Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 311 : Pertemuan Dua Pahlawan


Di bawah langit cerah Shiji tengah berada di luar kota Huruhara sembari memberi makan slime dengan daun di tangannya.


Ia menggunakan skill Tamer untuk berbicara dengannya, hal ini karena dia tidak memiliki pekerjaan untuk dilakukan dan menunggu Souma rasanya terasa lama.


"Hey, slime apa kau suka memakan pakaian wanita juga?"


"Tentu saja, melihat wanita bugil, memang mantap."


"Kau terlihat imut namun ternyata jahat juga."


Tak lama kemudian Lilith telah berada di belakang Shiji. Wajahnya terlihat panik dan pucak.


"Ada apa denganmu?"


"Tuan Souma, sebelumnya aku selalu bisa merasakan keberadaannya tapi saat ini, dia menghilang, apa dia sudah."


Shiji mengerti apa yang coba pelayan itu katakan.


"Kurasa aku tidak bisa menunggu lagi di sini, tubuhnya jelas sudah diambil alih olehnya, apa kau masih tahu di mana lokasi Souma sebelumnya?"


"Aku bisa."


"Kalau begitu cepat bawa aku."


Lilith mengangguk mengiyakan dan keduanya malah tiba di sebuah kota yang terlihat mengerikan.


Di sana ada Janet yang menyeret beberapa mayat untuk dikuburkannya. Lugunica yang lebih dulu menyadari kedatangan mereka. Bagaimana pun dia sudah lebih dulu melihat keduanya di toko.


"Shiji dan Lilith."


"Di mana Souma?"


Lugunica lalu menjelaskan apa yang terjadi secara menyeluruh.


Sementara itu di tempat lain, ledakan menggema di segala penjuru kota yang telah ditinggalkan.


Terbang di langit adalah Aileen sedangkan di sisi lain Souma yang menyeringai, Aileen menciptakan puluhan lingkaran sihir di udara yang masing-masing dari mereka menembakan bola hitam yang memborbardir keberadaan sosok iblis samurai.


Seperti yang terlihat bahwa tidak ada luka yang bisa dirasakan oleh sosok tersebut yang masih berdiri kokoh tanpa goyah sedikipun.


Souma memilih menghilangkan iblis samurai sebelum muncul di dekat Aileen dengan pedang terayun darinya.


Aileen mengikuti pergerakan itu melalui kuku tangannya, sayangnya dia berhasil dijatuhkan hingga menabrak lima bangunan sebelum meledak dahsyat.


Dia berdiri dengan luka sayatan di tubuhnya lalu Aileen mengeluarkan sebuah buku hitam di tangannya yang sebelumnya diberikan oleh penyihir bernama Fram.


Dia menimbang-nimbang akan menggunakannya atau tidak, dan setelah memikirkannya ia membakarnya.


"Aku tidak perlu bantuan penyihir sama seperti Anna, aku lebih menyukai mati dengan kekuatanku sendiri."


"Aku tidak tahu apa yang barusan akan kau gunakan, tapi sepertinya kau membuang kesempatan untuk menjadi lebih kuat."


"Memangnya kau tahu apa?"


Sebuah pedang siap memenggal kepalanya namun itu segera tertahan pedang lain dari sosok yang muncul secara tiba-tiba.


Dia menggunakan pedang hitam dengan mantel yang berkibar tertiup angin.


"Ini pertama kalinya melihat Souma dalan bentuk seperti ini, kurasa dia benar-benar sudah kehilangan kesadaran."


Terkejut dengan hal itu, Souma melompat mundur.


"Lilith bisa kau bawa wanita itu dan melindunginya."


"Dia raja iblis."


"Tak masalah, aku yakin kita akan tahu kebenarannya nanti."


Lilith tidak mengerti apa yang coba Shiji katakan padanya, meski demikian dia memilih untuk mengikuti permintaannya lalu menghilang.


Souma tertawa atau paling tidak begitulah yang terlihat.


"Shiji tak kusangka aku bertemu denganmu di sini, bukannya kau lebih suka menghabiskan waktu dengan dewi berdada besar itu."


"Jika ada sesuatu yang tidak normal pasti aku akan muncul entah itu ada di dunia lain."


"Benar-benar menggelikan, sebelumnya kau bisa menyelamatkan alam dewi hanya sebuah keberuntungan. Sekarang jelas berbeda, aku kini seutuhnya telah mengambil alih tubuhnya, aku bisa merasakan kekuatan mengalir dariku."


Sosok iblis samurai muncul di belakang Souma, Shiji tidak merasa gentar dan ia memunculkan tujuh elemen sihir berbeda yang terdiri dari api, air, tanah, angin, petir, cahaya dan kegelapan.


Ia menggabungkan seluruh elemen tersebut menjadi satu lalu memadatkannya menjadi bola kecil.


"Elemental Force," katanya menembakan bola itu ke arah Souma.


Iblis samurai dengan sigap melindungi lalu meledak dahsyat.


Souma tampak mengerenyitkan alisnya saat mengetahui iblis samurainya telah hancur menjadi tulang kemudian meleleh dan lenyap.


Shiji maupun Souma mengarahkan tangannya secara bersamaan untuk menciptakan lingkaran sihir dari celah jarinya.


"Hell of the Abyss."


"Hellfire."


Kedua serangan api itu berbenturan menghasilkan ledakan memekakkan telinga.