
Mereka mengunjungi sebuah agen properti dan membeli sebuah rumah sederhana di tengah kota, walau sederhana tempatnya luas dan bisa menampung banyak orang.
"Dia benar-benar senang," yang mengatakan itu adalah Janet yang memasang wajah bermasalah terhadap agen properti yang bersalto saat kepergiannya.
Di sampingnya Kozou memberikan komentar sarkasme.
"Mau bagaimana lagi bisnis mereka adalah bisnis yang paling sepi."
"Jadi... Souma apa kau benar-benar yakin akan membuat bisnis juga di sini?"
"Bagiku tak masalah, asalkan mereka mau membayar saat membeli obat."
"Salahku bertanya."
Janet mulai membantu membersihkan setiap ruangan sementara Kozou memilih pergi sebentar untuk menjelaskan pada keluarganya dan muncul kembali dengan keenam kakaknya.
"Ini pertama kalinya aku baru tahu ras iblis bisa secantik ini, biasanya mereka jelek."
"Lugunica sebaiknya kau tidak mengatakan hal seperti itu atau mereka mungkin akan memusuhi ras naga."
Souma setuju dengan ucapan Janet.
"Biar aku perkenalkan, yang ini Avilna, Brisna, Cris, Dina, Elsa dan juga Frena, mereka keluargaku."
"Halo, aku sudah mendengar semuanya dari adikku, katanya kami akan dipekerjakan di toko ini."
"Itu benar, namaku Souma aku akan mengajari kalian semua hal tentang obat-obatan."
Mereka semua berkerumun tampak senang, dari yang dikatakan Kozou orang-orang yang berhak mendapatkan pelajaran tentang obat-obatan ataupun medis hanyalah bangsawan, karena itulah meski mereka ingin belajar mereka tidak akan bisa melakukannya. Terlebih, jika mereka bukan bangsawan tapi masih tetap belajar mereka akan dipenjara begitu saja.
"Kalau begitu tugas pertama yang kalian harus lakukan hanyalah menyusun botol ini sesuai warna, nanti akan kuberikan nama-namanya serta manfaatnya."
"Baik."
Souma menjentikkan jarinya dan sekitar ratusan potion muncul dari sihir penyimpanannya.
"Kau? Bagaimana bisa ada obat sebanyak ini, apa kau ini dewa?" teriak Kozou.
"Souma memang sering dibilang begitu," potong Lugunica.
"Kau juga harus bekerja."
"Aku mengerti."
Janet dan Souma hanya mengawasi bagaimana mereka bekerja.
"Hanya dengan toko ini, akan membuat kegemparan kuharap kau sudah mempersiapkan semuanya."
"Tentu saja, dulu aku sudah pernah menghancurkan bisnis-bisnis toko obat di dunia manusia, bagiku ini sama saja."
Membiarkan mereka mengerjakan sisanya, Souma dipandu ke rumah Kozou, mereka menyelinap di antara orang-orang berlalu-lalang kemudian masuk ke dalam gang.
Untuk sesaat Souma pikir apa ada rumah di sekitar sini.
"Seharusnya kau ikut tadi, jadi aku tidak perlu bolak-balik bukan," gerutu Kozou sebelum menunjuk sebuah tumpukan kardus yang dibuat menyerupai rumah, melihat itu Souma mengerti kenapa Kozou terobsesi dengan uang.
"Jika kau ingin mengejekku, silahkan saja."
Souma meletakan tangannya di atas kepala Kozou yang masih tertutup kulit semangka hingga ia sedikit mendongak karena terkejut.
"Ayo pergi."
Souma tidak mengatakan apapun lagi selain itu dan melihat bagaimana pasangan suami-istri hanya terbaring dengan selimut menutupi keduanya di kepala mereka sepasang tanduk tumbuh dengan baik.
Mereka tidak bisa bicara ataupun bergerak kecuali hanya menatap dengan bingung.
"Apa yang terjadi dengan mereka?"
"Ayah dan ibuku tiba-tiba saja jatuh dan setelahnya mereka menjadi lumpuh."
Souma memeriksa keduanya sesaat kemudian menyimpulkannya dengan sangat mudah.
"Mereka memakan makanan beracun, apa yang mereka berdua makan?"
Kozou mulai menerawang jauh ke dalam ingatannya.
"Jika tidak salah kami makan ikan yang ada di sungai tadi."
"Jadi itu penyebabnya, kalian harusnya tahu jika ada ikan yang hidup di tempat seperti itu pasti ikannya tidak normal."
"Mau bagaimana lagi kami lapar, tapi seharusnya kami juga lumpuh bukan."
"Tidak, anak-anak cenderung memiliki kekebalan tubuh lebih tinggi dari orang dewasa, sebuah keberuntungan bahwa kalian baik-baik saja."
Kozou sesaat melirik ke arah orang tuanya.
"Apa orang tuaku bisa disembuhkan?"
"Aku harus meneliti ikannya dulu untuk menemukan obatnya tapi kurasa kita bisa menggunakan sihir."
"Jangan bilang kau ingin menggunakan sihir suci, mereka mungkin akan terluka."
"Aku bisa menggunakan sihir kegelapan sebagai sihir penyembuhan."
"Itu tidak masuk akal," protes Kozou tapi Souma mengatakannya begitu yakin.
"Lihat saja bagaimana aku menggunakannya."