2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 68


"Bagaimana jika kita berkuda? Mumpung tak ada suami, jadi kita bebas bersenang-senang" ucap An Xia sambil tersenyum penuh misteri.


"Bagian barat kekaisaran ini banyak mainan bagus, sepertinya jalan-jalan disana akan semakin mengasyikan" ucap Xin Quan


"Apa ada hama atau kutu disana?" tanya An Xia berbinar


"Tentu saja, bahkan jenis nya lebih banyak lagi" ucap Xin Quan sambil menyeringai


"Ayo pergi" ajak Ai Li sambil bangkit dari duduknya dan segera melangkahkan kakinya menuju kandang kuda.


"Berikan aku kuda hitam itu" tunjuk Ai Li pada seorang penjaga kuda.


Kaisar Xin yang saat itu berada di tempat yang sama pun mengernyitkan dahinya, kuda hitam itu tak mau di tunggangi siapa pun, dia bisa mengamuk dan menjatuhkan penunggang nya hingga mati.


Dengan tenang, kaisar Xin pun mendekat


"Maafkan zen putri, tapi kuda hitam itu sampai saat ini belum bisa di jinakkan siapa pun, dia bisa saja mengamuk dan menjatuhkan anda nantinya" ucap kaisar Xin dengan sopan


"Tak apa.. Aku menyukainya" ucap Ai Li sambil mendekati kuda itu dan mengelus kepalanya.


"Apa kau mau ikut bersenang-senang denganku? Aku akan memberimu buah-buahan yang segar jika kau mau jadi tungganganku" ucap Ai Li


Kuda itu pun meringkik sambil berdiri, menaikan kedua kaki depan nya seolah sedang berakrobat, kemudian membungkuk membiarkan Ai Li menaiki nya.


Ai Li tersenyum penuh kemenangan dan menaiki kuda itu dengan anggun, semua orang di buat takjub saat melihat Ai Li dengan mudah menaklukan kuda itu, padahal selama ini belum ada satu pun yang bisa menaikinya.


An Xia segera menaiki kuda coklat sedangkan Xin Quan menaiki kuda putih nya, mereka bertiga pun mulai menarik tali kekang kuda masing-masing dan memacu kudanya dengan cepat.


Perjalanan ke bagian barat kekaisaran Xin membutuhkan waktu sekitar 3 jam dengan menunggang kuda, ketiganya saat ini mulai memperlambat laju kuda masing-masing dan mulai terlihat memperhatikan keramaian di sebuah pasar.


Drap... Drap... Drap...


Suara kuda yang melaju dengan kencang, seorang pemuda tampan dengan menggunakan baju bangsawan melewati pasar itu dengan menghentak kudanya agar semakin cepat, semua orang pun menyingkir memberi jalan.


"Minggiiir... Berikan jalan pada Tuan Muda He" teriak seorang prajurit dari atas kudanya.


Tuan muda itu berkuda bersama 10 orang prajurit nya yang terlihat berbadan kekar.


Kesombongan muncul dari wajah nya, namun saat pandangan nya teralih pada Ai Li, An Xia dan juga Xin Quan, tuan muda itu pun mulai menunjukkan tatapan mesum nya.


Kecantikan dari ketiga putri itu telah menghipnotis tuan muda He, yang kini mulai berjalan ke arah ketiganya.


"Sungguh berkah langit yang luar biasa, tuan muda ini sungguh sangat beruntung bisa bertemu dengan tiga nona muda yang sangat cantik" ucap He Tian sang tuan muda keluarga bangsawan He.


Ai Li hanya diam, An Xia mendengus mendengar ucapan He Tian, sedangkan Xin Quan terlihat begitu antusias dan langsung menyunggingkan senyuman manis nya, hingga membuat He Tian berbunga-bunga karena berpikir jika Xin Quan menyukai nya.


He Tian memperhatikan penampilan An Xia dan kawan-kawan dari atas hingga bawah, hingga beberapa kali dia pun menjilat bibirnya sendiri melihat kecantikan mereka.


