
Entah Law, Risela ataupun Stella mereka bisa mengalahkan para bangsawan tanpa kesulitan, pada awalnya mereka berubah jadi iblis namun dalam durasi beberapa menit mereka akan kembali ke sedia kala dengan bayaran tubuh mereka yang mengering.
Risela duduk di atas reruntuhan selagi melirik botol kecil di tangannya yang berisi penuh pil.
"Kekaisaran bermain-main dengan kita."
Meski bukan seorang yang ahli dalam alkimia Risela bisa tahu bahwa pil ini dibuat setengah jadi, mereka jelas tidak sembarangan memberikannya begitu saja.
"Nona Risela kami sudah menangkap mereka."
"Kerja bagus kalian, mari kembali ke ibukota... para bangsawan itu harus segera dihukum mati untuk semua ini."
"Apa sebaiknya kita membantu tuan Souma?"
"Aku pikir Souma pasti sudah selesai dan bergerak seorang diri, begitulah sifatnya," ucap Risela tersenyum lepas.
Souma dan Historia mendaratkan kakinya setelah melompat dari atas jembatan, mereka bisa merasakan tanah yang lembek tapi tidak terlalu basah hingga kesulitan bergerak, walau bagian atas tertutup kabut cahaya masih menembus ke dalam sini seolah kabut tersebut tidak berada di sana sejak awal.
Ini adalah kabut sihir hal seperti itu bukan sesuatu yang mustahil.
Keduanya berjalan untuk menuju sebuah kota.
Souma teralihkan pada keberadaan Historia di sampingnya.
"Apa yang kau makan?"
"Aku menemukan biji-bijian di sana, rasanya cukup lumayan."
"Kau?"
Souma buru-buru menepuk punggung Historia.
"Cepat muntahkan, itu beracun."
"Eh?"
"Seluruh tanaman di sini memang tidak beracun bagi Dark Elf tapi jika ras lain memakannya akan berbeda."
"Ugh... aku menelannya, aku akan mati Souma," teriaknya.
"Kau baru menginjak tanah ras lain beberapa detik saja dan bisa mati dalam waktu singkat."
"Tolong sampaikan kematianku pada gadis yang menemani tidurku."
"Ogah."
Souma mengeluarkan potion anti racun dan memberikannya pada Historia yang segera diminumnya dengan sekali tegukan.
"Yah, maaf merepotkanmu."
"Itulah kebiasaan burukmu selalu mengutip makanan di jalan."
"Ahaha."
Souma menghela nafas panjang sebelum melanjutkan langkah mereka, dari kejauhan seseorang berlari pada mereka, seperti namanya Dark Elf mirip seperti Elf hanya saja mereka memiliki kulit gelap.
"Tunggu, tunggu, apa yang dia lakukan?"
Tanpa mendengar perkataan Historia pria dari Dark Elf itu memberikan beberapa pukulan pada Souma yang bisa ditangkis dengan mudah, Souma menyilangkan tangannya saat tendangan terjulur padanya.
Akan jauh lebih baik jika dia mencoba memberikan pukulan balasan dan itu ditahan baik oleh penyerang hingga keduanya saling membenturkan kepala sebelum memberikan pukulan lanjutan.
"Kalian tidak akan kubiarkan masuk ke dalam kota kami, tempat ini tabu untuk dimasuki ras lainnya."
"Adat yang merepotkan."
Entah pria itu atau Souma mereka menjaga jarak sebelum membenturkan kembali pukulan menghasilkan menghembuskan angin ke sekelilingnya.
"Kau cukup kuat, kotamu pasti sangat bergantung padamu."
"Jangan meremehkanku."
Pria itu memberikan pukulan jab dengan cepat kemudian menghilang dan muncul di samping untuk memberikan tendangan yang bisa dilewati Souma setipis rambut.
"Lumayan juga."
"Berisik."
Souma menggerakkan kedua matanya ke segala arah, tepat saat pria itu muncul dia menangkap kakinya lalu melemparkannya ke depan.
"Jika ini gagal maka aku tidak ada cara lain untuk menggunakan kemampuan ini."
Tiba-tiba saja sebuah energi menyelimuti tubuh pria itu menghasilkan sedikit percikan petir, matanya bersinar dan rambutnya sedikit naik ke atas.
Tanak pijakannya merebas beberapa sentimeter ke dalam membentuk retakan jaring laba-laba.
"Apa itu Souma?"
"Ini adalah teknik khusus Dark Elf bernama Key yang mana melepaskan Meridian dalam tubuhnya dan meningkatkannya di waktu yang sama, itu mirip sebuah gerbang yang mengumpulkan banyak energi untuk dilepaskan dalam waktu tertentu."
"Aku tidak mengerti? Apa itu Meridian?"
"Itu jalur lalu lintas energi tubuh."
"Dengan kata lain dia tidak menggunakan sihir."
"Ini seutuhnya teknik bela diri."
"Kenapa kalian ngoceh-ngoceh di sana, kalian akan kukalahkan di sini."
Tepat saat dia melesat maju seseorang jatuh dari langit dan menjatuhkan pria itu dengan sebuah ledakan besar. Di punggungnya berjongkok seorang wanita Dark Elf dengan rambut pirang panjang mengenakan celana pendek serta kemeja putih tanpa lengan yang menonjolkan dada besar miliknya.
"Kakak apa yang kau lakukan?"
"Jangan sembarangan menggunakan Key begitu saja, dasar adik bodoh."
"Ini tipeku, berapa aku membayarnya untuk semalam."
Souma memukul perut Historia hingga dia jatuh ke tanah.
"Kenapa dengannya?"
"Dia menyukai wanita, sebaiknya kau berhati-hati Nymph."
"Itu sangat berbahaya, ngomong-ngomong lama tak bertemu denganmu Souma kau tidak berubah sedikitpun."
"Kau juga."
Ini bukan pertemuan yang mengejutkan bagi keduanya.