
Souma melompat ke udara memberikan tebasan yang mana menciptakan bilah angin yang tertuju pada asap yang menutupi lawannya.
Tebasan itu tertahan oleh sebuah tangan sebelum menghilang tanpa bekas. Itu jelas teknik yang tidak bisa dilakukan kebanyakan orang yang disebut sebagai Anti Magic yang hanya dimiliki oleh seorang Alchemist yang berada di tingkat tertentu.
Jika dia bisa melakukannya maka tidak sulit juga untuk melenyapkan sihir lawan, Souma mengetesnya dengan menciptakan seratus lingkaran sihir di atas langit dan dalam sekejap seluruh lingkaran sihir hancur menjadi butiran debu bercahaya.
"Usaha bagus, aku ini setara dengan dewa, hal barusan tidak akan bisa mengalahkanku haha."
Orang bernama God Machine memberikan penjelasan untuk menekan lawannya, itu akan berhasil jika lawannya bukan Souma.
"Kebetulan sekali karena aku seorang yang bisa membunuh dewa."
Mendapatkan balasan yang santai membuat God Machine tertawa.
"Candaanmu tidak masuk akal, biarlah... apa kau bisa menahan ini."
Sebuah meteor raksasa bercampur besi turun dari langit, berusaha mengenai Souma di bawahnya namun hanya dengan satu tebasan benda itu hancur.
God Machine menggabungkan tangannya dan kilatan petir menyebar ke segala arah, Souma melakukan hal sama dan di bawah keduanya patung raksasa menyeruak mengangkat keduanya setinggi 25 meter.
Patung Souma berbentuk wanita bersayap dengan pose berdoa, sedangkan God Machine berbentuk patung wanita dengan sayap kelelawar serta tanduk di kepalanya.
"Jadi begitu kau juga bisa menggunakan teknik Alchemist."
"Berbeda denganmu aku menggunakannya ke arah medis"
"Mengejutkan sekali, kita ini memiliki kekuatan dewa yang mampu melawan kehendak mereka, hanya digunakan untuk hal sepele bakatmu akan terbuang sia-sia."
"Jadi apa yang kau inginkan?"
"Semuanya, aku akan mengambil alih dunia ini."
"Yah apapun itu, kau tidak bisa melakukannya selama kau tidak bisa mengalahkanku."
Kedua patung menciptakan lingkaran sihir raksasa dan sama-sama menembakan cahaya menyilaukan, kecuali kedua penggunanya kedua patung itu melebur menjadi serpihan debu ke udara.
Souma dan God Machine saling memberikan serangan terbaik mereka.
"Ini jelas menyenangkan," ucap God Machine menghindari tebasan Souma, itu bukan tebasan biasa, setiap dia menghindarinya satu rumah akan terpotong dengan mudah.
God Machine menggabungkan tangan seolah dia menepuk nyamuk yang mana merubah kedua tangannya menjadi besi untuk menangkap pedang musuhnya sebelum melempar Souma ke udara.
Dia memukul tanah dan sebuah tangan besi tercipta untuk menghantam Souma lebih jauh.
"Ini masih belum berakhir," dengan seringai di wajahnya God Machine menciptakan tangan besi lebih banyak.
Souma memunculkan sosok samurai di belakang punggungnya, melalui empat pedangnya itu memotong mereka dengan mudah layaknya sebuah kertas yang memungkinkan dia bisa mendarat baik di atas reruntuhan.
"Golem Machine."
Sekarang God Machine membuat beberapa pasukan yang sebelumnya pernah dia kalahkan di wilayah ras malaikat.
"Jadi kau ingin bertarung dengan jumlah."
"Kau bukan lawan yang bisa diremehkan karena itu aku perlu melihat seluruh kartu as yang kau miliki."
Souma pikir dia hanya orang yang angkuh yang memuji seberapa tinggi kekuatannya akan tetapi ia juga bisa berfikir normal.
Apa aku harus memanggil sesuatu juga untuk menghadapinya? Souma segera mengurungkannya, keberadaan Lilith telah membuat sesuatu yang abnormal di dunia ini jika dia sembarangan itu hanya akan memperburuk keadaan.