. Pangeran kelima nampaknya mengerti dengan tindakan saudara nya itu yang ingin menarik perhatian, segera dia pun melakukan hal yang sama, dan meminta Xin Quan untuk duduk.
Persaingan baru saja di mulai, saat acara makan-makan itu, pangeran ke empat dengan santai nya menyendokkan nasi dan juga lauk dan sayur ke piring Xin Quan, hingga membuat pangeran kelima berdecak sebal.
Sedangkan pangeran keenam menikmati pertunjukkan itu dan membiarkan kedua saudara nya untuk bersaing dan dia yang akan jadi pemenangnya nanti.
...----------------...
Jangan lupa tinggalkan jejak, like, favorit, dan coment. Jika berkenan vote dan hadiahnya juga ya.
Terus dukung author, dan jadilah pendukung terbanyak untuk mendapatkan give away pada tanggal 5 desember 2022 ya.
Uang tunai Rp. 100.000 untuk 3 orang pemenang dan pulsa 20k untuk 7 orang ya.
Happy reading..