
Kembali dalam perjalanan, waktu pun membuat hati Asna berdebar, setelah Irham meminta kepala pusat rumah sakit itu, menemui orang yang ingin ia cari. Bahkan tanpa reservasi membuat jantung Asna syok.
'Kenapa Irham bisa menakutkan begini, dia bisa mudah mengatur meminta dokter yang ia inginkan segera turun, astaga apa karena sejak lama berpisah, aku tidak tahu lagi soal Irham. Aku jadi takut, kalau tante Marisa tahu putranya menyinggung hanya karena menolong aku.' batin Asna.
"As, yuk kita ke ruangannya. Paling sepuluh menit dokternya langsung cek kondisi kamu."
"Sepuluh menit, bukannya tadi ada meeting ya? Kok kamu bikin aku takut deh, bisa bisanya ngatur begitu kepala rumah sakit."
"Irham gitu loh, apa sih yang enggak bisa." balasnya.
"Astaga, mulai lagi sikap konyol dan songong Irham yang dulu, yang tidak ia lihat kini ia melihatnya."
Hingga sudah di ruangan Asna duduk, sementara sikap Irham sendiri nampak melihat lihat buku yang berjejer, hingga di meja melihat barang barang dengan nama papan tertera disana.
MD. DOCTOR of MEDICINE. Ir. SP. KK. Patricia Dahmein.
Itulah yang tersemat Asna baca, hingga tak lama seseorang membuka pintu dan tersenyum pada Irham.
"Oh, rupanya si bocah tengik ini yang buat aunty mendadak turun, katakan ada apa kamu datang?" tanya Patricia.
'Aunty .. Jadi dia tante Irham, kenapa aku baru tahu.' batin Asna.
"Aunty, kenalkan ini sahabat baik Irham sejak kecil, tolong bantu masalahnya!"
"Oke .. Salam kenal, saya dokter Patricia. Panggil saja dokter Cia, sebab di rumah sakit ini selalu memanggil nama yang mudah mudah." humornya membuat Asna duduk kembali tenang.
"As, aku ada perlu sebentar. Kamu jangan sungkan ya! Aunty aku keluar dulu."
"Hmm .. Baiklah."
Selepas Irham keluar, Asna membuka syal yang mana memperlihatkan wajah kanannya, dimana sang dokter pun terkejut lalu memegang alat medisnya untuk mengecek.
"Progeria .. Mari ikut aku ke ranjang! Saya cek lebih dulu ya."
"Baik dokter, maaf saya merepotkan."
"Sudah jadi tugas saya."
"Apa sebelumnya pernah ke dokter spesialis khusus, kulit yang di rekomendasikan?" tanya sang dokter.
"Pernah, dokter yang menangani saya memberikan kartu nama, dokter Pattinson. Namun saya belum sempat kesana, sebab Irham .."
Sebab Asna memberikan kartu nama dokter Pattinson pada dokter Patricia, dan tak di sangka mereka saling mengenal dan hebatnya memuji bukan saling menjatuhkan sesama gelar, saat proses pengecekan berlangsung Asna dan dokter Patricia banyak bertukar pendapat dan pembicaraan seputar operasi serta semangat Asna, harus terus kuat.
Hal itu dokter Patricia lakukan mungkin agar sang pasien tidak pupus atau patah semangat, hanya karena wajah berbedanya itu atau penyakit kelainannya itu, hal itu juga dokter Patricia lakukan pada pasien lainnya.
Beberapa saat lamanya Asna dicek, dokter memberikan sebuah perintah kepada rekan sesama dokternya. Terlebih ia keluar meninggalkan Asna untuk tetap menunggu, ternyata Dokter itu berbicara pada Irham terkait penyakit nya yang sedikit kurang baik, jika ia katakan.
Hingga dokter kembali, tak lama Irham pun ikut masuk dan melihat Asna yang tengah memakai syal kembali, lalu disana dokter senyum memberikan sebuah foto hitam berukuran A4.
"Bisa lihat kemari nona!"
"Iya dokter, saya tidak mengerti bisa tolong jelaskan, apa penyakit saya akan parah?" tanya Asna.
Begini .. ( Penjelasan pun selesai dalam puluhan menit. )
Hingga beberapa saat Asna dan Irham pun keluar dari rumah sakit tersebut, setelah mendengar semuanya. Irham merasa bersalah akan wajah Asna yang mungkin kepikiran dan banyak memikirkan hal yang bukan bukan.
"Gimana kalau kita ke pantai, biar kamu bisa fresh." ujar Irham.
"Enggak apa apa, lagi pula kita ke pantai enggak akan bikin wajah penyakit genetik aku membaik kan?" menoleh Asna, membuat Irham tak enak hati.
"Baik, sekarang kamu mau aku antar pulang?"
"Irham .. Sudah saatnya aku ambil keputusan." lontaran Asna, membuat hati Irham sedikit berdebar karena beberapa saat penjelasan sakit Asna, membuat Irham berpikir aneh aneh.
"Oke aku akan dengarkan." senyum Irham.
Penyebab progeria adalah mutasi genetik yang diketahui sebagai lamin A (LMNA). Gen Lamin A ini berfungsi untuk menjaga keutuhan dari inti sel. Ketika terjadi mutasi pada gen ini, tubuh membuat bentuk abnormal dari lamin A yang disebut progerin dan mengakibatkan sel-sel yang di dalam tubuh menjadi tidak stabil, maka jika tidak di operasi akan melebar membuat semua tidak akan membaik dan percaya diri. Tapi saya akan berusaha mencari rekomendasi agar Progeria tidak menyebar ke sel lain. Salah satunya adalah operasi wajah sementara untuk menarik kulit.
Itu adalah penjelasan dokter Patricia yang membuat Asna berfikir diam tak banyak bicara.
"As .. Asna kamu kalau enggak baik, aku antar pulang ya."
"Irham. Aku makasih untuk semua kebaikan kamu, tapi .. Ada baiknya kamu hubungi dokter Patricia, untuk mempercepat operasi. Aku mau segera di operasi, dan setelah itu aku bekerja di kantormu." jelasnya membuat Irham senyum.
"Oke .. Ide yang tepat, senang bekerja sama dengan kamu Asna Wijaya." lirih Irham membuat keduanya saling tertawa, seolah Asna melupakan kesedihannya beberapa saat lalu.
TBC.