2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 80


"Apa kau yakin dengan keputusan mu putri Xin Quan? Pangeran kelima memiliki banyak kekurangan, di tambah dia juga ikut melakukan pemberontakkan bersama pangeran ke empat dan juga pangeran ke enam" ucap kaisar Yuan


"Hamba sangat yakin yang mulia, hamba bersedia menerima seluruh konsekuensi nya" ucap Xin Quan dengan mantap.


"Kau tidak akan bisa hidup bahagia bersama pangeran kelima putri Xin Quan, lagi pula ayahanda belum memutuskan hukuman yang akan diterima oleh nya nanti setelah dia sadar" ucap pangeran ke tujuh sambil mengeluarkan semua unek-unek yang ada di hatinya.


"Jika seperti itu, bukankah aku juga harus meminta bayaran karena telah menyelamatkan mu tadi malam pangeran? Bagaimana jika nyawamu yang aku minta sebagai tebusan untuk pangeran kelima? Bukankah itu adil? Aku tidak berhutang apa pun padamu, tapi kau berhutang nyawa padaku" ucap Xin Quan sambil menyeringai


Pangeran ketujuh pun di buat kaget oleh ucapan dari Xin Quan, bagaimana tidak? Xin Quan saat ini menjadikan dirinya tameng untuk menyelamatkan pangeran kelima.


"Di masa lalu pangeran kelima memiliki catatan hitam, tapi tidak berarti bahwa dia akan terus melakukan hal itu, setiap manusia memiliki titik jenuh, dia pasti akan berubah" ucap Xin Quan sambil menyesap teh yang kini ada di tangannya.


"Lalu kenapa kau tidak memberi kesempatan kedua untukku?" tanya pangeran ketujuh


"Di situ bedanya, meskipun pangeran kelima itu bajingan menurut mu, tapi dia adalah pria yang sangat mencintai ku, bahkan dia rela kehilangan segalanya hanya demi membuatku bahagia, jauh berbeda denganmu yang sengaja ingin menyakiti ku dan terus menjatuhkan ku, bahkan kau juga telah menghinaku" ucap Xin Quan


"Aku memilih untuk di cintai oleh pangeran kelima dan menerima semua masa lalu nya dari pada harus bersama denganmu yang aku sendiri tak tahu dengan jelas perasaan mu" ucap Xin Quan.


Semua yang ada di aula pun menoleh mendengar ucapan dari Xin Quan, akhirnya mereka menyadari jika Xin Quan bukanlah orang yang akan memaafkan kesalahan orang lain begitu saja.


"Jika kau berani menyakiti pangeran kelima, aku tak akan segan-segan untuk membunuh mu. Ingatlah.. Kau memiliki hutang padaku yang pasti akan aku tagih suatu hari nanti" ucap Xin Quan sambil beranjak dari tempat duduk nya meninggalkan semua orang.


Kaisar Yuan hampir menjatuhkan rahang nya mendengar ancaman yang di layangkan Xin Quan pada pangeran ketujuh.


"Jadi dia menyelamatkan pangeran ketujuh bukan karena mencintainya, tapi dia butuh seseorang untuk menyelamatkan pangeran kelima? Kau benar-benar membuat zen tertarik putri Xin Quan, siapa pun suami mu, tetap saja kau akan menjadi menantuku, keberuntungan ku" gumam kaisar Yuan dalam hatisambil melebarkan senyum nya.


Sementara kaisar Xin saat ini tengah meratapi dirinya, putri kesayangan nya itu telah berani mengancam dan juga memprovokasi pangeran ke tujuh, bukankah ini hal yang beresiko dan sangat berbahaya?


Kaisar Yuan pun segera angkat bicara, sambil melihat raut wajah kaisar Xin yang seolah terganggu dengan masa lalu putra kelima nya.


"Zen tidak akan memaksa kaisar Xin untuk menerima putra kelima zen, apa yang tadi di ucapkan oleh pangeran ketujuh merupakan sebuah kebenaran, anda bisa mempertimbangkannya kembali sebelum memutuskannya" ucap kaisar Yuan yang langsung di balas senyum manis pangeran ketujuh.


"Syukurlah saudara kelima itu memiliki masa lalu yang buruk, semoga saja kaisar Xin menolak keinginan putri Xin Quan untuk menikahi pangeran kelima" pikir pangeran ketujuh sambil memicingkan matanya.


"Zen tak akan menentang pertunangan ini, jika memang itu yang diinginkan oleh Quan'er, maka itulah keputusan akhir nya" ucap kaisar Xin


Sementara saat ini para prajurit beserta jendral Liu yang di perintahkan untuk memusnahkan pangeran keenam beserta kelompok nya telah kembali.


Mereka membawa satu buah kereta kuda yang di isi oleh pangeran kelima yang sampai saat ini masih terbaring tak berdaya dan belum menunjukkan tanda-tanda akan siuman.


