Skandal Cinta Ke Dua

Skandal Cinta Ke Dua
Bernegosiasi Pada Owner


Hasna yang kali ini di kunjungi Irham, ia setelah dari rumah makan sederhana kesukaannya, mereka berdua kembali berbincang di dalam mobil. Mobil pun melaju tak tahu jika ada Arga di ujung sana sedang memperhatikan, sebab rumah makan yang akan di kunjungi Arga pun, memang di belakang gedung yakni warung makan yang cukup strategis di perkotaan.


Tlith .. ( Nomor yang anda tuju, berada dalam luar jangkauan )


Mata Arga semakin kesal, ia benar benar gila jika Anita kelak juga akan membohonginya, yakni menipu dirinya dan membawa kabur uang hasil menggadaikan sertifikat rumah pada rentenir. Dimana proses nya hanya mudah dan tidak berbelit seperti di bank yang jelas, Arga benar benar membutuhkan itu.


'Dimana sih kamu Nit? Aku benar benar gila jika kamu beneran pergi, dari malam kemarin sulit sekali menghubungi kamu.' batin Arga bergumam.


Dan untuk kali ini, bukan tanpa alasan sikap Arga yang semakin ricuh, kesal bercampur emosi. Ia pun berniat mencari Anita ketempat teman teman atau sekilas tongkrongannya, atau bisa saja Anita kali ini ada di kantor. Namun jika di kantor ia bertemu Rian, bukan tanpa alasan hidup Arga akan semakin terpojok karena sudah ketahuan masih mengelak, sebab dalang semua ini karena kecerobohan Anita yang lupa membakar map audit aslinya, bagi Arga yang menimbulkan masalah setelahnya.


"Dua Nasi kaya biasa, di bungkus ya pak!"


Arga setelah memesan makanan, ia segera ke minimarket untuk membeli bahan bahan sang ibu butuhkan, sebab hanya ini mungkin yang bisa ia lakukan, berharap esok nya sang ibu bisa melewati hari hari tanpa dirinya, yang mungkin bisa saja kehilangan pekerjaan, yang mungkin menerima takdir ia akan di penjara.


'Tidak .. Aku tidak bisa masuk penjara, aku tahu! Lebih baik aku minta jelaskan pada Anita, lalu meminta uang dan kabur. Mencari pekerjaan yang mungkin hidup lebih baik, meski harus dimulai dari nol.' gumam Arga kali ini berbicara sendiri, tanpa menoleh melihat orang lain serasa aneh melihat tingkah Arga yang bicara sendiri bak orang sedang frustasi.


Arga kembali pulang, dimana sang ibu sedang menyapu lantai, dan mencoba merapihkan beberapa bungkusan makanan yang belum di buang.


"Bu .. Arga bawain makanan untuk ibu."


"Ya, Arga kamu kok bisa hidup dengan jorok begini, kenapa sampah kaya begini enggak langsung di buang ke tempat sampah. Emang kamu enggak kasih tahu istri kamu, supaya bisa jaga rumah lebih bersih?" tanya Febi.


"Iya nanti Arga kasih tahu Anita bu. Tolong maklumi ya bu, sebab kan kita sama sama kerja dan masuk pagi. Jadi kadang enggak sempat."


"Haduh .. Dasar kamu ini Arga. Oh iya, udah bisa hubungi Anita sekarang dimana dia?" tanya Febi, membuat Arga diam dan sedikit berbohong.


"Sudah bu, kebetulan Anita sedang meeting. Dia terlambat pulang." jawab Arga sekenanya, padahal ia juga sama sama ketar ketir ketakutan, jika Anita membawa kabur uang dari Bang Emok.


Beberapa jam kemudian, Arga meminta sang ibu istirahat karena ia akan pergi.


"Arga tapi kamu pulang kan, ibu enggak mau tidur sendirian disini?"


"Bu, kunci saja rumahnya. Jangan terima tamu siapapun yang enggak dikenal, Arga udah stok makanan selama beberapa hari, ibu baik baik ya! Arga pamit, ada banyak kerjaan yang harus Arga lakukan dan lembur beberapa hari akan nginap di kantor. Jadi ibu jangan khawatir." senyum Arga, kala itu.


Febi merasa khawatir akan sikap putra satu satunya itu, bertingkah aneh yang seolah ingin pergi jauh saja. Hal ini membuat Febi mencoba meraih ponselnya dan mengirim pesan pada mantunya itu.


( Nita, kamu dimana? Ibu tinggal di tempat kalian ini, ibu pakai kamar kamu ya! Kamu tolong balas pesan Arga suami kamu dari tadi cariin kamu, kamu juga enggak aktif ibu hubungi. Kemana aja sih kamu Anita? ) pesan Febi saat itu pada Anita.


***


Sementara Hasna kali ini ke kantor pusat PT NUSA SAKTI, dimana ia menemui Zack si owner langsung. Hasna membeberkan banyak bukti soal kinerja Arga Kusuma selama dua tahun terakhir, bahkan saksi dari rekaman mandor di proyek, juga bukti bukti pembelian aset rumah dari dana 2 Proyek, bahkan dalam setahun di curiga kan semua aset sangat besar di korupsi.


"Bisa saja kan dia membeli villa puncak, dua rumah dan beberapa barang branded dari history bank yang dipakai Arga, jumlahnya hampir sebanding, apalagi dengan proyek lain yang mana menyangkut pribadi, dia menikahi sekretaris diam diam, dan owner sendiri tidak tahu, bukankan suami istri di larang untuk bekerja dalam satu perusahaan dan satu owner?" ujar Hasna, membuat Zack menghela nafas.


"Saya akan segera menindaklanjuti Arga, saya juga kecewa atas laporan dan bukti bukti yang valid. Ini membuat saya salah mempercayai orang, ternyata orang yang saya kasihi dan percayai, menusuk dan mencuri banyak uang perusahaan." jelas Zack.


"Lalu kesimpulannya bagaimana pak Zack? Saya akan mengakuisisi perusahaan pt pak Zack, dengan satu syarat."


"Syarat .. Apa itu Bu Hasna?"


"Banyak orang anda, akan saya ganti dan seluruh kegiatan peraturan perusahaan anda akan saya kaji ulang, jika tidak efisien akan saya rubah total. Dan anda hanya menerima income 2 % saja dari pihak kami, tanpa campur tangan lagi. Anggap saja sedang membeli perusahaan anda, tapi saya ingin yang bermasalah masuk BUI." jelas Hasna membuat owner tertegun.


Deg .. ( Kaget Zack )


TBC