2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 101


Yuan Jicheng memicingkan matanya mendengar pertanyaan bodoh yang di ucapkan oleh selir nya itu, bukankah sejak awal Yuan Jicheng telah memberi tahu nya jika dirinya tak mungkin bisa berbuat adil pada ketiga selirnya? Lalu kenapa mereka tidak menolaknya dan tetap menerima hal itu? Bukankah ketiga selir nya itu tahu jika Yuan Jicheng hanya mencintai Xin Quan? Dan tak akan menyentuh ketiga selirnya itu? Lalu kenapa dia mempertanyakan kembali sesuatu yang seharusnya dia sendiri sudah mengetahui jawabannya?


"Apa kau lupa apa yang pernah aku katakan padamu selir Mei? Meskipun kalian bertiga adalah selirku, tapi yang ada di hatiku hanyalah putri Xin Quan, satu-satunya istri sekaligus cintaku" ucap Yuan Jicheng sambil menatap tajam wajah Mei yang terus menunduk.


"Bukankah dulu pangeran sangat mencintai Mei? Lalu kenapa sekarang pangeran berubah setelah menikahi putri Xin Quan?" tanya Mei dengan suara yang meninggi.


"Aku akui aku memang pernah memiliki ketertarikan secara fisik padamu, tapi ingatlah satu hal selir Mei! Aku melakukan hal itu padamu saat itu hanya untuk melampiaskan hasrat ku semata, bukan karena aku benar-benar mencintaimu" ucap Yuan Jicheng membuat Mei menangis sesenggukan sambil terduduk memeluk kaki Yuan Jicheng.


"Mei mohon.. Cintai Mei seperti dulu pangeran.. Mei benar-benar mencintai pangeran" ucap Mei kembali sambil memohon pada Yuan Jicheng


"Apa kau sudah gila selir Mei? Apakah beberapa hari tinggal di dalam istana membuat otak mu itu rusak? Aku menerima kalian bertiga menjadi selir ku hanya karena permintaan putri Xin Quan, jadi jangan pernah berharap jika kau bisa memiliki sedikit pun dari cintaku" ucap Yuan Jicheng sambil melepaskan pegangan tangan Mei dari kaki nya dan bergegas meninggalkan gazebo menuju ke paviliun nya untuk menemui istri tercinta nya Xin Quan.


"Kau tak akan bisa menolakku pangeran Yuan Jicheng! Lihat saja nanti! Kau akan bersujud dan mengemis cinta padaku.. Aku bersumpah, aku pasti bisa merebut mu dari Xin Quan" gumam Mei sambil mengepalkan kedua tangan nya.


Setelah mengusap air mata di pipinya, Mei pun segera kembali ke paviliun nya, hatinya benar-benar sangat sakit dan di penuhi dengan dendam, dia akan melakukan segala cara untuk memisahkan Xin Quan dengan Yuan Jicheng.


"Aku harus segera mencari pembunuh bayaran untuk melenyapkan Xin Quan itu! Dia telah menghalangi rencanaku untuk bisa menjadi seorang menantu kekaisaran, aku benci sebutan selir, itu membuat ku terlihat lebih rendah di banding kan Xin Quan." rutuk Mei sambil terus berjalan.


Wush...


Sepuluh orang berpakaian serba hitam melesat dengan cepmenuju paviliun pangeran Yuan Jicheng, mereka berniat untuk membunuh putri Xin Quan atas perintah dari salah seorang selir Yuan Jicheng.


Sedangkan Xin Quan yang telah mengetahui rencana yang akan di lakukan oleh kedua selir suaminya itu hanya tersenyum tipis.


Akhirnya setelah menunggu sekian lama, Xin Quan memiliki alasan yang tepat untuk membunuh selir suaminya itu.


Meskipun saat ini Xin Quan tengah hamil muda, tapi tak menyurutkan semangat nya untuk kembali bertarung melawan para pembunuh bayaran itu.


Dia justru sangat bersemangat dan ingin mengajak anak yang ada di dalam kandungan nya itu untuk membantai orang-orang yang berniat mencelakai nya.


