Skandal Cinta Ke Dua

Skandal Cinta Ke Dua
Perasaan Yang Serba Salah


Tidak ada yang tahu, apa yang saat ini di pikiran Asna. Saat ini Asna berkutat dalam sebuah monitor, dimana ia ingin menemui seseorang, segera merapihkan berkas dengan cepat, begitu seseorang datang ke ruangannya. Apalagi harus tetap tenang menemui dua sejoli yang sedang di mabuk asmara nantinya.


"As, ini berkas nanti kamu bertemu dengan pak Zack, kamu yakin sudah siap bertemu ..?"


"Irham aku sudah sangat siap, sudah sangat lama aku menantikan semua ini, sebaiknya kamu jangan lupakan hubungi Silvi. Semalam aku minta maaf, karena jadi salah paham, hubungan kita juga memang sebatas kerja sama tim kan."


"As .. Kamu salah paham, soal semalam. Aku minta maaf, biar aku jelaskan semuanya, kamu pasti salah tangkap soal Silvi."


"Ir .. Ini sudah waktunya, kita di kantor. Untuk saat ini kita bahas soal kantor saja."


"Baiklah, ayo ikut ke mobil, satu mobil dengan aku saja. Kita temui pak Zack di PT NUSA SAKTI, baru aku ke bandara."


"Aku ikut di mobil Linda saja, semua berkas di pegang olehnya, ini lebih mudah bukan. Aku merasa tidak etis jika bersama dengan owner sesungguhnya. Lagi pula, aku hanya cangkang saja, aku tidak mau Silvi nanti membuat ulah, apalagi nanti ia bicara dengan .." terdiam Asna.


"Bicara dengan siapa As?"


"Ayo kita sudah terlambat pak Irham. Bukankah kamu akan terbang tiga jam lagi, klien di Amerika sudah menunggu bukan." senyum Asna, memotong pembicaraan.


"Baiklah, setelah urusan ku selesai aku akan kembali meluangkan waktu, kamu harus tetap percaya diri, dan proses Nusa Sakti, aku yakin kamu bisa handle."


"Terimakasih atas kebaikan kamu Irham, kamu selalu percayakan semuanya sama aku. Tapi bagaimana nanti jika Silvi adukan kamu soal namaku jadi Hasna Bahrain, aku takut nanti keluarga Mu salah paham. Sebab .."


"Aku akan atasi semua itu, urusan itu aku pastikan aku tangani, yang aku mau kamu percaya sama aku. Silvi bukan tunangan aku, dia tidak seperti yang kamu dengar semalam. Dan aku tidak pernah punya hubungan apapun sedikit pun dengan wanita manapun, apalagi Silvi."


Asna hanya senyum penuh pertanyaan, bukan tanpa alasan semalam adalah hal yang indah ia melepas bahagia ketika berada di wahana komedi putar, namun kedatangan wanita yang sengaja mencari Irham, membuat mata Asna terkejut, karena melabraknya dan membodohi semua klien jika ia adalah adik Irham, yang jelas Silvi tahu tidak ada nama Hasna Bahrain di dalam keluarga Bahrain. Silvi juga mengatakan jika ia akan adukan pada tante Marisa, soal kebohongan Irham yang memalsukan identitas yang bukan keluarga Bahrain, yakni Asna Wijaya seorang wanita pembohong.


"Aku tidak akan mencampur kan urusan pribadi ku dengan di kantor, tapi satu hal kamu harus tahu Asna. Sampai kapanpun, kamu adalah kebahagian yang aku sendiri tak pernah anggap kamu beban, dan direpotkan." lirih Irham, membuat hati Asna ingin menjatuhkan air mata.


As .. ( lirih Irham, yang begitu sakit dan melihat wajah Asna yang terlihat tetap pergi, tanpa sepatah kata pun.)


Asna yang kini sudah di mobil bersama asistennya, yakni Linda orang kepercayaan Irham di Amerika. Ia hanya terdiam, tak berkata apapun, sebab sikapnya memang berubah sejak tadi pagi, tanpa Linda ketahui. Seolah ingin berbicara saja, bu Hasna terlihat enggan menanggapi dan kurang mendengar apa yang Linda katakan, jadi ia lebih baik diam beberapa saat.


'Irham .. Kamu terlalu dalam menyayangiku, tapi jika aku membuka hati. Sangat sulit, kita selalu jadi sahabat terbaik. Benar perkataan Silvi, jika aku menerima kamu dan membuka hati, aku wanita tidak tahu diri. Sebaiknya aku harus jaga jarak denganmu, aku harus punya kesibukan di luar perusahaan mu Irham.' batin Asna bergumam.


Entah sejak semalam hingga kini perasaan dirinya benar benar tidak enak, apalagi Irham akan pergi ke Amerika tanpa basa basi yang lembut, dengan sikap seperti ini membuat Asna tidak nyaman.


'Sebenarnya aku kenapa sih, kenapa aku merasa tidak punya perasaan kala Irham bicara aku tidak menjawabnya. Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan?'


Dan saat ini, kata kata Linda menyadarkan lamunan Asna.


"Bu Hasna, apa ibu baik baik saja?" tanya Linda.


"Eh .. Ya .. Ada Apa Linda?" tanya balik Asna.


"Kita sudah sampai bu Hasna, sejak sepuluh menit lalu." lirihnya membuat mata Asna kaget dan menatap sekeliling.


TBC.