
Brak...
Palu di tangan Xin Quan langsung menyambut kepala si penyerang dengan sangat cepat, sedangkan tubuh nya langsung melayang dan kembali menggunakan tangan kirinya yang saat ini memegang sumpit perak untuk menusuk leher orang itu hingga tercipta lubang kecil di kerongkongannya.
Bruk...
Orang itu pun terjatuh dengan darah yang mengalur dari kepala dan juga leher nya.
Xin Quan menyeringai melihat keenam pembunuh bayaran yang tersisa sambil memutar sumpit di tangan kirinya.
Kini semua orang pun mundur, tak mau melawan iblis betina yang sedang mengamuk, sedang Xin Quan sendiri hanya terkekeh kecil melihat ketakutan di mata orang-orang itu.
"Apa kalian takut terhadap ku? Kemarilah.. Kita akan bermain bersama" ucap Xin Quan dengan tangan dan baju yang sudah berlumuran darah.
Dia bahkan tak memiliki keinginan untuk melepaskan ke enam mangsa yang tersisa begitu saja, dan mulai berjalan untuk mengikis jarak di antara mereka.
Xin Quan dengan santai memutar palu di tangannya, meskipun mata nya masih terus memperhatikan gerak gerik dari semua mangsa nya itu.
"Kalian harus nya berterima kasih padaku karena memberikan kematian yang berbeda dari pada yang lain" ucap Xin Quan sambil melesat dengan cepat menerjang ke enam pembunuh bayaran itu.
Tangan Xin Quan dengan lincah terayun terus menerus memukulkan palu kecil pada titik buta musuhnya, sedang kan tangan kirinya langsung memberikan pukulan telak pada mereka, kakinya dengan gesit langsung menendang lutut musuh-musuh nya yang masih terbengong kaget melihat tindakan brutal nya.
Brak...
Brak...
Brak...
Palu kecil itu dengan santai nya membelah kepala para pembunuh bayaran itu, bahkan tendangan yang di lakukan oleh Xin Quan berhasil memukul mundur lawannya.
Sedangkan tiga orang yang telah terkena pukulan palu ala Xin Quan langsung terjatuh di lantai tanpa nyawa.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
Xin Quan kembali memperhatikan tiga orang calon korban nya, dia sudah memikirkan dengan sangat matang metode apa yang akan dia buat untuk menjatuhkan ketiganya, tanpa harus mengeluarkan terlalu banyak tenaga.
Ketiga orang itu pun saling memandang, kemudian mereka mengangguk. Xin Quan menyadari ketidak beresan dari reaksi ke tiga nya dan langsung melemparkan palu dan juga sumpit pada ketiganya.
Para pembunuh itu bangun dengan cepat untuk menghindari serangan yang di lakukan oleh Xin Quan, kini ketiganya berusaha untuk kabur dari kamar itu agar bisa selamat.
Tapi sepertinya ketiganya lupa jika iblis yang ada di hadapan mereka itu mengetahui rencana mereka, Xin Quan dengan cepat menyambar sebilah pedang yang terselip di dinding kamar nya dan langsung menyerang kaki musuh nya.
Crash...
Seperti nya pedang itu terlalu tajam, hanya dengan sekali tebasan, kaki ketiga orang itu pun lansung terputus.
Xin Quan memang sengaja tak langsung membunuh ketiganya, kali ini dia ingin sedikit bersenang-senang terlebih dahulu agar hatinya puas.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
Ketiga orang itu pun langsung terjatuh saat kedua kaki mereka di potong hingga buntung oleh Xin Quan.
Xin Quan dengan santai memungut satu persatu kaki itu, di saksikan oleh si empunya.
Langsung mengayunkan pedang nya dan mencincang potongan kaki itu dengan santai nya.
Bahkan sesekali Xin Quan juga mengambil potongan daging yang di cincang nya kemudian melemparkannya pada pemilik nya.
"Hahaha... Ternyata ini sangat menyenangkan" ucap nya sambil terus saja menginjak potongan daging dari ketiga musuhnya itu.
"Andai saja ini di kekaisaran Xin, aku pasti akan menyuruh para pelayan agar menyiapkan panci untuk membuat sup dengan daging ini" ucap nya sambil membawa potingan daging itu dan menyumpalkannya ke mulut orang-orang itu, hingga mereka muntah dengan mata yang melotot.
