2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 90


Bangsawan Liu beserta 24 orang anggota keluarga nya kini saling pandang, mereka tak lagi memiliki kesempatan utuk melarikan diri dari keganasan Xin Quan.


Apa lagi di tambah dengan kehadiran Yuan Jicheng yang ternyata memiliki sifat iblis yang sama seperti istrinya.


Penampilan mereka terlihat seperti sepasang iblis yang saling membantu mencari mangsa.


500 orang prajurit di buat tumbang hanya dalam waktu kurang dari satu jam, apa lagi dengan senjata kecil dan tak masuk akal bagi mereka semua.


Xin Quan tertawa bahagia, hatinya terasa begitu puas setelah berhasil menyiksa musuhnya dengan sedemikian parah.


Yuan Jicheng pun menyeringai menunjukkan jiwa psikopat nya hingga semua orang di buat bergidik ngeri.


Kini mereka hanya bisa pasrah menerima kemalangan yang mungkin akan datang karena kebodohan mereka yang telah membangunkan jiwa iblis Xin Quan.


"Istriku.. Apa kau ingin mencincang daging gadis itu? Akh sepertinya jika sekali-kali merasakan daging manusia juga tak masalah kan? Kalau kau mau, akan ku siapkan panci nya sekarang" tanya Yuan Jicheng sambil menunjuk wajah Liu Wei.


"Suamiku.. Bukankah kau sangat mencintainya? Bagaimana mungkin aku tega menjadikan dia sebagai makanan untuk mu" ucap Xin Quan sambil menggembungkan mulutnya.


"Kurasa aku hanya menginginkan sedikit daging nya saja untuk mengganjal pintu kamar kita agar tak terus berderit" ujar Yuan Jicheng sambil tersenyum penuh arti.


"Astaga suamiku.. Kau benar-benar mesum" ucap Xin Quan sambil menutup wajah nya dengan malu-malu.


Semua orang di buat ternganga oleh kelakuan sepasang suami istri yang absurd dan terus menebar kemesraan tanpa tahu tempat itu.


Bahkan mereka saling memuji dan saling menatap di atas lautan darah para prajurit kediaman bangsawan Liu.


Slash...


Slash...


Slash...


Lima kali tebasan pedang Yuan Jicheng mengenai leher 5 orang anggota keluarga Liu yang tengah terbengong. Tubuh nya langsung ambruk dengan kepala yang menggelinding.


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Glundung...


1 kepala menggelinding ke depan kaki Xin Quan dan langsung di tendang dengan tak berperasaan nya hingga mengenai kepala bangsawan Liu.


"Hahaha.. Kepala nya benar-benar lembut" ucap Xin Quan sambil berjingkrak senang.


"Kau mau lagi?" tanya Yuan Jicheng


Xin Quan pun mengangguk patuh sambil kembali menunggu suaminya menebaskan pedang nya.


Sedangkan seluruh keluarga bangsawan Liu di buat shock, wajah mereka terlihat begitu pucat pasi saat melihat kedua iblis itu saling memandang.


"Harus nya tadi aku tak ikut keluar dari kamar, Liu Wei ini benar-benar gadis celaka" umpat salah satu anggota keluarga bangsawan Liu.


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Dua puluh orang yang tersisa pun langsung serempak bersujud memohon ampun di hadapan Xin Quan dan juga Yuan Jicheng, mereka tak ingin mati konyol seperti yang lain.


"Ampuni kami pangeran, putri.. Kami tak tahu apa-apa. Semua ini adalah rencana kakak pertama kami beserta putri sialannya itu" ucap seorang nyonya yang merupakan istri dari saudara ketiga bangsawan Liu sambil menunjuk Liu Wei.


Semua orang pun bersuara dan menyudutkan bangsawan Liu beserta Liu Wey, membuat ayah dan anak itu semakin ketakutan.


Keringat dingin bercucuran dari dahi hingga tubuh kedua nya.


Ini adalah pertama kalinya untuk bangsawan Liu merasakan ketakutan akan kematian, selama ini dia selalu saja bisa menghukum bahkan membunuh siapa pun yang tidak di inginkannya tanpa memikirkan apa-apa.


"Liu Wei, bukankah kau ingin membunuhku? Kenapa kau malah bersujud seperti itu? Hei.. Lihatlah wajahmu itu! Kau lebih nampak seperti babi di bandingkan putri seorang bangsawan. Benar-benar jelek" ucap Xin Quan sambil mendekat ke arah Yuan Jicheng.


