2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 63


Pangeran kelima langsung melompat dari gerbang belakang istana kekaisaran Xin dan langsung memacu kudanya kembali ke penginapan.


Hati nya cukup senang setelah bertemu dengan Xin Quan meskipun tak bisa menyelesaikan rencana yang telah di rancang nya karena kedatangan para prajurit.


Dia pun berpikir untuk kembali menemui Xin Quan malam besok nya sekalian membelikan hadiah untuk menyenangkan gadis nya itu.


Sesampainya di penginapan, pangeran kelima pun segera membersihkan diri dan berganti pakaian, tak lama terdengar ketukan di jendela kamar nya.


Tok.. Tok.. Tok...


Pangeran kelima segera melangkahkan kakinya ke arah jendela dan melihat Shin berdiri di hadapan nya.


"Hormat hamba pangeran" ucap Shin sambil membungkuk


Pangeran kelima pun mengibaskan lengan hanfunya dan segera masuk kembali ke kamar nya di susul oleh Shin.


"Apa ada informasi?" tanya pangeran kelima


"Benar pangeran, Kaisar Xin memerintahkan para prajurit nya untuk menjaga paviliun putri Xin Quan dengan sangat ketat, seperti nya akan sangat menyulitkan untuk kita menculik putri Xin Quan jika seperti itu" ucap Shin.


Pangeran kelima pun menopang dagunya, dia memikirkan rencana lain untuk bisa menemui Xin Quan.


Tak lama dia pun menyunggingkan senyuman licik nya sambil melirik ke arah Shin.


"Jika kita tak bisa menemui dia di istana, lebih baik kirimkan surat agar dia datang kesini" ucap pangeran kelima sambil merebahkan tubuh nya pada punggung kursi yang di duduki nya.


"Baik pangeran.." ucap Shin sambil bergerak hendak keluar dari kamar pangeran kelima


"Jangan lupa membelikan setangkai mawar merah untuk Xin Quan, kirimkan ke paviliun nya beserta surat itu" ucap pangeran ke lima dengan mata yang terpejam.


Tampak nya saat ini, pikirannya sedang berada di dunia lain dan memikirkan satu persatu rencana yang telah di susun nya sejak kemarin.


Tak lama pangeran kelima pun bergerak mengambil kertas dan juga tinta, dia berencana untuk menulis surat pada pangeran keempat dan juga pangeran keenam agar segera melaksanakan rencana yang telah mereka susun kemarin.


Pangeran kelima tak ingin membuang banyak waktu dengan percuma, dia akan bergerak cepat untuk mengambil alih kekaisaran.


Saat ini hanya Xin Quan yang bisa membantunya, dengan melibatkan Xin Quan dalam setiap rencananya, dia pun yakin bahwa kaisar Xin pasti juga akan berada di pihaknya.


Rasa kesal dan juga cemburu melingkupi pikiran pangeran kelima saat ini, juga kebencian nya terhadap saudara tirinya yang di nilai telah merebut perhatian juga kasih sayang dari ayahanda nya membuat pangeran kelima gelap mata, dan akan melakukan apa pun untuk membalas dendam.


Sepertinya dia belum juga menyadari jika keberadaan An Xia dan Ai Li di istana membuat pertahanan istana semakin kuat.


Pangeran kelima yang terbiasa di manja oleh ibundanya merasa jika saat ini kedua selir ayahanda nya itu ingin merebut kedudukan ibundanya, baik itu dari segi kasih sayang maupun pemerintahan.


Dia tak akan membiarkan Selir Agung Xiao Anchi maupun selir kehormatan Yun Li menggantikan posisi ibundanya dan menjadi seorang permaisuri dari kaisar Yuan.


Menjelang pagi, para pelayan dan prajurit di istana kekaisaran Xin pun mulai sibuk mengerjakan tugas nya masing-masing.


Shin masih berdiri di kegelapan sambil memperhatikan paviliun Xin Quan, dia akan menyampaikan surat dari pangeran kelima langsung pada Xin Xuan.


