
Kaisar Yuan memiliki 9 orang putra dan tujuh orang putri, pangeran ke empat hingga pangeran ke sembilan saat ini masih belajar di akademi sama seperti putri ke lima hingga putri ke tujuh. Sedangkan putri pertama hingga putri ke empat sudah menikah dan ikut dengan suaminya.
Hari ini para pangeran dan putri akan segera kembali menuju kekaisaran, ada yang hanya untuk berlibur, ada juga yang memang sudah menyelesaikan pendidikannya di akademi seperti pangeran keempat pangeran kelima dan pangeran keenam.
Istana sudah di hias dengan sangat meriah untuk menyambut kedatangan para pangeran dan putri, hidangan terbaik pun telah di persiapkan oleh para koki istana.
Saat hari semakin terik, dua kereta mewah pun memasuki kekaisaran dengan penjagaan yang sangat ketat dari para prajurit, rakyat yang melihat kedua kereta mewah itu pun langsung memberi jalan dan bersujud. Pangeran ke empat dan juga pangeran kelima memang sudah sangat terkenal sebagai pangeran yang gila hormat, mereka yang notabene nya putra dari mantan permaisuri Ming Mei itu tidak segan-segan menghukum siapa pun yang tak patuh pada mereka.
Tak lama kereta pun sampai di depan gerbang kekaisaran, kaisar beserta selir agung dan selir kehormatan berada di barisan paling depan untuk menyambut mereka.
Kemudian pangeran kedua, pangeran ketiga, Ai Li dan juga An Xia.
Kemudian di belakang mereka, jajaran para pembesar dan juga pejabat istana pun turut berdiri menyambut kedatangan kembali para pangeran dan juga putri.
Barisan paling belakang adalah para pelayan dan juga prajurit, mereka berjajar dengan sangat rapi untuk mengikuti acara penyambutan.
Setelah selesai, Kaisar pun membubarkan mereka. Para pangeran dan juga putri di suruh beristirahat terlebih dahulu di paviliun masing-masing.
Saat ini pangeran ke empat beserta pangeran kelima sedang berdiskusi untuk menggeser pangeran kedua dan pangeran ketiga dari kemungkinan menjadi putra mahkota.
Mereka berdua berpikir jika kedua kakak tirinya itu tidaklah pantas untuk mendapatkan kehormatan dengan posisi tertinggi, mengingat keduanya hanyalah anak seorang selir.
"Kita harus bisa memastikan jika posisi putra mahkota itu jatuh ke tangan salah satu dari kita. Bukan pada anak selir rendahan itu" ucap pangeran ke empat
"Kau benar, jangan sampai pengorbanan ibunda beserta kakak pertama kita menjadi sia-sia" ucap pangeran kelima
"Ayahanda akan mengumpulkan semua orang besok di aula untuk memutuskan siapa yang akan memimpin di kekaisaran Ming maupun di kekaisaran ini nantinya" ucap pangeran ke empat
"Ya, dan kita harus memastikan jika hanya kita berdua yang akan menjadi kaisar di kekaisaran Ming dan juga Kekaisaran Yuan ini" seringai pangeran kelima
"Apa kau sudah menyelidiki pejabat mana saja yang tetap setia pada ibunda dan juga kakak pertama?" tanya pangeran keempat
"Saat ini tidak ada. Karena ayahanda sudah membantai orang-orang yang membantu ibunda dan juga kakak pertama kita" ucap pangeran kelima
"Apa kau memiliki rencana bagus untuk menyingkirkan kedua pangeran sialan itu?" tanya pangeran keempat
"Tidak, saat ini kita harus tampil sebagai pangeran yang bijaksana dan penuh dengan ketulusan di depan semua orang. Masalah itu akan kita pikirkan kembali nanti setelah kita naik tahta" ujar pangeran kelima yang di angguki pangeran keempat.
Kaisar Yuan segera memulai rapat pagi ini untuk menentukan siapa yang akan menjadi kaisar yang baru di kekaisaran Ming dan juga calon putra mahkota kekaisaran Yuan yang baru.
Para pejabat beserta pembesar istana mengajukan pangeran kedua dan juga pangeran ketiga yang mendapatkan posisi tersebut. Mengingat kedua pangeran itu memiliki kemampuan untuk memimpin dan juga memberantas para pemberontak.