Uhuk...
Uhuk...
Ketiga orang itu pun terbatuk sambil mengeluarkan kembali daging kaki mereka yang telah tertelan, sedangkan Xin Quan hanya tertawa layak nya iblis melihat wajah pucat dari ketiga musuh nya itu.
"Apa kalian suka rasa daging nya? Tentu saja, bukankah itu daging kalian sendiri!" ucap Xin Quan sarkas sambil menaik turunkan alis matanya.
Krieeet...
Pintu kamar terbuka menampilkan sosok Yuan Jicheng yang baru saja kembali ke kamar nya.
Mata Yuan Jicheng terlihat menyipit saat mencium bau anyir darah dan banyak nya mayat di kamar nya, apalagi saat melihat ketiga orang pria berpakaian hitam dengan kondisi yang sangat menyedihkan.
"Apakah istriku ini bersenang-senang tanpa mengajak ku?" tanya Yuan Jicheng sambil mendekati Xin Quan dan mengecup kening istrinya itu dengan penuh cinta.
Xin Quan hanya mengangguk kecil, sambil berkedip, tangannya masih memegang gagang pedang besar itu dengan santai.
"Suamiku.. Sepertinya anak kita ingin melihat usus dari orang-orang jahat itu" ucap Xin Quan sambil menunjuk ke arah tiga orang pembunuh bayaran yang kini melotot horor padanya.
"Jika begitu, biarkan suami tampan mu ini yang membongkar dan mengobrak-abrik isi perut mereka untuk nya" ucap Yuan Jicheng sambil merebut pedang dari tangan Xin Quan.
Sedangkan ketiga orang itu hampir saja pingsan mendengar jawaban yang tidak di sangka-sangka dari Yuan Jicheng.
Bagaimana mungkin seorang suami bisa mengatakan hal seperti itu pada istrinya? Apalagi dia dengan senang hati menerima permintaan istrinya itu untuk membongkar usus mereka.
Ketiga orang itu pun mulai mengangkat kembali pedang mereka, meski pun merasakan perasaan sakit dan perih di kakinya, ketiga orang itu berusaha untuk menyelamatkan perut mereka dari Yuan Jicheng.
Badan ketiga orang itu terlihat berkeringat dingin, wajah mereka semakin pucat karena terlalu banyak mengeluarkan darah dari kakinya, apa lagi mendengar permintaan konyol dari Xin Quan pada Yuan Jicheng membuat ketiganya berusaha untuk menyelamatkan nyawa mereka.
"Tunggu, jangan lakukan itu. Dengarkan dulu penjelasan kami! Kami hanyalah orang kecil yang di perintahkan oleh salah satu selir mu untuk menghabisi istri sah mu agar dia bisa menggantikannya. Tolong ampuni kami, dan biarkan kami tetap hidup!" pinta orang itu sambil menelungkupkan kedua tangan mereka di depan dada.
"Benarkah? Lalu selirku yang mana yang ingin bermain-main dengan nyawa istriku?" tanya Yuan Jicheng sambil menempelkan ujung pedang nya pada salah satu leher dari ketiga pembunuh bayaran itu.
"Be.. Benar. Itu benar! Selir Yun yang telah menyuruh kami" ucap ketiganya serempak dengan suara tergagap.
"Oh.. Jadi mantan pelayan ku itu ingin bermain-main dengan nyawa istriku? Itu bagus! Aku akan segera melenyapkan nya setelah kalian mati" ucap Yuan Jicheng sambil menghunuskan pedang nya ke perut salah satu pembunuh bayaran itu kemudian merobeknya dan mengeluarkan seluruh isinya.
"Istriku.. Lihatlah ini" ucap nya sambil menunjukan isi perut orang itu yang mulai berserakan di lantai.
Xin Quan melirik dan melihat nya, kemudian kembali mencincang usus orang yang telah mati itu kembali dengan pisau yang dia dapat di atas meja.
"Apa kalian ingin memakan ini?" tanya Xin Quan sambil menunjukkan usus yang telah dia cincang dengan ujung pisau nya.
Bruk...
Kedua orang itu pun langsung pingsan setelah mendengar ucapan Xin Quan