Selang beberapa waktu, Xin Quan pun keluar dari paviliun nya menuju taman, di ikuti segerombolan pelayan yang mengirinya.


Xin Quan yang memang memiliki hobi melukis langsung duduk di kursinya, para pelayan pun segera menjauh.


Shin dengan cepat segera menghampiri dan membungkuk di hadapan Xin Quan


"Hormat hamba putri, hamba membawakan surat dari pangeran kelima untuk anda" ucap Shin sambil menyerahkan gulungan surat dan juga setangkai mawar merah yang di pesan pangeran kelima untuk di berikan pada Xin Quan.


Xin Quan pun mengambil keduanya, sambil menghirup wangi bunga mawar yang di terimanya lalu membuka gulungan surat yang di tulis pangeran kelima.


Wajah gadis itu pun terlihat mengernyit kemudian menyunggingkan senyum nya sambil melirik ke arah Shin.


"Katakan pada pangeran kelima agar menemuiku malam ini di sini" ucap Xin Quan


Shin pun nampak tak senang mendengar ucapan gadis itu


"Tapi putri, penjagaan paviliun anda telah di perketat oleh yang mulia kaisar" ucap Shin.


Xin Quan hanya tersenyum mendengar jawaban dari mulut Shin.


"Aku sendiri yang akan mengurus hal itu, kau tak perlu khawatir" ucap Xin Quan sambil bangkit dari duduk nya.


Xin Quan juga memerintahkan pelayannya untuk menyimpan surat beserta mawar yang di terima nya itu di kamar nya.


Dengan segera, Xin Quan pun melangkahkan kakinya menuju ruang kerja kaisar Xin, sedangkan Shin segera kembali menuju penginapan untuk melaporkan jawaban dari Xin Quan pada pangeran ke lima.


Melihat kedatangan putrinya, kaisar Xin pun segera menyuruh nya untuk duduk.


Xin Quan membisikkan sesuatu di telinga kaisar Xin, hingga dahi pria berumur itu pun sedikit berkerut namun akhirnya menyunggingkan senyuman lebar.


"Rupanya putri zen ini sudah dewasa.. Baiklah.. Zen akan menyuruh para prajurit untuk mengosongkan penjagaan di belakang paviliun mu" ucap kaisar Xin sambil mengelus rambut Xin Quan.


Xin Quan pun tersenyum puas mendengar jawaban dari ayahanda nya dan bergegas kembali menuju paviliun nya.


Dia ingin melakukan perawatan tubuh agar bisa tampil menawan di hadapan pangeran kelima. Sepertinya Xin Quan sudah kembali jatuh pada pesona pangeran ke lima, hingga melupakan pangeran ke tujuh.


Langkah kaki gadis itu terlihat begitu riang, sambil bersenandung kecil.


Pangeran kelima tertawa lebar saat mendengar ucapan Shin, dia sudah merasa sangat yakin jika Xin Quan tak akan mau menemui nya di penginapan, dia juga sudah menyiapkan sesuatu agar Xin Quan tak bisa menolaknya malam ini.


Xin Quan telah bersiap menyambut kedatangan pangeran kelima di kamar nya, dia juga menggunakan pakaian yang sangat terbuka dan begitu tipis.


Pangeran kelima menyeringai di kegelapan melihat gadis itu yang terlihat tak sabaran menunggunya, dia sengaja tak langsung mendatangi kediaman nya dan memantau situasi terlebih dahulu dari kejauhan.


Dia tak ingin gegabah mengambil keputusan, dengan santai dia pun mendudukkan dirinya di atas dahan pohon.


Namun pemandangan selanjut nya membuat pangeran ke lima tak bisa lagi bersembunyi dan segera melesat ke kamar Xin Quan.


Dari kejauhan, pangeran kelima melihat seseorang menerobos masuk ke kamar Xin Quan dengan pakaian serba hitam dan pedang panjang di tangan kanannya.


"Sial... Sepertinya ada yang ingin bermain-main denganku" ucap pangeran kelima sambil mengeluarkan pedang nya dan bersiap menebas penyusup yang masuk ke kamar Xin Quan