Para perwakilan dari beberapa desa juga menyetujui pendapat dari para pembesar itu, mereka dengan tangan terbuka menerima pergantian kekuasaan itu dengan penuh antusias dan gembira.
Pangeran ke enam yang merupakan putra kaisar Yuan dari Selir Xu tiba-tiba angkat bicara. Dia mulai memprovokasi saudaranya yang lain agar turut protes atas saran yang di ajukan para pejabat dan pembesar itu.
"Yang mulia, bukankah pangeran ke empat dan pangeran kelima lebih pantas untuk mendapatkan posisi itu? Mengingat mereka adalah anak dari seorang permaisuri. Sedangkan pangeran kedua dan pangeran ketiga hanyalah putra seorang selir" ucap pangeran ke enam
"Benar yang mulia, mereka juga merupakan keponakan langsung dari kaisar Ming sebelumnya. Bukankah mereka lebih pantas?" pangeran ke delapan yang merupakan putra dari selir Gu pun ikut memanas-manasi suasana.
Pangeran keempat dan pangeran kelima mulai merasa menang, karena dua orang adik tirinya itu ternyata membantunya untuk Mendapatkan posisi tertinggi.
Berbeda dengan kaisar Yuan yang mengerutkan kedua alis nya pertanda tak mengerti jalan pikiran putra nya.
"Apakah kabar mengenai permaisuri Ming yang berhianat dan di eksekusi di depan istana tidak sampai ke akademi? Bahkan sebelum dia di gantung, zen sudah 2 kali menurunkan posisi nya sebagai seorang selir tingkat rendah dan terakhir zen mencopot status selir nya dan berganti menjadi penghianat. Apakah putra seorang penghianat berhak mendapatkan status tinggi dan posisi tertinggi di kekaisaran?" ucap kaisar Yuan
Pangeran keenam beserta pangeran kedelapan hampir saja melompat dari tempat duduknya karena merasa kaget mendengar kabar itu. Selama di akademi, mereka memang tidak pernah mengetahui kabar dari istana.
Sedangkan pangeran keempat beserta pangeran kelima sudah memerah. Kedua tangan mereka terkepal di balik lengan hanfu nya. Mereka pun merutuki kebodohan ibu mereka yang pada akhirnya membuat mereka berdua tidak bisa naik tahta.
"Ayahanda, tidak peduli siapa pun ibunya. Pangeran ini yakin jika pangeran keempat beserta pangeran kelima tidak memiliki hati dan pemikiran yang picik seperti ibu dan juga kakak pertama mereka. Mohon yang mulia memberikan kesempatan pada mereka untuk bisa mengabdi untuk kekaisaran" ucap pangeran kedua sambil tersenyum tipis, sudut matanya melirik ke arah dua saudara tirinya yang sudah menahan kekesalan.
Melihat tindakan pangeran kedua, pangeran ketiga pun ikut memicingkan matanya. Kemudian mengikuti permainan dari pangeran kedua untuk bisa menguji kedua adik tirinya itu.
"Kakak kedua benar ayahanda, tolong beri kesempatan pada adik ke empat dan adik kelima untuk membuktikan dirinya. Mengingat mereka telah lama belajar di akademi." ucap pangeran ketiga.
Ai Li dan An Xia yang melihat drama yang dimainkan suami mereka pun hanya menatap jengah. Siapa yang tidak tahu jika pangeran ke empat dan kelima itu sangat sombong dan juga arogan? Mereka adalah dua orang yang gila hormat dan gila kekuasaan.
Sedangkan kaisar Yuan yang mendengar ucapan kedua putra kebanggaan nya itu hanya mendesah pasrah.
"Baiklah.. Zen akan mencoba untuk memberi kesempatan untuk pangeran ke empat dan juga pangeran ke lima untuk bisa memimpin sebuah daerah di utara dan juga selatan. Zen hanya memberi kaluan berdua waktu selama 6 bulan untuk membuktikan kemampuan kalian" ucap kaisar Yuan
"Terima kasih ayahanda" ucap pangeran ke empat dan pangeran kelima sambil berdiri dan langsung membungkuk hormat di depan kaisar Yuan.