Skandal Cinta Ke Dua

Skandal Cinta Ke Dua
Ada Yang Datang


Melupakan kejadian Rain dan Linda, masing masing asisten Asna kala itu. Rain menjelaskan jika Anita adalah orang yang menyamar jadi pelayan di acara peresmian tadi pagi di kantor. Rain juga menjelaskan jika ia sering melihat Anita berada di mall ini, sekedar profesi barunya menurutnya.


"Emang tahu dari mana Anita punya kerjaan jadi cewek BO ..?" tanya Linda.


"Secara mana ada perempuan baik baik, ketemuan manja manja sama cowok tua lanjut diatas 60 an, manis. Elok elok, pergi dan berbeda beda lagi. Gue tahu juga dari temen yang sengaja dia baru tahu akhir akhir ini, kalau cewek suka mangkal di mall area balkon rada genit cari mangsa itu keliatan, beda sama pengunjung lah."


"Oh .. Gitu, baru tahu model begini. Termasuk Pak Rain pernah di goda juga mungkin. Hehehe .."


Linda yang tertawa, tak sedikit Rain juga pamit jika ia harus cepat pulang, meski sesekali kagum akan penampilan wajah Linda dan gaya rambutnya yang pendek sebahu, lurus dengan warna emas keunguan.


"Gue balik dulu ya, sampe jumpa besok di kantor." senyum Rain dan pergi.


Linda terdiam, seolah tersentuh ketika wajah senyuman Rain pamit padanya, sehingga tatapannya buyar menatap punggung Rain yang semakin menjauh, meski sesekali Rain menoleh lagi dan melambai tangan tanda see you.


Sementara di tempat Lain :


Asna yang sudah ada di rumah, bukan tanpa alasan ia memberikan secangkir kopi untuk suaminya, yang sedang menatap layar laptop di dalam kamar. Apalagi saat ini Asna baru saja mandi dan semerbak bunga membuat Irham menoleh ke wajah istrinya itu yang tampil sexy memakai piyama berwarna maroon.


"Kamu goda aku ya?" bisik Irham, yang ranum bibirnya menempel pada jenjang leher Asna yang duduk di sampingnya.


"Eum .. Aku goda kamu, kamu nya aja yang gak bisa tahan. Aku cuma bikinin kopi sama cemilan doang kok, buat temenin kamu lembur."


"Hehe .. Aku sedikit lagi beres, papa udah minta aja nih permintaan Klien nanti. Kamu udah ngantuk sayang, tidur gih kamu pasti capek."


"Oke .. Baiklah istriku, tapi jangan nakal ya! Jangan terlalu ketengah, nanti ada yang bangun." goda Irham membuat Asna mencubit gemas hidung Irham yang mancung kala itu.


( Aw .. Sakit sayang. )


Hingga kembali fokus, layaknya suami istri sesekali bermanja manja dan bercanda romantis, sesekali Asna jadi takut kehilangan sosok Irham, dimana puncak dirinya kali ini mempunyai segalanya, jadi wanita yang berkuasa karena adanya Irham yang membuat hidup Asna kembali berwarna, tidak seperti sebelumnya depresi, sedih dan membatin karena sosok Arga suami pertama yang kini di penjara dalam daftar pencarian di lapas.


"Besok sehari lagi kita bersama, kamu jangan sibuk sibuk ya! Ingat, apa yang aku bilang!"


"Siap bos Irham suamiku, aku ingat kata kata kamu. Kalau ada apa apa tinggal hubungi sesuai perintah, jangan terlalu lelah bekerja dan pantau agar Linda dan Rain bisa handle perusahaan di kota ini, agar aku bisa ikuti kemanapun kamu tugas. Betul kan suamiku ..?" senyum Asna.


"Betul sayang, makasih ya udah jadi istriku." puji Irham.


"Kamu selalu terus puji aku deh, lama lama aku terbang tahu enggak. Aku merasa ratu atau putri kerajaan yang sedang ke sasar di dunia di tolong oleh raja pengganti, kamu kenapa aku takut dan aku jadi gak rela besok kamu udah pergi, padahal .."


"Kita akan terus bertemu, hanya seminggu dua kali. Aku harap kamu jaga diri kamu ya sayang!"


Asna pun mengangguk, hingga dimana sebuah bel berbunyi tepat di depan pintu kamarnya, yang membuat wajah Asna dan Irham yang tadinya makin dekat jadi menjauh melihat bersama ke arah pintu.


TBC.