Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 96 : Onsen Di Samping Toko


Sinar matahari yang hangat mengintip dari celah-celah kanopi saat Souma bangun dari tempat tidurnya, dia menyingkirkan selimut di tubuhnya sebelum berjalan selagi membawa handuk di pundaknya menuju kamar mandi yang berada di lantai pertama.


Ini sudah tiga Minggu semenjak pertarungannya dengan Asteroth terjadi, dan dikatakan bahwa kerajaan Diamond telah memenangkan peperangan berkat komandan Lawyer van Hoster sayangnya tiga raja dari dalangnya telah melarikan diri.


Souma tak ingin repot-repot memikirkan mereka.


Yang jelas.


"Inilah kedamaian."


Saat dia membuka pintu kamar mandi, Risela, penyihir bulan, Undine, Celestrial dan juga Anna tampak saling membasuh punggung satu sama lain, ada Tako juga yang berendam di bak dengan handuk di kepalanya. Terlepas dari itu Souma bisa memperhatikan bagaimana tubuh mereka tampak terjaga baik dengan proposal yang kebanyakan wanita inginkan.


Di beberapa bagian tertentu tertutup oleh busa jadi itu aman untuk diperhatikan.


"Souma mau mandi juga... kemarilah, kau bisa bergabung dengan kami."


Hanya satu yang ingin dikatakan Souma untuk kejadian seperti ini.


"Seharusnya kalian mengunci kamar mandinya."


Dia menutup pintunya dengan tatapan datar, ia sudah sering mengatakan untuk menggantung tanda digunakan atau mengunci pintu agar tidak ada orang yang masuk, para gadis di kediamannya jelaslah tidak normal.


Souma memutuskan pergi ke rumah Bread untuk menumpang mandi di sana mengingat bagaimana para gadis selalu lama saat mereka mandi. Bread adalah temannya yang berasal dari ras Elf dia pemilik toko kecil seperti Souma dan ia sudah menikah dengan istri cantik yang sedang hamil.


Bread yang memperhatikan Souma keluar dari kamar mandinya mengerenyitkan alisnya.


"Ada apa?"


"Tidak, tidak biasanya kau mau mampir ke rumahku bahkan untuk menumpang mandi."


"Kau tahu tokoku sekarang sangat ramai, aku hampir tidak bisa bersantai bahkan mandi juga harus secara bergantian."


Itu adalah pernyataan Souma yang jujur tanpa kebohongan, terkadang dia merasa terganggu namun terkadang dia juga merasa senang saat dia tidak harus sendirian di tokonya dan toko lebih hidup dari sebelumnya.


Karena sebentar lagi Souma harus pergi ke kediaman bangsawan Duke maka hal ini tidak bisa dihindari, akan terasa tidak sopan jika seorang yang menjemputnya harus menunggu cukup lama untuk Souma selesai mandi.


Bread memberikan usul.


"Situasimu dan situasiku jelas berbeda, pokoknya terima kasih sudah mau meminjamkan kamar mandinya."


"Ini yang terakhir kali kau tahu?"


"Jangan khawatir aku pikir aku berencana membuat kamar mandi yang berbeda."


Yang dipikirkan Souma bukan kamar mandi biasa melainkan sebuah tempat yang disebut pemandian air panas yang dinamakan Onsen.


Itu sebuah ide yang cukup berani mengingat belum ada tempat yang serupa tapi tidak ada salahnya untuk mencobanya, pertanyaannya adalah bagaimana cara Souma membuat pemandian itu dengan cepat dan mudah tanpa harus repot-repot turun tangan sehingga dia bisa bermalas-malasan di dalam toko. Jawabannya sederhana yaitu dengan sebuah koneksi.


Ia mendatangi kediaman madam dan menceritakan berbagai hal soal Onsen, khasiat dan bagaimana pemandian itu berjalan semestinya.


Selanjutnya.


Di sebelah toko Souma sedang berlangsung pembangunan besar-besaran, madam berdiri mengawasi dengan wajah bersinar.


Beberapa orang berhenti untuk memperhatikan juga.


"Apa yang mereka bangun?" tanya salah satunya


"Mereka bilang mau membuat semacam pemandian air panas umum atau apalah itu, kudengar pemilik rumah sebelumnya langsung pindah setelah ditawarkan banyak uang."


"Kupikir dia ditampar oleh uang."


"Heh, aku yakin ada iblis yang menghasut madam untuk melakukan ini semua."


Dan iblis itu sedang menguap lebar selagi membenamkan wajahnya di meja.


"Anna tolong buatkan teh untukku."


"Sebelum Souma membuat stok obat untuk besok, aku tidak akan membuat teh."


"Heh?"


Dan iblis itu kalah oleh iblis sesungguhnya.