Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 208 : Pertarungan Kaisar Bagian Satu


Terkagum dengan musuh bukan sebuah pilihan karena itu Souma bersiap untuk serangan yang akan dilancarkan Raifudus, tubuhnya besar akan tetapi dia bergerak lincah.


Souma melompat untuk menghindari tebasan yang diberikan olehnya di mana lantai yang terhantam pedang berubah menjadi retakan dan hancur hingga menjalar ke pilar-pilar di sekeliling singgasana.


"Tidak banyak orang yang bisa menghindari serangan barusan, bagaimana dengan ini?"


Souma diserang dari depan melalui kebrutalan yang kuat, setiap tebasan yang diblokirnya semakin kuat seolah menyesuaikan dengan pergerakan Souma sendiri, tak ingin jadi pihak yang dipukul mundur Souma memberikan balasan dengan tebasan atas.


Kedua logam menciptakan percikan api yang diiringi suara yang memekakkan telinga.


Raifudus adalah orang berjiwa perang semakin dia ditekan semakin kuat dirinya. Itu semacam dorongan yang dimiliki oleh ras Viking atau sejujurnya teknik yang disebut sebagai Berserk.


Semakin teknik ini dipakai maka penggunanya akan kehilangan kesadaran hingga akhir berubah menjadi sosok orang yang tidak mengenal rasa sakit. Ini tingkat kebrutalan yang hampir menyamai sosok penyihir.


Raifudus juga mahir dalam pertahanan, dia beberapa kali menahan tebasan ringan Souma dan membalas dengan baik pula.


Sejauh itu Souma mengetahui bahwa Raifudus lah yang telah memberikan kekuatan mata Rigen, maka dari itu kekuatan matanya mungkin adalah yang paling hebat.


Keduanya menjaga jarak dan kembali membenturkan pedang mereka, Souma terlempar menabrak pilar tersebut meski tidak berpengaruh padanya serangan barusan memberi waktu pada Raifudus mengaktifkan sihirnya.


"Iron Maiden."


Sebuah rahang dari peti mati besi menyeruak dari belakang Souma, ini adalah teknik yang sesuai bagi seorang pemimpin diktator, tanpa menahan diri Souma menebas peti tersebut sementara itu sosok Raifudus telah berdiri di depannya bersiap memberikan ayunan dari senjatanya.


Sebelumya adalah pedang dan kini telah berganti menjadi palu raksasa. Menghantam tepat di tubuh Souma, serangannya membuat dirinya terlempar menabrak dinding bangunan sebelum benar-benar terhempas ke luar perkarangan istana sebelum menabrak patung.


"Sudah terakhir lama aku dipukul seperti barusan," ucap Souma bangkit.


Raifudus mendengus dengan perasaan tidak nyaman. Orang yang dia lukai masih bisa santai adalah sesuatu yang tidak dia sukai.


Saat Souma menjentikkan jarinya sesuatu baru saja dijatuhkan dari langit, itu menyerupai bongkahan kristal raksasa yang luasnya setara dengan istana itu sendiri.


"Kau benar-benar sialan, sihir apa yang kau gunakan?"


"Ini bukan sihir serius."


Souma menghilang dan berdiri di atas rumah dengan pedang di tangannya, dia melihat bagaimana sebuah pemandangan tercipta melalui kemampuannya. Kristal itu dipanggil dengan sihir Souma yang tingkat kekerasannya setara dengan batu mulia.


Seluruh istana telah tertindih seutuhnya, namun tercipta sebuah retakan di sekelilingnya dan selanjutnya hancur berkeping-keping. Yang berdiri di sana hanyalah Raifudus dengan darah mengalir di tubuhnya.


Souma menghilang dan berdiri menghadapi Raifudus dari jarak beberapa meter saja.


Benda yang dijatuhkan Souma adalah barang berharga meski demikian karena tingkat kekerasannya benda ini tidak bisa dibentuk dan sulit untuk dihancurkan kecuali oleh Souma sendiri, ini pertama kalinya dia melihat seorang bisa menghancurkannya sampai demikian.


Palu di tangan Raifudus telah berubah menjadi tombak sebelum akhirnya kembali menjadi pedang kembali.


"Aku yakin bahwa senjatamu bukan sebuah mainan."


"Itu benar, ini adalah senjata peninggalan leluhur bangsa Viking aku mendapatkannya dari mereka, hanya dengan ini saja semua orang tidak akan bisa mengalahkanku."