Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 58 : Yang Ada Di Dalam Hutan


"Ada apa ini?"


Sementara Souma memiliki ekpresi bermasalah di wajahnya, Ferguso malah berlutut selagi mengutarakan permintaannya.


"Sebenarnya di guild akan diadakan lomba memasak makanan dengan bahan yang hanya ditemukan di dalam hutan, aku meminta beberapa orang untuk mencari bahan tersebut namun sayangnya sampai sekarang mereka tidak kembali, aku pikir ada masalah jadi tolong selamatkan mereka."


Ferguso jelas meminta hal sulit pada Souma, itu bukan berarti dia tahu tentang Souma hanya saja dia berfikir bahwa para gadis di sekitarnya akan membantu juga.


Kesampingkan soal Souma ketiga karyawannya jelas bukan manusia biasa yang mudah ditemukan di mana saja.


Dengan berat hati akhirnya kecuali Anna dan Celestrial yang harus menjaga toko, sisanya pergi ke dalam hutan. Risela berlutut untuk mengambil sebuah sobekan di atas tanah.


"Ada apa Risela?" Undine yang pertama kali bertanya.


"Mungkin ini sobekan pakaian dari salah satunya."


"Seperti sesuatu yang tajam menebas mereka."


"Lebih tepatnya sebuah cakar," tambah Souma dan menarik keduanya untuk melihat apa yang ada di depannya.


Di sebuah batu besar tampak goresan tangan dari seekor hewan buas, itu adalah telapak tangan yang tidak asing bagi Souma.


"Jadi begitu."


"Ada apa Souma? Kau tahu sesuatu?"


"Tidak salah lagi lawan yang kita hadapi adalah manusia serigala."


Undine yang selama ini hidup di dalam Guild jelas mengetahui siapa manusia serigala tersebut, jauh sebelum Ratu Iblis Anna mencoba menginvasi kerajaan, terjadi juga konflik antara manusia serigala dan Vampir mereka telah dibinasakan tapi mungkinkah mereka sebenarnya masih hidup?


Risela yang mencoba berkeliling menemukan jejak kaki yang mengarah lebih dalam ke hutan.


"Apa mereka sudah mati?"


"Jika pun mereka mati maka paling tidak kita akan mengambil jasadnya," ucapan Souma sedikit mengerikan meski demikian Souma telah melihat banyak mayat di depannya jika itu hanya dua atau tiga mayat masihlah bukan apa-apa baginya.


"Mari bergerak."


Souma memimpin di depan sementara keduanya mengawasi setiap langkah mereka kalau-kalau mereka menyergap mereka saat lengah.


"Aku selalu penasaran denganmu Souma, seberapa banyak pengetahuan yang kau ketahui di dunia ini, apa semenjak kau meninggalkan kerajaan kau selalu berpergian ke setiap tempat."


"Benar jidatmu! Bisakah kau berhenti berfantasi liar tentangku, sejak meninggalkan kerajaan aku selalu mendatangi banyak konflik bagaimanapun aku menjual obat-obatan, ramuan serta potion pada mereka dan mendapatkan uang dari kedua pihak."


"Dengan kata lain Souma memanfaatkan mereka untuk mendapatkan uang, uwaah."


"Kenapa kalian melihatku seperti itu?"


"Aku yakin Souma menjualnya dengan harga dua kali lipat."


Sementara Undine yakin dengan hal itu, Souma hanya mengerenyitkan alisnya. Sifat pedagang adalah serakah Souma hanya mencoba meniru hal itu.


Sebuah gerakan terselip di antara bayang-bayang pepohonan, saat mereka bertiga menyadari sesuatu sedang mendekat.


Risela menarik pedangnya untuk berjaga-jaga dan yang keluar dari pohon seorang pria yang tentu berasal dari bar guild.


"To-tolong aku."


Dia tepat terjatuh di depan mereka, darah mengalir dari tubuhnya yang tertebas cakar sementara kesadarannya hampir menghilang.


Souma segera menggunakan sihir untuk menutup lukanya sementara anggotanya terus mengawasi tanpa pernah menurunkan kewaspadaan mereka.


"Minumlah ramuan ini."


"Baik."


"Kau bisa melihat, berapa jari yang kuacungkan?"


"Aku tidak.."


"Apa terjadi dengannya?"


"Kepalanya terbentur hingga mengalami kebutaan sementara, perlu waktu agar dia bisa melihat lagi... meski tidak seratus persen paling tidak dia tidak akan buta seutuhnya... lalu dimana rekanmu?"


"Mereka semua telah mati, kami sedang mengambil tanaman yang bisa diolah dan tiba-tiba makhluk itu muncul dan menyerang kami."


Risela berteriak.


"Dia datang...Sial, dia mencium aroma kita."