Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 107 : Yang Mendekat


Di dalam hutan tampak dua wanita duduk di atas batu selagi memainkan kaki mereka, yang satu memiliki rambut hijau dengan gaun terusan berwarna serupa dan satu lagi mengenakan blazer seperti seorang yang mengenakan seragam akademi serta memiliki rambut keabuan, persamaan dari mereka sama-sama memiliki tanduk di atas kepala mereka sebagai identitas dari ras iblis, sementara itu di depan keduanya seorang pria berdiri dengan sebuah peti mati tengkorak di dekatnya, pria itu berambut hitam dengan mantel hitam, sarung tangan hitam dan rambutnya diikat dengan sebuah pita.


Mereka adalah seorang pilar yang melayani dewa jahat yang sepenuhnya tersegel di dalam peti tersebut dengan seluruh rantai mengikatnya.


Wanita berambut hijau berkata.


"Sayang sekali dua anggota kita mati, padahal saat Noir menyusup ke kultus dewi dia pasti bisa mengambil banyak air suci untuk membebaskan dewa jahat."


"Itu memang cukup disayangkan Ariana."


"Denis mati juga, itu membuatku sedih," tambah wanita di sampingnya bernama Rui.


Sementara pria itu hanya mendesah pelan lalu membawa kembali peti ke punggungnya.


"Tujuan kita adalah kota naga, aku yakin dengan benda itu kita bisa membebaskan dewa jahat dari peti ini."


"Kuharap begitu."


Peti itu mengeluarkan aura gelap yang berhembus ke segala arah layaknya sebuah angin, saat itu mengenai makhluk hidup ataupun tanaman, mereka semua telah mati.


Dengan ciri seperti ini semua orang pasti akan menyadari siapa pemilik petinya, yap, peti itu dibuat oleh penyihir kematian yang berfungsi untuk menyegel seseorang di dalamnya.


Dan seseorang itu adalah....


***


**


Celestrial terlihat bahagia saat dia menikmati makanan yang disajikan oleh para naga Crimson, hampir seluruhnya disajikan dibuat dengan baik melebihi makanan yang sering dia temui di kota-kota.


Di sebelahnya Anna merasakan hal demikian sedangkan Souma tampak mendapatkan ujian beratnya di sini di mana Stelfania berusaha menyuapinya sebagai tanda penghormatan.


Sejauh ini Souma hanya menyelamatkan Red Crimson, dan baginya itu bukan hal yang bisa dibanggakan.


"Silahkan coba ini juga."


"Aku bisa melakukannya sendiri."


"Kakakku orangnya berlebih jadi harap bersabar untuknya."


"Apa kau bilang?"


"Jika Souma serius kau pasti dibunuh apa kau tidak memperhatikan, hanya karena dia manusia energi sihir yang dimilikinya melebihi kita ras naga, itu seperti ratu iblis."


"Guakh."


Anna tersedak lalu bertanya.


"Apa energi Souma seperti ratu iblis?"


"Aku pernah sekali melihatnya dan energinya cukup menakutkan."


Apanya yang pernah melihat?


Ratu iblis ada di depanmu.


Souma ingin berteriak itu namun segera mengurungkannya.


"Saat dikalahkan oleh pahlawan Risela dan putri seorang Duke ia menghilang, menurutmu apa yang dia lakukan sekarang Souma?"


"Aku pikir dia bekerja serabutan dan tidur di rumah kecil," balas Souma.


"Haha itu lucu, mana mungkin ratu iblis bisa hidup seperti itu.. aku yakin meski kalah dia masih tidur di rumah mewahnya, memakai pakaian berkilauan dan mencoba untuk berusaha merebut alih wilayah manusia lagi, benar kan putri Celestrial."


"Aku meragukannya mungkin saja dia jadi baik."


"Kalian berdua pelawak handal."


"Hey kakak, kepribadianmu berubah lagi, kau jadi seperti emak-emak yang suka bergosip."


"Ya ampun, aku terbawa suasana dan menjadi kurang sopan."


Gadis kembar yang makan dengan elegan memotong di waktu bersamaan.


"Bukan kurang sopan lagi, kakak memang pantas dihajar."


"Howaah... aku minta maaf."


Semua orang bisa melihat wajah Souma yang dipenuhi makanan di rambut dan pipinya.