
Bagaimana laser itu tercipta membuat Heart yang berada di sisi lain terlihat berkilauan.
"Serangan apa itu? Bukannya hebat."
Pandora yang berada di dalam dirinya memperingati.
"Fokuslah Heart, kau sedang berada dalam pertempuran loh."
"Aku tahu."
Sekitar puluhan orang telah bersiap untuk menyerangnya, mereka tampak mewaspadai Heart meskipun dia hanya berdiri di sana tanpa melakukan apapun. Ketika dia menarik pedangnya barulah musuhnya bergerak.
Beberapa orang mengambil langkah ke depan dengan pedang mereka, menebas, mengayun dengan tujuan membunuh. Heart mementalkan semuanya disusul dengan tebasan balasan yang melemparkan mereka jauh ke belakang, satu orang muncul dari belakangnya dan tanpa menoleh ujung pedangnya menembus tulang tengkoraknya.
Srak.
"Kalian cukup kuat."
"Sialan, apakah para iblis itu tidak berguna, mereka bilang akan menghabisi seluruh kesatria kavaleri lalu kenapa ada kesatria di sin?"
"Itu salah kalian mempercayai iblis, apapun yang dikatakan mereka semuanya kebohongan," dengan santai Heart jelas memanasi keadaan.
"Aku memuji kalian karena tidak lari dariku, maka akan kuberikan kematian yang cepat."
Semua orang terdiam.
"Jika sudah begini apa boleh buat."
Mereka mengeluarkan semacam kristal hitam di tangan mereka yang terus menerus mengeluarkan asap hitam sampai mereka tumbang.
"Kalian mengorbankan nyawa kalian untuk memanggil iblis kah."
Seluruh bayangan mejadi satu kemudian menghilang dan menyisakan seorang iblis menyerupai bentuk setengah tubuh manusia dengan mata memenuhi tubuhnya, dan mulut di perutnya.
"Gwahaha aku keluar dari dunia bawah, sungguh menyenangkan sekali melihat dunia manusia... Owh, ada banyak makanan di sini."
Tangan iblis itu menyerupai tentakel dengan mulut sebagai pergelangannya, ia menggigit setiap kepala mayat kemudian membawanya ke mulut utama selagi mengunyahnya dengan senang, beberapa potongan daging bercampur darah segar berjatuhan ke tanah.
"Tubuh manusia memang sangat lezat."
"Yah, itu sangat menjijikan."
Iblis tersebut akhirnya menyadari bahwa seorang wanita tengah memandangnya jijik.
"Hoh, kurasa aku dipanggil kemari untuk membunuhmu.. terserah saja, jika di sini banyak manusia aku akan memakan mereka."
Di jarak dekat setiap mata ditubuh iblis itu menembakan sinar hitam yang menyerupai laser yang mana beberapa dilewati dan beberapa lagi ditangkis ke samping.
Tentakel yang sebelumnya menyerang Heart, berbalik padanya lalu menjeratnya dengan baik, membawanya ke udara hingga saling bertatapan dengan seluruh mata iblis itu.
"Aneh, aku merasakan kekuatan yang berbeda dari tubuhmu.... apa kau benar-benar manusia?"
"Aku manusia loh, hanya saja aku memiliki kekuatan dewi."
"Hah?"
Heart tersenyum.
"Secret From The Goddess."
Tubuh Heart yang lain telah berada di belakang iblis tersebut, tentu saja yang di sana adalah Pandora dengan pedang di tangannya.
"Kenapa ada dua?"
Tentakel yang menjerat Heart dipotong dengan rapih, selanjutnya melalui tebasan cepat keduanya, tubuh iblis itu dipotong-potong hingga menjadi potongan dadu yang berserakan.
"Yeah, kita berhasil Pandora... mari pelukan."
Pandora menahan kepala Heart yang hendak mendekat padanya hingga dia hanya mengembungkan pipinya.
"Biarkan aku memelukmu."
"Kau ini, kau sengaja menjadikan dirimu sebagai umpan barusan."
"Sepertinya seluruh matanya terus mengawasiku, dengan cara barusan pertarungan akan cepat diselesaikan bukan."
Di sela-sela pembicaraan mereka ledakan menggema dari distrik tiga.
"Sepertinya Souma melawan musuh yang cukup merepotkan di sana, aku akan membantunya."
Pandora segera menahan kerah pakaian Heart dari belakang yang hendak melangkah maju.
"Hentikan, tugasmu bukan di sana... bukannya kau harus pindah ke distrik 2."
"Tapi, bagaimana kalau terjadi hal buruk pada Souma?"
"Kekuatannya itu mungkin setara dengan Shiji, mana mungkin dia terluka.. ayo pergi."
"Aku mengerti."