Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 263 : Dua Kesatria Kavaleri


Sejak kecil Dorothy telah dilatih sebagai kesatria, bernama asli Feostina van Nova ia terlahir di keluarga bangsawan Nova yang menjadi tangan kanan kerajaan sejak kerajaan ini dibentuk.


Ketika umurnya menginjakan 10 tahun ia telah dinobatkan sebagai komandan kesatria kavaleri, di usianya yang muda ia telah membunuh banyak penjahat yang mengancam kedamaian, termasuk monster dan sebagainya, jika harus dikatakan dialah satu-satunya anak ajaib yang dipanggil sebagai mesin pembunuh yang hanya menerima perintah secara mutlak. Suatu hari ketika dia menjalani misi ia mulai menyadari satu hal. Jika kesatria ada untuk melindungi bangsawan dan kerajaan ini lalu bagaimana dengan orang di bawahnya seperti rakyat jelata. Ketika dia mengatakan itu di dewan rapat bersama, seluruh bangsawan dengan santai menjawab.


"Kehidupan mereka tak berarti, mereka ada untuk melayani orang-orang atas seperti kita jadi jika harus memilih maka biarkan saja mereka hidup seperti biasanya seperti hewan liar."


"Itu benar sekali, mereka hanya harus memberikan pajak semestinya dan kita memberikan sedikit timbal balik untuk mereka."


Mereka orang-orang yang bisa disebut sebagai wakil rakyat namun tidak ada dari mereka yang melakukan tugas mereka dengan baik, mereka hanya bertindak untuk memperkaya diri mereka sendiri.


Raja juga berpendapat sama.


Rakyat jelata hanya dijadikan sebagai alat untuk menopang orang-orang di atas mereka padahal mereka semua di sini tadinya adalah rakyat jelata yang sama.


Dengan berat hati Feostina meletakkan pedangnya dan meninggalkan istana dengan langkah kakinya, ia keluar dari kerajaan dan diusir dari keluarga Nova.


Di atas tembok itu dia menatap pemandangan kerajaan dengan sebuah tatapan tekad.


"Jika tidak ada yang melindungi rakyat jelata maka aku sendiri yang melakukannya, mulai sekarang namaku Dorothy," dia memotong rambut ekor kuda miliknya lalu membiarkannya tertiup angin.


Sejak itu sebuah grup pencuri dibentuk untuk merampok uang-uang bangsawan kemudian dibagikan pada seluruh rakyat jelata.


Itu hanya sekilas dari cerita masa lalu Dorothy yang sejak lama ia buang.


Menahan tusukan Fury, Dorothy berlari ke samping, tak tinggal diam musuhnya juga mengikutinya dan sesekali senjata mereka berbenturan.


"Terbang seperti kupu-kupu, menusuk seperti lebah," teriak Fury saat dia memberikan tusukan cepat.


Dorothy menangkis semuanya sebelum melancarkan serangan balasan dengan tebasan horizontal yang membuat Fury melompat mundur.


"Sungguh mengecewakan, apa ini kemampuan dari seorang yang disebut mesin pembunuh?"


"Jika kau ingin mengetahuinya maka akan kuperlihatkan."


Dorothy melangkah maju, kecepatannya jauh lebih cepat dari sebelumnya dan bergerak dari samping selagi tanpa henti memberikan tebasan.


Bunyi dentuman dua logam terdengar jelas.


Fury tampak kewalahan namun dia masih sedikit mengimbangi kecepatan Dorothy, dengan gerakan aneh dia kemudian memutar dirinya seperti seorang penari ballet selanjutnya dia membentuk sebuah pusaran tornado yang menarik rumah-rumah ke dalam wilayahnya.


"Orang seperti apa kau ini?"


"Hahaha rasakan jurus pamungkasku, Storm Hell."


Dorothy menghentakkan kakinya untuk membuat dirinya tak terhisap, kekuatan musuhnya jelas tak terbendung, jika dia dengan sengaja menabrakkan dirinya ia hanya akan terhempas ke atas kemudian jatuh tanpa daya.


"Kukira ada apa ternyata kau Dorothy."


Seorang mendaratkan kaki di sampingnya, dengan pakaian putih ia sangatlah mencolok.


"Heart?"


"Aku sebelumnya berfikir di mana aku pernah melihatmu dan sekarang aku yakin kau Feostina... lukisanmu berada di gudang istana."


"Siapa kau? Matamu tidak seperti Heart."


"Anggap saja kepribadian yang berbeda darinya, akulah orang bernama Pandora.. untuk Heart dia bertarung jauh di sana."


"Jadi kau."


Pandora mengarahkan senjata api pada pusaran tornado tersebut hingga peluru itu menembus pusarannya lalu mengenai kepala Fury di belakangnya.


Dia terjungkal mirip kura-kura yang terbalik dengan kaki di atas dan mati begitu saja.


Pandora melanjutkan.


"Banyak yang ingin kutanyakan sebagai kesatria kavaleri tapi hal itu jelas bisa menunggu nanti."


Di sekeliling mereka telah dipenuhi puluhan iblis.