Skandal Cinta Ke Dua

Skandal Cinta Ke Dua
Zack Mengetahui Hasna


Langkah kaki Asna saat ini benar benar teruk, entah kenapa jabatan nya kini di ketahui orang lain, yang Silvi katakan memang ada benarnya.


Menuju Lift, langkah dan pandangan Asna saat itu terlihat sangat tegas, tanpa menunduk atau pun menoleh ke arah orang lain yang seolah hormat, sebab bukan tanpa alasan tatapan dingin Asna tanpa senyum membuat karyawan resepsionis dan security pun sedikit takut, apakah owner perusahaan PT Nusa Sakti sedikit kejam, meski seorang wanita.


'Cantik owner baru kita, tapi aku tetap saja takut setelah ini.' bisik bisik mereka yang selentingan di dengar Asna saat menunggu pintu lift terbuka.


Terlebih pikiran Asna adalah perkataan Silvi yang akan segera terbang ke Amsterdam, untuk mengadukan semua ulah Asna Wijaya yang berbohong karena memakai nama Bahrain. Asna tahu, bagaimana baiknya tante Marisa, tapi soal hal kecil nama Bahrain akan menjadi rumit kedepannya, sebab tante Marisa selalu perhitungan antara bisnis dan pribadi, apalagi janjinya pada beliau selalu Asna tepati dan jaga hingga kini.


Tlith.


Lift menuju lantai 6, dimana Asna keluar dan terlihat Zack sudah menyambut dengan beberapa staff lainnya, seolah menanti kedatangan Asna sejak dari tadi.


"Maafkan saya tuan Zack, saya sedikit terlambat."


"Tidak perlu canggung bu Hasna, ayo masuk!"


Asna dan Zack di dalam kantor, mengurus banyak surat yang di tangani oleh masing masing asistennya, yakni Linda dan Rain yang sedang memindahkan dan mencap jempol hak paten PT Nusa Sakti.


"Semuanya sudah beres, saya serahkan yang lain oleh bu Hasna." ujar Zack senyum, sebab ia merasa diuntungkan. Dengan di rumah saja, income masuk tetap mengalir, tanpa memusingkan perusahaannya stabil atau sedang turun


"Terimakasih atas kerja sama dan keluasannya, saya merasa tersanjung! Karena pak Zack sudah mempercayakan atas kekeliruan saya saat di proyek."


"Jika bu Hasna tidak protes, saya pasti akan kecolongan kedua kalinya, bahkan kerugian yang benar benar tidak tahu sebesar itu, perhitungan analisa bu Hasna benar benar tajam."


Zack pun melirik Rain, yang terlihat sedikit lesu. Sebab ia sudah tahu, seluruh karyawan dan dirinya akan berakhir, dan mungkin ini pertemuan di kantor adalah yang terakhir kalinya.


"Kenapa dengan asisten anda pak Zack, apa sedang ada masalah?" tanya Hasna.


"Ah begini, mungkin karena hari ini terakhir. Sebab semua karyawan dan staff memang terakhir hari ini, orang orang saya pekerjaan sudah berganti oleh orang dari bu Hasna." jelas Zack.


"Benar juga .. Tapi, sepertinya saya membutuhkan pak Rain, yang saat itu Tuan Zack katakan, jika dia asisten handal yang benar benar kompeten, jujur dan sejak PT Nusa Sakti berdiri bukan begitu?"


"Ah benarkah, bu Hasna akan tetap memperkerjakan saya?" sambar Rain, yang di tatap Zack, membuat Rain meminta maaf.


"Rain, saya tahu kamu. Kamu orang yang kompeten, dan tidak mudah membesarkan 4 anak, seorang diri. Tugas pertamamu, keluarkan nama nama di berkas yang saya beri. Termasuk nama Anita dan Arga, dia utama yang harus saya pecat, suruh dia menemui saya untuk di hukum dengan kasus korupsi kerugian kantor NUSA SAKTI."


Deg.


"Tapi, sudah seminggu ini dia tidak kelihatan. Bagaimana ..?" terdiam Rain.


"Ini adalah tugas pertamamu, jadi tolong jangan mengatakan bagaimana mungkin, sebab jabatan Arga bisa saja saya berikan pada Mu, jika tugas pertama ini kamu selesaikan. Apalagi asisten, saya sudah ada Linda, jadi tidak membutuhkan Asisten lagi." jelas Hasna membuat mata Rain berkaca kaca.


"Kesempatan bagus Rain, saya juga tidak perlu asisten. Saya hanya di rumah saja, income masuk. Mau apa lagi, saya hanya membantu mempromosikan nama kamu." tambah tuan Zack, membuat Rain bersyukur.


"Terimakasih pak Zack, bu Hasna. Terimakasih sudah mempercayakan saya!!"


"Kalau begitu segeralah, lakukan tugasmu pak Rain. Jangan buat kami kecewa, segeralah keluar untuk memanggil semua staff dan karyawan lain berkumpul."


Rain pun senyum serta pamit, dimana Hasna dan Zack kini berada berdua saja, ketika ia meminta Linda untuk mengawasi Rain.


"Linda, tolong bantu Rain di luar!"


"Baik bu Hasna."


Sementara di ruangan itu, Hasna pun berjabat tangan pada tuan Zack, dan memberi satu rahasia. Yang mana, pak Zack harus merahasiakan jati dirinya dari Rain, sebab dengan begitu semua usaha tetap berjalan dengan lancar. Zack yang terkejut akan karyawan kompeten setelah Rain, tidak sangka ia membeli perusahaannya.


"Baiklah Tuan Zack, saya pamit. Anda tetap bos bagi saya!" senyum Asna.


"Dan kau adalah owner era baru yang menyelamatkan finansial saya dan para karyawan lainnya yang tidak jadi pengangguran. Kamu tetap wanita hebat Asna Wijaya." lirih Zack, berjabat tangan.


Dan saat ini, Asna keluar dari ruangan Zack, dimana ia melihat Rain telah mengumpulkan banyak orang, dan satu matanya tertuju pada sepasang sejoli yang baru saja tiba, hal itu pun membuat mata Rain senyum miring, karena tidak perlu mencari mangsa, umpan nya saja sudah lebih dulu hadir.


TBC.