Setelah memberikan laporan pada kaisar Yuan, para prajurit pun segera membawa pangeran kelima menuju paviliun nya, bahkan ketiga pelayan setia nya yaitu Yui, Yun dan juga Mei yang baru datang beberapa hari yang lalu pun ikut pulang bersama ke istana kekaisaran Yuan.


Padahal sebelumnya Mei merupakan pelayan setia pangeran keenam.


Beberapa orang tabib berlalu lalang merawat pangeran kelima, hingga akhirnya setelah dirawat selama dua hari, pangeran ke lima pun kembali siuman.


Mengetahui jika putra nya telah siuman, kaisar Yuan pun segera bergegas menemui pangeran kelima di kediaman nya, untuk memastikan kondisi kesehatan nya saat ini.


Saat kaisar Yuan melangkah masuk, terlihat di dalam kediaman pangeran kelima yang sedang duduk bersandar pada bantal yang di susun di belakang punggung nya.


Di samping kiri nya, Xin Quan dengan setia menemani sambil membawa piring yang berisi bubur, ya saat ini Xin Quan sedang menyuapi pangeran kelima untuk makan.


Kaisar Yuan pun segera mendekat dan melihat keadaan pangeran kelima dari jarak yang lebih dekat lagi.


"Salam ayahanda.." pangeran kelima menunduk tak berani menatap wajah kaisar Yuan.


"Bagaimana keadaan mu pangeran?" tanya kaisar Yuan


"Hamba sudah lebih baik ayahanda" ucap pangeran kelima masih belum mengangkat wajah nya.


"Zen sudah tahu semua yang terjadi di wilayah utara sana, apa kau ingin melakukan pembelaan pangeran kelima" tanya kaisar Yuan sambil menatap tajam putra kelima nya itu.


"Putramu telah melakukan kesalahan ayahanda, mohon ayahanda menjatuhkan hukuman yang berat untuk pemberontak ini" ucap pangeran kelima mengakui dirinya sebagai pemberontak.


"Zen bisa saja memberikan hukuman mati pada mu, hanya saja seperti nya putri Xin tertarik pada mu dan memberikan zen penawaran lain" ucap kaisar Yuan.


Pangeran kelima mengangkat wajahnya dan melihat ayahnya dengan pandangan yang rumit.


Entah apa yang dia pikirkan saat ini, yang pasti pangeran kelima begitu penasaran dengan ucapan dari kaisar Yuan.


"zen akan menghukummu dengan mencabut status pangeran ke lima darimu, dan kau bukan lagi anggota keluarga kekaisaran Yuan" ucap kaisar Yuan dengan lantang.


"Baik yang mulia, hamba menerima hukuman yang di jatuhkan yang mulia, dan hamba akan pergi dari istana sekarang juga" ucap pangeran kelima sambil bangun dari tempat duduk nya dan berdiri untuk memberikan penghormatan terakhir pada ayah nya.


"Pangeran, Yui akan terus mengikuti pangeran, kemana pun pangeran pergi" ucap Yui sambil memeluk pangeran kelima.


"Mei juga akan mengikuti pangeran" ucap Mei ikut memeluk pangeran kelima.


"Yun akan tetap setia bersama pangeran" ucap Yun ikut memeluk pangeran kelima.


"jangan panggil aku pangeran, mulai saat ini aku sama seperti kalian bertiga, hanya rakyat jelata. Panggil aku Jicheng" ucap pangeran kelima sambil memeluk ketiga pelayan nya.


"Dan rakyat jelata itu sebentar lagi akan jadi suami ku" ucap Xin Quan yang ikut bangkit dari kursinya.


Pangeran kelima kaget mendengar ucapan Xin Quan, begitu juga ketiga pelayannya, sontak mereka pun menoleh.


"Apa maksud mu putri?" tanya Yuan Jicheng


"Aku memilihmu sebagai suamiku pangeran Yuan Jicheng, dan aku juga menerima ketiga pelayanmu itu sebagai maduku, kau bisa menjadikan ketiganya selir mu" ucap Xin Quan sambil tersenyum ramah.


Yuan Jicheng pun langsung melepaskan pelukan ketiga pelayan nya dan beralih memeluk Xin Quan.


"Terima kasih masih mau menerimaku" ucap Yuan Jicheng sambil menitikan air matanya.


Hatinya begitu bahagia saat mengetahui pujaan hatinya menerima dirinya yang kini telah menjadi pangeran buangan.


"Persiapkan seluruh barang kalian, kita akan berangkat menuju kekaisaran Xin, satu bulan setelah pernikahan ku dengan Yuan Jicheng, kalian bisa menjadi selir nya" ucap Xin Quan.


Ketiga pelayan itu pun bersujud sambil terisak saat mendengar ucapan tulus yang keluar dari mulut Xin Quan.