Tap...


Tap...


Tap...


Terdengar langkah kaki beberapa orang di atas atap, Xin Quan hanya mendengus dingin saat menyadari jika mangsanya tak lebih dari sepuluh orang.


Apakah selir suaminya itu tak memiliki cukup koin untuk menyewa lebih banyak lagi para pembunuh bayaran itu? ah.. Sepertinya Xin Quan harus mempertimbangkan untuk menaikkan uang bulanan mereka agar bisa mendapatkan mainan yang lebih banyak lagi.


Sreek...


Terdengar suara jendela terbuka, para pembunuh bayaran itu mulai memasuki kamar Xin Quan dan mengangkat pedang mereka kemudian menghunuskan nya ke arah tempat tidur.


Srek...


Srek...


Suara sabetan pedang beserta beberapa tusukan yang di lancarkan oleh para pembunuh bayaran itu.


Hanya ada bantal dan guling yang disusun menyerupai orang yang sedang tertidur.


"Sial! Dimana wanita itu?" tanya nya entah pada siapa.


Kawan-kawan nya yang lain pun ikut melihat ketempat tidur, dan mengeluarkan reaksi yang serupa.


Sepuluh orang pembunuh bayaran itu pun mengangkat pedang mereka, sepertinya lawan nya kali ini telah mengetahui tujuan mereka datang, mereka pun meningkatkan kewaspadaan nya.


Prok.. Prok.. Prok...


Terdengar suara tepuk tangan tiga kali, Xin Quan muncul dari kegelapan dengan palu kecil di tangan kanannya, tangan kirinya memegang sepasang sumpit perak.


Penampilan Xin Quan membuat para pembunuh bayaran pun menelan ludah nya dengan susah, mereka tak menduga jika musuh mereka kali ini adalah seorang perempuan yang sangat cantik dan penuh dengan pesona.


"Kemarilah cantik! Aku akan mengajak mu bersenang-senang" ucap salah seorang dari mereka sambil menunjukan tatapan mesum nya.


Xin Quan pun tersenyum manis dan segera mendekat ke arah orang itu, sambil berlenggak-lenggok seperti seorang model di catwalk.


"Tentu saja tampan!" ucap Xin Quan membuat para pembunuh bayaran yang lain pun merasa iri pada kawan mereka yang berhasil mengajak Xin Quan untuk bersenang-senang.


"Akh.. Kenapa aku harus berfikiran bodoh? Bukankah nanti aku juga bisa ikut menikmati tubuh nya setelah kawanku itu puas" pikir para pembunuh bayaran yang lain sambil menyeringai ke arah Xin Quan yang terlihat seperti tengah menggoda mereka semua.


Jarak Xin Quan pun srmakin dekat dengan orang-orang itu, hingga akhirnya tangan Xin Quan dengan cekatan dan juga gesit langsung menghantamkan palu kecilnya pada kepala para pembunuh bayaran itu.


Brak...


Brak...


Brak...


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Tiga orang pembunuh bayaran langsung tersungkur dan mati dengan kepala yang bocor, bahkan Xin Quan dengan santai nya mencongkel mata ketiga orang itu dengan sumpit perak yang ada di tangan kirinya.


"Akh... Sungguh hidangan pembuka yang sangat lezat" ucap Xin Quan sambil memijaj leher orang yang sudah mati itu hingga mengeluarkan suara "Kratak"


Tujuh orang pembunuh bayaran yang tersisa pun kaget melihat tindakan brutal dan juga sadis yang di lakukan oleh Xin Quan, bahkan mereka yang merupakan seorang pembunuh bayaran sekalipun hanya menikam perut dan juga jantung mangsanya, atau langsung memenggal nya dengan cepat, tapi lihatlah wanita ini! Dia bahkan memijak kepala kawan-kawan mereka yang telah mati itu tanpa perasaan bersalah sama sekali.


"Dasar iblis, matilah kau bajingan..!" teriak seorang pembunuh bayaran sambil melesat ke arah Xin Quan dengan sangat cepat.


Brak...