Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 146 : Kota Berikutnya


Di dunia sebelumnya Souma pernah menyelesaikan konflik antara manusia dan raja iblis yang disebut Demon Lord Trinity yang berisikan 7 raja iblis yang mana salah satunya adalah Lilith.


Saat itu manusia menggunakan roh agung untuk menginvasi dunia dan Demon Lord Trinity berusaha mencegahnya, karena beberapa kejadian mereka menjadi bawahan Souma.


Lilith menggerakkan tangannya dengan malu-malu.


"Tuan Souma, bolehkah saya tetap berada di sini untuk melayani Anda dibanding yang lainnya, di dunia itu saya sudah tidak mengambil wilayah lagi."


"Souma apa kau senang mengumpulkan banyak wanita di tanganmu?"


"Bukan begitu."


Lilith tampak penasaran dengan pernyataan Scarlett jadi dia menuntut penjelasan lewat matanya.


"Souma memiliki 300 pelayan dan juga beberapa kenalan di toko dan semuanya wanita muda."


Lilith mengembungkan pipinya.


Souma jelas tahu jika menolak keinginannya akan jadi masalah, maka dari itu ia memutuskan untuk menerimanya.


"Baiklah Lilith kamu boleh."


"Saya akan berjuang."


"Souma, jika kau memiliki Lilith kenapa dari awal kau tidak menggunakannya?" tanya Scarlett berbisik-bisik.


"Lilith cenderung sangat serius, jika aku memintanya mengalahkan seseorang mungkin satu wilayah akan musnah."


"Aah, jadi begitu."


"Sekarang Lilith kami ingin melewati gurun di depan tolong antar kami."


"Dengan senang hati tuan."


Lilith yang senang mundur beberapa langkah ke belakang selanjutnya berubah menjadi naga putih raksasa dengan empat sayap di punggungnya.


Itu cukup membuat Scarlett terkejut di mana walau dalam bentuk manusia tidak ada tanduk dan ekor yang mencerminkan dia keturunan naga, dan soal menghancurkan wilayah jelas dia akan percaya.


"Nah tuan, silahkan naik."


Souma dan Scarlett melompat ke punggungnya dan lalu terbang ke langit.


"Tidak perlu terburu-buru Lilith, aku akan bersantai di sini."


"Baik."


Souma membaringkan tubuhnya dengan santai selagi merasakan hembusan angin yang melewatinya.


Gurun pasir di bawahnya hanyalah sebuah pemandangan tak berarti baginya.


"Kita turun di kota itu."


Setelah melewati gurun Lilith kembali ke wujudnya dan bersama-sama mengikuti keduanya masuk ke dalam kota. Ras iblis yang memberontak terhadap kerajaan sama sekali belum mengetahui pergerakan Souma saat mereka mewaspadai sosok ratu iblis Anna mereka sebenarnya telah diserang dari belakang dan semua itu dilakukan oleh Scarlett.


"Tuan, saya juga bisa melakukannya, boleh saya ikut bertarung."


"Tidak Lilith, bukannya kau ingin menjadi seorang Maid profesional jika kau bertarung itu akan merusak imejmu."


"Jangan khawatir, seorang pelayan juga dituntut untuk bisa bertarung."


Souma jelas kebingungan dan memilih menyerah.


"Musuh berikutnya kuserahkan padamu."


"Saya senang."


Setelah menumbangkan beberapa kroco, kini Scarlett melawan seorang pria berlapis zirah besi emas yang dikenal sebagai jenderal iblis Ignition.


"Apa yang sebenarnya terjadi, bukannya pergerakan ratu iblis belum mencapai kemari."


"Hehe kami tidak bergerak bersamanya, dia memang ratu baik karena itu kami memutuskan untuk melenyapkan kalian."


"Jangan bercanda."


Ignition mengayunkan pedangnya dan itu membelah setengah dari kota dengan ledakan memekakkan telinga, Scarlett melindungi dirinya dengan sebuah kotak besi yang kokoh yang sama saat menghadapi Souma.


"Dibanding Centarus kau punya kekuatan lebih."


"Centarus, jangan bilang kalian."


"Yap, aku membunuhnya."


"Sialan."


Pedang Scarlett menerima ayunan pedang Ignition secara langsung, itu kuat tapi tidak membuatnya terdorong sedikitpun hingga bangunan di sekelilingnya terpotong-potong menjadi kubus kecil.


"Nona Scarlett ternyata kuat juga."


"Dia memang kuat."


"Tapi tidak sekuat diriku."


"Tentu Lilith."


Souma mengelus rambutnya, kepribadian Lilith memang haus pujian, alasan kenapa dia memutuskan jadi pelayan karena dia ingin mendekati sosok gadis yang Souma sukai dulu, meski dia sudah melarangnya hal itu tidak bisa diterima olehnya.