Xin Quan nampak agak membungkuk, tangan kanan nya merogoh sesuatu yang terselip di pelana kudanya, sedangkan He Tian mendekatkan kudanya ke dekat kuda milik Xin Quan.


Tangan He Tian terulur hendak mengelus wajah Xin Quan yang terlihat sedang tersipu malu, namun belum sempat tangan itu sampai di pipi Xin Quan tiba-tiba


Bruk...


Tubuh He Tian ambruk dengan cepat saat sebuah palu kecil berujung runcing dengan cepat menggempur kepalanya hingga bocor.


Mata semua orang pun terbelalak kaget melihat pemandangan mengerikan di hadapan mereka, Ai Li dan An Xia pun segera turun dari kudanya dan mendekati He Tian.


Para prajurit yang tadi mengikuti He Tian terlihat kaget saat melihat tindakan gadis cantik itu, dia memukul kepala He Tian dengan seluruh tenaga dan seolah tidak merasa bersalah sama sekali.


"Xin Quan.. Apa yang kau lakukan? Lihatlah kepala tuan muda itu sampai bocor.." ucap Ai Li sambil memperhatikan He Tian yang tersungkur di tanah.


Sreet...


Glundung...


Tiba-tiba saja sebuah samurai di pinggang Ai Li terlepas dan langsung memotong leher He Tian hingga putus.


" Astaga.. Ranting kecilku yang malang, lihatlah Xin Quan ini semua salahmu, kau tadi melukai tuan muda itu hingga kepalanya bocor dan lehernya jadi lunak, jadi saja ranting kecilku tak sengaja memotong nya seperti roti" ucap Ai Li sambil melotot horor pada Xin Quan yang telihat acuh..


Dugh..


An Xia pun menendang kepala He Tian hingga menancap pada satu dahan pohon yang besar, tapi terlihat ekspresi keterkejutan di wajahnya.


"Astaga Ai Li.. Bagaimana ini? Sepertinya sepatuku terlalu licin, aku hampir saja tergelincir jika tadi kepala tuan muda itu tak berada di depanku, untunglah sepatu nya baik-baik saja" ucap An Xia sambil terus memperhatikan sepatunya.


Semua orang pun di buat ternganga mendengar ucapan ketiga gadis itu, bagaimana tidak? Wajah cantik mereka tidak sebanding dengan kelakuannya yang seperti iblis kecil.


"Apa tadi dia bilang? Ranting? Jelas-jelas itu samurai" ucap rakyat A


"Tadi dia bilang tergelincir? Bukankah kita semua bisa melihat dengan jelas jika nona muda itu memang sengaja menendang kepala tuan muda He hingga nyangkut di dahan pohon?" ucap rakyat B


"Astaga ketiga iblis cantik ini sungguh mengerikan" timpa rakyat C


"Semoga saja suamiku tak memarahiku mengingat ranting kecil ini telah mengiris daging manusia" ucap Ai Li sambil terus melihat samurai nya.


"Kau benar, semoga suamiku tidak menyalahkanku dan membelikan sepatu baru yang bagus dan tidak licin seperti yang aku pakai saat ini" ucap An Xia dengan mata berkaca-kaca


"Kalian benar, semoga ayah ku tak marah karena telah mengelus kepala tuan muda itu dengan benda kecil dan imut ini" ucap Xin Quan.


Yang menyaksikan kejadian itu pun di buat menangis darah, ketiga nona bangsawan itu sama sekali tak memikirkan nasib tuan muda He yang mati karena perbuatan mereka tapi malah menangisi benda-benda kesayangannya.


"Benda kecil dan imut apa? Itu kan palu" bisik salah seorang prajurit.


"Apa-apaan ketiga gadis itu? Benar-benar iblis mengerikan" ucap prajurit A


"Mengelus apanya? Sudah jelas tadi dia menghantam kepala tuan muda itu dengan palu nya" ucap prajurit B


Ai Li, An Xia dan Xin Quan pun segera berjongkok dan membersihkan senjata mereka dengan hanfu yang di pakai He Tian