Skandal Cinta Ke Dua

Skandal Cinta Ke Dua
Depresi Ingin Bunuh Diri


Asna yang sudah berada dijalan menuju bandara, langkahnya terhenti ketika Irham sedang mengecek tiket dan Asna diminta menunggu. Namun bukan tanpa alasan, Asna melirik sebuah ponselnya sebelum di mode pesawat, yakni terlihat asisten membicarakan jika ada seorang ibu paruh baya yang ingin melamar pekerjaan, karena melihat sebuah berita dari tetangga.


"Kenapa sayang, kamu lihat apa?"


"Kata bibi, ada yang melamar pekerjaan. Emang kita butuh orang ya mas?" tanya Asna.


"Coba aku lihat pesannya, benar sih tempo lalu aku minta orang, buat beberes bagian gudang rumah belakang, karena kan rumah sebesar itu sayang kalau enggak ke rawat kan."


"Ya udah, aku balas pesan bibi dulu aja kali ya, bilang kalau suruh 3 hari datang lagi ke rumah."


"Oke, sini aku bawain tas kamu ya!" senyum Irham, dimana Asna mengutak ngatik ponselnya untuk memberi kabar.


Dan Asna pun setelah membalas, ia segera mematikan ponselnya. Dimana Asna dan Irham akan menuju luar negeri untuk perjalanan bisnis dan acara mereka di kantor yang berada di luar negara.


Sementara di kediaman Asna, terlihat sekali Febi merasa ingin melangkah, dimana ia harus kembali tiga hari kemudian.


"Bu, tolong. Saya kerja langsung juga gak apa apa kok, yang penting ada makan aja enggak apa apa."


"Duh, maaf bu Febi. Saya meski udah lama disini, saya kan enggak tahu ibu gimana asal usulnya. Saya juga kepengen bantu, tapi kata majikan di suruh tiga hari lagi datang. Belum lama majikan keluar soalnya, dan baru kembali hari selasa depan." jelas Ica asisten rumah.


"Ada apa ini bi Ica?" tanya Asep sang supir yang baru saja kembali.


"Ini ada yang mau kerja, tadi saya coba hubungi bu Hasna. Katanya suruh nunggu tiga hari lagi."


Deg ..


'Hasna .. Apa jangan jangan dia Asna mantan menantu ku dulu, jadi rumah besar ini rumah kediaman barunya? Ah .. Benar benar malu, bisa bisanya aku harus dipermalukan oleh keadaan, jadi dia menantu ku dulu yang baik, yang aku sia siakan. Hidupnya sejahtera kali ini apalagi suaminya terlihat baik terhadapnya.'


"Bu Ica, apa benar ini rumah Asna Wijaya? Yang punya perusahaan Pt Nusa di depan mall itu ya?"


"Baiklah, makasih ya. Kalau gitu saya pamit dulu, lain kali aja saya kemari lagi." pamit Febi, dimana kali ini nampak asisten Ica dan Asep kebingungan.


'Aneh tadi maksa pengen kerja, sekarang pamit. Huh ..' gerutu Ica, sementara Asep menutup gerbang rapat rapat.


Febi merasa sedih, ia benar benar kebingungan. Langkahnya sudah tak tentu arah, apalagi kehidupannya esok atau lusa sudah tak ingin tinggal bersama Anita si menantu durhaka, apalagi dia itu sangat kejam dan pelit untuk urusan hal kecil.


Hingga kali ini, nampak sekali Febi merasa menyesal, apalagi melihat BALIHO dengan foto perusahaan yang disana ada foto dan wajah Asna Wijaya.


'Dulu aku hina kamu Asna, karena asal usul kamu tidak jelas, penyakit kamu yang aneh membuat ibu merasa malu mempunyai menantu seperti mu, tapi kali ini ibu merasa tertampar karena semua ini seolah karma, jadi dibandingkan ibu harus bertemu kamu lagi untuk kesekian kalinya, dan malu dengan keadaan ini. Lebih baik kamu tenang dan hidup bahagia, sementara ini. Mungkin ini adalah jalan terbaik untuk dosa yang sudah banyak ibu lakukan pada kamu, biar Arga urus hidupnya sendiri. Ada atau tidak, dia putra yang cuek terhadap ibunya. Menyesal ibu telah jahat sama kamu, padahal kamu paling perhatian dan tidak sayang pada ibu." lirih Febi, yang menoleh ke atas BALIHO PT Nusa Bahrain.


Sementara dari arah lain, Arga melihat seorang ibu paruh baya yang mirip dengan ibunya, sudah beberapa kali ia mencari ibunya. Berniat ingin kabur dari dunia ibu kota, tapi ia melihat samar samar baju dan semuanya mirip seperti ibu Febi, yang di sana terlihat berdiri di jembatan layang.


'Astaga .. Ibu, ibu ngapain diri di tengah tengah jembatan, menghadap jalan?' syok Arga, ia segera berlari, melupakan kaki pincang bohongan dengan pakaian gelandangan bolong bolong.


Ibu ..


Ibu ..


Ibu .. Jangan lakukan itu bu!! Teriak Arga, yang mana kali itu terlihat banyak mobil berhenti di tengah jalan melihat arah seseorang yang ingin bunuh diri.


Arga nampak tidak peduli dengan teriakan namanya ..


INI ARGA BU .. TOLONG TURUN BU!!


Teriakan Arga, tak begitu lama di sorot sebuah tayangan live pada kerumunan orang, dimana Arga melupakan dirinya adalah DPO ALIAS BURONAN YANG LEPAS ALIAS KABUR.


TBC.