
Sejak dulu aku terobsesi untuk menjadi kuat, aku pernah memikirkannya, apa itu yang dimaksud orang kuat?
Seseorang yang bisa menjadi seorang pahlawan? Atau seseorang yang tak terkalahkan? Dan bagaimana cara menjadi kuat ataupun menjadi pahlawan? Apa orang yang selamat dari peperangan adalah orang yang terkuat?
Dan aku mulai menyadarinya, menjadi orang kuat adalah mengakhiri seluruh penderitaan orang lain tanpa membuat siapapun terbunuh ataupun dijadikan sebuah pengorbanan.
Hal itu aku mengetahuinya saat aku menjadi seorang prajurit dalam pasukan, walau aku memenangkan peperangan tidak ada yang tersenyum ataupun bahagia. Itu karena semua orang telah mati.
Orang kuat adalah orang yang bertarung di garis depan tanpa membuat siapapun terbunuh, itulah yang kuyakin dan entah sejak kapan aku mulai terobsesi dengan itu.
Ledakan menghancurkan sekeliling Souma meski begitu dia berdiri dengan sebuah sosok bayangan iblis yang melindunginya, iblis itu berbentuk seperti seorang samurai yang mengenakan topeng dengan empat tangan yang masing-masing memegang katana.
Lugunica yang berasal dalam bentuk pedang terpana dengan sosok itu, sosok yang menyeramkan bahwa melebihi kekuatan dewa. Namun, pada dasarnya Souma juga tidak terlalu menginginkan kekuatan ini.
Dia berharap ada seseorang yang bisa menghancurkannya untuknya karena itulah semenjak dia memilikinya dia terus-menerus menggunakannya dan berharap seseorang mampu melakukannya.
Darah hitam mengalir dari kedua mata Souma yang berwarna merah, ini adalah berbagai perasaan negatif yang terus melahapnya tanpa belas kasih yang mampu menelan kesadarannya.
Jika dia tak bisa bertahan maka dia akan lebih mengerikan dari iblis itu sendiri.
"Souma, kau baik-baik saja? Souma, kau? Souma?"
"Sesaat aku tidak merasakan energi kehidupanmu.. apa ini kekuatan yang terkutuk?"
"Bisa dibilang begitu."
Souma menyeka air matanya dan berdiri untuk melihat Vanitas yang berdiri di langit, jumlah mereka ada banyak akan tetapi hanya ada satu yang asli.
"Kekuatan yang bagus, setelah mengalahkanmu aku akan mengambilnya," kata Vanitas.
Mereka semua menyerang secara serempak dari segala arah, mereka akan berbentuk menjadi angin saat ditebas namun setelah empat pedang itu mengenai mereka tidak ada hal yang seperti itu.
Souma menebas tanah dan Vanitas yang selalu bersembunyi di bawah tanah keluar dari sana.
"Kau menyadarinya, sepertinya aku tidak bisa mendekati makhluk di belakangmu... jika demikian aku hanya harus menyerangmu dari kejauhan."
"Kenapa kau begitu ingin menghancurkan dunia ini, bukannya kau telah memiliki banyak hal yang kau raih di tanganmu?"
"Hal yang ingin kuraih hanya menghancurkan dunia terkutuk ini, penyihir asli selalu mendapatkan diskriminasi dari banyak orang, kami dipukuli, dilempari oleh batu hingga menganggap kami jelmaan iblis, beberapa orang seperti kami dibunuh karena dianggap pembawa bencana dan akhirnya tidak ada masa depan bagi kami untuk menjalani hidup dengan normal, sebenarnya apa itu penyihir? Apa kami memang harus mendapatkan kutukan mengerikan seperti ini, tidak ada yang menginginkan kami ataupun memberikan kasih sayang untuk kami, apa menurutmu dunia ini harus tetap ada.... manusia adalah makhluk mengerikan yang mudah sekali ketakutan dengan apa yang mereka tidak ketahui, dan aku hanya bertujuan untuk membebaskan mereka dari ketakutan yang membelenggu mereka sejak lahir yaitu dengan kematian, jika mereka mati maka tidak ada siapapun yang harus tersakiti ataupun merasa menderita... dunia ideal yang kumaksud adalah dunia di mana tak siapapun berada di dalamnya, aku akan menjadi sang juru selamat yang membawa akhir dari dunia ini."