Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 137 : 300 Pelayan


Sementara semua orang telah kembali ke rumahnya Souma dan salah satu pelayan berambut merah bernama Naysia masih berdiri menatap makam pak tua Jean.


"Wajah tuan begitu damai."


"Iya."


"Seperti yang tuan inginkan ia ingin Souma mengambil alih mansion dan juga kekayaannya kalau berkenan tolong anda menerimanya."


Souma jelas tidak bisa menolaknya bagaimanapun pak tua Jean jelas sangat mengharapkannya sejak lama.


"Aku mengerti, namun aku punya permintaan."


"Saya akan senang mendengarnya."


Souma akan membiarkan wanita ras vampir tinggal di sana juga dan masih akan mempekerjakan seluruh pelayan walaupun dia hanya sesekali tinggal di mansion dan mereka semua mengangguk mengiyakan.


Sekitar 300 pelayan yang terdiri dari wanita cantik berdiri di depan Souma yang mematung.


Rok mereka sangat pendek serta cukup membuat seseorang kehilangan fokus.


"Sebenarnya pak tua Jean mempekerjakan pelayannya seperti apa?" pertanyaan itu dijawab asal oleh Risela yang berdiri di sampingnya.


"Aku yakin dia sangat bersenang-senang dengan mereka."


Percuma untuk bertanya padanya.


Naysia di sisi lain mulai mengatakan soal bahwa Souma yang akan mengurus mereka semua mulai dari sini dan juga menambahkan pelayan dari ras vampir.


Untuk Asetasius dan Scarlett mereka bekerja di toko Souma.


"Mereka sangat bersemangat Souma, apa mau mencoba beberapa dulu."


"Memangnya kau ini anggap aku ini apa?"


Sekarang Souma jelas kebingungan, jika hanya bekerja di mansion akan banyak orang yang tidak bekerja paling tidak di mansion bisa dikerjakan 100 orang dan 200 orang harus ia pikirkan.


Pada akhirnya dia mengunjungi guild dan bertemu Astrea secara pribadi.


"Jadi Souma apa yang kau inginkan padaku?"


"Aku ingin memperbesar guild ini."


"Hah? Apa uang pak tua Jean membuatmu gila."


"Itu juga salah satunya aku harus memikirkan 300 wanita pelayan sekarang."


"Ah yang itu.. kau pasti memiliki malam yang indah, aku pernah berkunjung ke mansion itu dan sesekali melihat wanitanya saling meniduri satu sama lain dan selalu banyak sprei yang dijemur."


"Aku tahu itu jangan mengatakan sisi gelapnya lagi, aku mohon."


"Aku ingin menaruh 100 pelayan sebagai staf di guild yang nantinya aku perbesar."


Astrea jelas tak bisa menahan tawanya.


"Meski sebanyak itu petualang jumlahnya masihlah sedikit.... jangan bilang kau?"


Astrea menyadari apa yang dipikirkan Souma sekarang, walau dia memang pemalas Astrea tidak pernah melupakan seberapa pintar orang di depannya.


"Aku akan menjadikan desa Huruhara menjadi kota besar."


Itu sebuah pukulan luar biasa dari Hit menjadi Critical Damage.


"Dan aku akan membuat sebuah dungeon besar yang berisi 500 lantai ke atas langit."


Alih-alih dungeon yang masuk ke dalam tanah Souma menawarkan dungeon yang sangat besar yang bisa menembus ke langit.


Senyuman di wajah Astrea berubah menjadi sedikit rasa ketidak percayaan, manusia bisa melakukan hal itu adalah sesuatu yang tidak dipercaya tapi sosok di depannya adalah sosok yang menyamai kekuatan sang dewi jadi itu tidaklah bisa diragukan lagi.


"Tolong jelaskan semuanya dengan rinci."


Dan sebuah obrolan beberapa jam berlangsung di guild itu.


Selanjutnya bersama Naysia, Souma mencari lahan kosong.


"Tuan sayang, apa yang kita lakukan di sini?"


"Bisakah kau tidak menambahkan sayang di nama panggilanku."


"Itu bukti bahwa aku menghormatimu."


"Aku malah merasa sedang digoda."


"Hanya perasaan."


"Aku akan membuat guild pedagang di sini dimana semua barang seperti peralatan petualang, bahan-bahan pakaian dan juga barang kebutuhan lainnya akan dijual belikan.


"Apa ini untuk 100 pelayan yang lain."


"Benar, Aku ingin menggunakan semua uang yang dimiliki pak tua Jean untuk merubah desa ini."


"Saya mengerti, beliau pasti akan senang."


"Mari kembali."


"Baik."


Orang yang selama ini hanya bermalas-malasan kini mengambil peran penting untuk semua orang.