Skandal Cinta Ke Dua

Skandal Cinta Ke Dua
Sweat Asisten Manager


Linda yang kepusingan, tiba saja sebuah pesan perintah dari bu Asna, hal ini membuat senyum Linda merona.


'Linda .. Ini bonus untuk hari ini, terimakasih selesai dari kantor, luangkan untuk memanjakan diri, jangan terus bekerja. Bagaimana jika kamu ingin menaklukan Rain, jika hanya kerjaan terus.'


Gleuk .. Wajah Linda malu, benar benar bos yang peka, bos laki laki terlalu datar dan setia, bos perempuan seolah mirip punya mantra yang selalu bisa baca pikiran semua orang, dari pelayan yang gelagat aneh saja, bosnya bisa langsung tahu.


"Benar benar jodoh adalah cerminan diri, yang satu punya 60 pengawal, yang satu peka dan tinggal memerintah jika ada yang dicurigai, wah hebat. Tapi kok aku jadi malu ya .. Tapi saran bu Asna perfect sih, setidaknya bukan pak Rain saja yang saya dekati, cowok tajir seperti pak Irham bisa aja kan ada di mall." lirih Linda, langsung bergegas pergi, setelah memastikan kantor selesai pengecekan.


"Mau pergi?" tanya Deri, menyapa Linda.


"Iya .. Ada yang mau dibeli sedikit, di suruh bu Asna."


"Mana ada, paling juga lo dapat bonus mau nyalon, cewek apalagi kan."


"Dih, julid aja. Kerjain sono kerjaan lo aja, bawel amat jadi cowok." gerutu Linda pergi.


"Dih kok bawel sih, kali aja butuh ditemenin. Kerjaan gue lagi santai nih, Lin .. Lindaa .." teriak Deri, di acuhkan Linda yang masuk ke dalam taksi.


"Enak juga naik moge, napa milih taksi." sebal Deri, yang langsung ikut pergi juga.


Sementara Rain, ia sudah sampai di rumah petak, ia tahu siapa pemiliknya. Dimana disana ada pria yang bertongkat duduk menatap langit langit.


"Siang .. Pak, apa Anita ada?"


Deg ..


Arga kaget, melihat Rain yang datang. Tapi ia mencoba mencari akal, untuk menjadi pria tidak punya suara, dimana ia mencoba refleks dan memberi isyarat saja agar Rain tidak mengenalinya.


"Hooohooo .." geleng geleng Arga, yang kali ini dibuat kaget, dan langsung masuk.


"Eh .. Pria itu siapa, emang Anita punya saudara yang tunawicara, setahuku dia enggak punya siapa siapa. Apa Anita udah pindah, kok bisa ada pria di depan kontrakan Anita."


Rain kembali pergi, karena pria itu masuk ke dalam rumah, dan Rain tidak bertemu Anita, padahal rasa kesalnya kali ini membuat ia ingin menampar Anita, karena bisa masuk ke dalam acara peresmian kantor, dan hampir membuat karyawan bermasalah masuk rumah sakit, jika sampai makanan dan minuman di makan.


"Anita .. Gue gak ketemu elo, gue tahu elo dimana. Pasti lo mejeng di mall Garden." Rain pun pergi, menyetir membawa mobilnya.


Tanpa melihat ada bu Febi yang kesal dengan aksi seperti pembantu, membawa masakan dan ke pasar sendiri dengan budget minim, untuk ia antarkan ke kontrakan Arga bersembunyi kali ini, tak jauh dari tempat ia tinggal, hanya saja kontrakan yang Arga tinggali sepi dari kerumunan warga.


"Kalau Hasna Bahrain itu mantan menantuku, kenapa enggak aku baik baikin aja. Asna kan orangnya selalu enggak tega, kali aja dia mau maafin aku, terus kasih aku pesangon. Atau aku cari info aja, biar dapat kerjaan uang tambahan baru, lagian Anita enggak jelas juga dia kerja apaan. Tiap ditanya malah emosi tiap hari dikasih uang 50 rb, sebel banget punya menantu yang bentak bentak mertua." lirih Febi, yang menoleh sebuah mobil sedan kala itu dengan cepat.


"Hah .. Anak muda pasti, bawa mobil cepet dijalan sempit begini, kagak liat ada orang tua jalan." gerutu Febi kala itu.


"Kemana sih, tuh cewek apa udah tahu. Kalau dia ketahuan, jadi sembunyi ..?"


Dan saat Rain akan membalikan badan, ia kaget menabrak seorang wanita yang tidak asing saat ini.


Bugh ..


"Aw .. Duh, hati hati dong mas, belanjaan gue jatoh deh. Eh .." terdiam Linda, menoleh Rain.


"Pak Rain, kok disini?" tanya Linda.


"Ka- kamu Linda?"


"Hehe .. Iya pak, rambut di Kuning emas, campur ungu. Bu Bos enggak marah kok, ini style baru soalnya. Dah lama kagak shoping, nyalon, ini udah malem loh pak. Kok pak Rain di sini?"


"Cari Anita .."


"Anita .. Apa itu gebetan pak Rain?" tanya Linda.


"Duh .. Mana ada gebetan model cewek gila kayak Anita, dia sekertaris yang di pecat oleh Bu Asna. Ingat gak, selingkuhan suami pertama Asna Wijaya. Bos kamu ..?"


"Eh .. Bos aku kan, bos bapak juga. Ya udah, sorry. Linda ingat .. Sekarang."


"Tapi kenapa cari Anita .. Eh .. Jangan jangan rekaman tadi, siang itu Anita pelaku yang nyamar ya."


"Kamu tuh asisten pribadi yang lola kalau soal intel ya, enggak pandai curigai orang. Dah lah, mau cabut pulang." sebal Rian pergi.


"Soal kerjaan aku gercep pak, bareng dong pak Rain."


Ah ..


Buk, dimana tangan Linda hilang kendali, dan tidak sengaja menyengkat sandal sepatu pak Rain, sehingga mereka jatuh berdua dengan posisi Linda diatas punggung Rain.


Gleuk ..


Terdiam pasi, Rain dan Linda. Dimana pengunjung lain tertawa bahkan lewat sempat memfoto dirinya mungkin kali ini.


TBC