Tangan Xin Quan menggelayut manja sambil menyenderkan kepala nya pada dada Yuan Jicheng.


"Umm.. Tapi mainan di depan kita ini belum habis, ingatlah suamiku.. Kau tidak boleh menyisakan makanan agar tidak mubadzir" ucap Xin Quan dengan nada yang manja.


"Hei.. Aku tak pernah memakan daging busuk seperti itu, biarkan saja mereka jadi makanan untuk pedang ku yang masih lapar" ucap Yuan Jicheng sambil menunjukan pedang nya yang masih bersih.


Xin Quan langsung merebut pedang yang ada di tangan Yuan Jicheng dan dengan tanpa aba-aba...


Slash...


Xin Quan memotong telinga kiri dan kanan Liu Wei hingga gadis itu pun menjerit kesakitan.


"Aakh.." Teriak Liu Wei sambil menatap tajam pada Xin Quan


"Suamiku.. Lihatlah mata gadis itu, dia melotot padaku hiks.. hiks.." Adu Xin Quan pada Yuan Jicheng


"Lalu kenapa istri cantik ku ini tidak mencongkel saja bola mata yang melotot itu? Kurasa itu sangat cocok untuk koleksi gantungan kunci kamar kita" ucap Yuan Jicheng


"Kau benar suamiku, ayo kita sayat tubuh nya untuk kita jadikan keset kaki kamar kita" ucap Xin Quan sambil bergerak dengan cepat mengambil belati di pinggang Yuan Jicheng dan mengacungkan nya pada Liu Wei.


"Tidak... Kau benar-benar iblis Xin Quan, kau tidak berperasaan" teriak Liu Wei sambil memberontak saat Xin Quan berusaha untuk menyayat tangannya dengan belati.


Yuan Jicheng tertawa melihat bibir istrinya yang mengerucut kesal karena Liu Wei terus berontak.


Brak...


Yuan Jicheng memukul kepala Liu Wei dengan tanpa perasaan hingga gadis itu pun tersungkur dan pingsan.


"Ini lebih baik, huh.. Dia benar-benar berisik" ucap Xin Quan kembali sambil tangannya terus mengukir banyak sekali gambar di punggung Liu Wei.


Sedangkan mereka yang tadi bersujud kini mulai naik pitam melihat Xin Quan yang menyayat dan terus membuat ukiran di tubuh Liu Wei.


Mereka pun segera mengambil pedang nya dan bersiap menyerang Xin Quan.


Trang...


Pedang mereka langsung di tangkis oleh Yuan Jicheng, bahkan iblis jantan itu pun langsung menendang rahang musuh nya satu persatu hingga kembali tersungkur.


Darah mulai mengalir dari sudut bibir mereka, apalagi Yuan Jicheng tak tanggung-tanggung memberikan tendangan telak dan berhasil mematahkan beberapa gigi mereka hingga jatuh.


Semua orang saling berpandangan dan bersiap untuk kembali bangkit dan menyerang Yuan Jicheng.


Cetar...


Cetar...


Suara cambuk yang di layangkan Yuan Jicheng berhasil kembali memukul mundur mereka.


Dia bahlan langsung mematahkan leher orang-orang itu dalam sekali gerakan.


Kratak...


Kratak...


Kratak...


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Tubuh mereka pun terjatuh saat malaikat pencabut nyawa datang mematahkan leher mereka tanpa ampun.


Xin Quan bertepuk tangan merasa bangga melihat suami yang di nikahinya itu berhasil membunuh tanpa terluka sedit pun.


"Ayo kita jarah harta mereka, kediaman kita terlalu miskin untuk di sebut kediaman putri kekaisaran" ujar Xin Quan sambil menarik tangan Yuan Jicheng memasuki paviliun orang-orang yang telah di bunuh nya itu.


Dengan tak tahu malu nya, pasangan suami istri itu pun mandi dan berganti pakaian dengan sangat santai, di tangan keduanya kini telah ada 4 karung harta yang telah di rampok nya.


Keduanya pun melenggang keluar setelah mengambil kereta kuda dan menyimpan hasil jarahan nya disana.


"Ayo kita kembali" ajak Xin Quan, Yuan Jicheng hanya mengangguk patuh mengikuti keinginan istri kecilnya.