Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 200 : Rose Blood Transformation


Dikatakan lemah Scarlett menghela nafas panjang. Dia mengarahkan tangannya dan balok-balok besi menyeruak dari dalam tanah lalu menghimpit sosok Miscute.


"Percuma, bagiku seranganmu hanya serangan anak-anak."


"Jika kau bisa menghancurkannya maka coba yang ini."


Miscute terkejut saat duri-duri besi menembus tubuhnya.


"A-apa? Baloknya berubah bentuk."


Tanpa mendengarkan keterkejutan musuhnya Scarlett menerjang ke depan, pedang di tangannya terayun cepat.


"Sialan kau," teriak Miscute menghancurkan seluruh besi di sekelilingnya melalui kekuatan sihirnya, pedang darah telah bersiap memenggal kepalanya namun berkat mata Rigen, itu berhasil ditangkis oleh tangan Miscute sementara kuku yang tajam menembus jantung Scarlett.


"Gak."


Darah menyembur dari mulutnya sebelum dia dilempar ke samping, berguling beberapa kali sebelum membentur bangunan. Scarlett terdiam dengan mata kosong.


"Yang barusan hampir saja, tapi sayangnya hasilnya tetap sama."


Tepat saat Miscute berbalik sebuah aura mana menyembur dari belakangnya, sosok Scarlett berdiri.


"Mustahil? Apa itu? Aku yakin barusan aku telah menusuk jantungmu."


"Hanya tertusuk jantung bukan berarti akan mati."


"Ini tidak masuk akal meski regenerasimu cepat jantung adalah titik vital."


"Aku tidak bisa menyebut diriku manusia lagi tapi akan kutunjukan bagaimana penelitianku telah membawaku sejauh ini."


"Aku memang harus memenggal kepalamu."


Scarlett menggigit tangannya sendiri untuk meminum darahnya, bersamaan itu seluruh tubuhnya diselimuti kelopak mawar merah yang dilumuri darah, dua taring menyeruak dari mulutnya sementara kuku tangannya memanjang dengan sayap di punggungnya.


"Rose Blood Transformation."


Pedang di tangannya mulai bersinar terang.


"Memangnya dengan berubah wujud kau bisa menang, sialan."


Miscute tepat di depan Scarlett untuk mengayunkan tangannya, itu menembus tubuhnya namun berubah menjadi kelopak mawar


Scarlett yang menghilang telah berada di belakangnya sementara kepala Miscute telah terpenggal ke udara lalu jatuh ke tanah.


"A-ku kalah."


"Aku benar-benar perlu beristirahat sekarang."


Di sisi lain ledakan di sekitarnya masih tetap terjadi, setelah menerobos Green Wall Nymph dan pasukannya telah masuk ke wilayah Yellow Wall dia memukul tembok itu dan kini menciptakan lubang besar yang bisa dilalui olehnya maupun pasukan lainnya.


Para Dark Elf dan ras malaikat memberikan pukulan pada para prajurit yang masih berdiri sementara saat pemimpinnya muncul hal itu akan dilawan oleh Nymph.


"Sial, di saat seperti ini para pemanah malah diracuni, gaaah."


Pukulan menembus perut salah satu prajurit hingga dia terlempar menembus atap rumah.


"Aku sudah menunggumu, sebuah kebetulan bahwa lawanku adalah Dark Elf."


Nymph meminta seluruh pasukan menyebar untuk berubah menjadi pertarungan satu lawan satu.


"Siapa kau?"


"Namaku Big Mother orang terkuat di ksatria meja bundar."


Big Mother hanya mengenakan pakaian bikini dengan gada di tangannya, rambutnya yang berbentuk apro mengembang adalah ciri khas darinya.


"Dan namamu?"


"Nymph."


"Kalau begitu mohon bantuannya Nymph, kau akan menjadi mangsaku yang ke 200 dari seorang Dark Elf."


Big Mother melompat ke atas musuhnya, dengan gada yang diayunkan setelahnya Nymph menahannya dengan satu tangan membuat pijakannya merebas ke tanah kemudian menciptakan retakan luar biasa yang menghembuskan udara di sekelilingnya.


"Apa maksudmu dengan ke 200."


"Heh, apa kau tidak tahu? Sebelumya akulah yang membunuh para Dark Elf."


"Mungkinkah."


"Benar sekali."


Nymph mengigit ujung bibirnya kemudian menarik tangan lain ke belakang untuk memberikan pukulan ke dua.


Meski mengenai gada tubuh Big Mother terlempar ke belakang menembus tiga rumah dengan ledakan menyertainya.


"Kau adalah orang yang membuat kami harus tinggal di bawah jembatan," gumamnya demikian.


Alasan untuk membunuhnya telah bertambah semakin besar.