Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 287 : Penyelamatan


Souma dan Rosaria telah muncul di sebuah kota yang kerap dijadikan sebagai kota eksekusi, mereka berdua berdiri di atas bangunan tinggi selagi memperhatikan seseorang yang sedang diarak dengan tangan dan kakinya terikat rantai.


Dia bukan seseorang yang asing bagi keduanya, melainkan seseorang yang cukup mereka kenal bernama Zaskiver.


Dengan wajah lelah Zaskiver telah berjalan menuju tiang hukumannya, singkatnya dia akan dipenggal di depan banyak umum.


Rosaria tersenyum simpul.


"Hoh, ini menarik... sejak dulu aku pikir orang yang selalu dikendalikan uang akan bernasib seperti ini suatu hari nanti."


Padahal dia anak buahnya, gumam Souma dalam hati, ketika dia menarik pedangnya Rosaria menghentikannya.


"Tunggu dulu Souma, kita harus menunggu waktu yang tepat untuk menyelamatkannya, misal saat pernikahan kita akan bilang keberatan, hal seperti ini tidak jauh berbeda."


"Apanya yang berbeda?" protesnya.


"Kita harus melakukannya dengan sedikit drama."


Souma memilih untuk menurutinya walaupun apa yang dikatakannya terdengar aneh.


Kini Zaskiver telah berlutut sementara algojo yang mengenakan topeng di wajahnya telah bersiap dengan sebuah pedang di tangannya.


Seorang pria dengan rambut biru panjang mengumumkan kejahatannya.


"Orang itu?"


"Six Seven Heaven Fall, Yubin, dia pengguna pedang es.... apa menurutmu kau bisa mengatasinya?"


"Kita lihat saja nanti."


"Kalau begitu aku akan mengurus sisanya."


Ketika Yubin selesai berbicara algojo telah menaikkan pedangnya, membuat Zaskiver menutup matanya.


Inilah akhirnya, aku tidak memiliki penyesalan, ucapnya dalam hati namun hal yang dibayangkan olehnya tidak pernah terjadi.


Saat dia membuka mata algojo tersebut telah ditendang jatuh sementara semua orang terdiam melihat kemunculan Souma.


"Yo pak tua, kau tak apa?"


"Kau, pria waktu itu?"


Bersamaan itu ledakan api terjadi di segala arah. Souma menebaskan pedangnya membuat Yubin melompat mundur.


"Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya, apa kau anggota para pemberontak?"


"Tidak, aku hanya penjual obat.. ngomong-ngomong yang menghancurkan pabrik kalian itu adalah aku."


Yubin tertawa lalu melanjutkan dengan senyuman iblis.


Yubin bergerak dengan cepat membuat haori yang dikenakannya berhembus oleh angin, tak lama sebuah pedang telah melesat di leher Souma namun dengan santai ia menahannya menciptakan percikan ke udara.


"Perlu lebih dari itu untuk menebas leherku."


Souma memukul Yubin hingga dia terlempar lalu berputar-putar di udara sebelum menempel di dinding dengan lubang besar di punggungnya.


Souma menebas rantai yang mengikat Zaskiver membiarkannya untuk bisa terbebas kembali.


"Thank you."


"Lebih baik kau temui Rosaria."


"Wanita itu di sini juga, pantas saja aku melihat banyak ledakan api."


Zaskiver berlari untuk menyelamatkan diri saat Souma menatap ke arah kumpulan penonton yang hanya terdiam.


"Kalian tidak lari?"


"Bagi kami ini sebuah hiburan," kata salah satunya.


"Aku akan menebas kalian jika kalian tidak pergi."


Dengan perkataan itu, mereka berlarian terbirit-birit, Souma turun dari podium eksekusi dan berjalan sedikit untuk memperhatikan Yubin yang telah membenarkan posisinya.


"Baru sekarang aku dipukul sampai sejauh ini, kau benar-benar iblis yang kuat."


"Yang barusan hanya permulaan, selanjutnya aku akan menggunakan pedangku."


"Itulah yang kuinginkan."


Keduanya saling bertukar tebasan satu sama lain.


Zaskiver melihat bagaimana Rosaria telah mengamuk melalui api ditangannya.


"Bos, kau datang menyelamatkanku... kukira kau makhluk sadis yang tak peduli pada siapapun kecuali hidupmu sendiri, aku sangat terharu."


Ketika Zaskiver berlari untuk memeluknya sebuah pukulan mengenai perutnya.


"Guakh."


"Ah maaf, kukira kau musuh."


Zaskiver terlempar dengan keras hingga terbaring di tanah dengan mulut berbusa.


"Ka-kau sengaja."


Dia pingsan untuk sementara waktu.