
Itu adalah sebuah ruangan gelap di mana Souma berdiri dengan pedang di pinggangnya sementara di depannya sosok bayangan gelap dengan wajah dingin menyeringai ke arahnya.
Ia memiliki mata berwarna merah terang dengan rentetan gigi berjeruji.
Ini adalah apa yang ada di tubuh Souma.
"Yo Souma, lama tak bertemu... sepertinya kau benar-benar menjadi dewa sekarang, jika kau ingin aku mengalahkan musuhmu aku tidak keberatan, kau bisa bersantai juga bukan."
Souma menghela nafas dan duduk bersila.
"Sejauh ini aku tidak perlu menggunakanmu."
"Benar-benar membosankan, mari buat perjanjian.. jika kau mengeluarkanku dari sini aku akan memberikan mata iblisku. Mata ini sangat luar biasa loh bukannya kau ingin mengalahkan musuhmu... kudengar kau sudah mati 1000 kali di duniamu yang ke 5000, sungguh... apa yang kau harapkan dari dewi itu. Dia memaksamu bertarung demi menyelamatkan dunia sementara dia santai-santai selagi makan keripik kentang. Sungguh keterlaluan, dia juga malah nonton sinetron FTV coba bayangkan itu."
"Ini hanya hal yang kusepakati dengannya, lagipula sejauh ini aku tidak bisa menyelamatkan dunia tanpa sebuah pengorbanan."
"Itu wajar kau tahu, kedamaian tidak pernah tercipta dengan mudahnya. Berjuang maka artinya kau sudah siap memikul beban di pundakmu, beban rekanmu, beban nyawa yang kau bunuh serta beban dari apa yang kau perjuangkan."
"Sungguh konyol aku mendengarnya dari iblis sepertimu."
"Jadi bagaimana, apa kau mau melepaskanku? Kau bertarung melawanku dengan cara mengurungku di tubuhmu, itu menyebalkan... kau juga malah tidak bereaksi saat melihat tubuh iblis wanita, kau tidak normal ye."
"Tutup mulutmu itu, aku mau saja melepaskanmu hanya saja bukannya itu sama saja dengan melepas bencana ke dunia berbeda."
"Kau benar-benar meragukanku."
"Lagipula jika teknik matamu diberikan padaku matamu hanya jadi mata biasa."
"Itu lebih baik dibandingkan terkurung di sini, aku akan memberikan jaminan lain, aku akan memberikan seluruh kekuatanku, bagaimana? Kau bisa menggunakan seluruh jenis api itu akan bagus untuk kau gunakan di dunia yang berbeda."
"Aku ini menerima berkah dewi, jika menggabungkannya dengan sihirmu itu sama saja mengotorinya."
"Bukannya kau memiliki makhluk yang diberikan oleh Amaterasu, gunakan saja itu."
"Hoh, berani menggoda Soumaku yah."
"Si penggemar FTV nongol."
Sang dewi yang mengenakan kimono dengan tubuh dewasanya muncul.
"Jangan dengarkan dia, iblis itu terlihat baik tapi sejujurnya mereka itu tidak bisa dipercaya, mereka itu diisi oleh kesombongan karena itu juga mereka diusir dari surga."
"Dasar dewi sialan jangan ganggu kebebasanku, urus saja pekerjaanmu dengan benar tugasmu hanya menuntun jiwa yang mati."
"Tugasku sangat sulit loh memangnya kalian hanya berusaha menggoda manusia Awokawok."
"Entah kenapa dewi ini menyebalkan."
"Sebenarnya dewi aku juga merasa tidak nyaman membiarkan iblis ini di tubuhku, aku akan menerima kesepakatannya termasuk mengambil seluruh kekuatannya."
"Kau ingin menggunakan teknik itu."
"Apa tak masalah?"
"Tentu saja tidak, lagipula tidak baik juga menyimpan makhluk seperti ini di dalam tubuhmu."
"Kau jadi plin plan ye."
Souma memunculkan sosok samurai di belakangnya satu tangannya terjulur ke depan lalu semua energi dari iblis berkumpul di tangan itu, kemudian merubahnya menjadi sebuah pil sebelum akhirnya dimasukan ke dalam mulutnya.
"Ugh."
"Ada apa? Perutmu sakit."
"Tidak, hanya saja."
"Souma matamu berwarna merah."
"Benarkah."
"Aku sudah memenuhi kesepakatanku karena itu bebaskan aku."
"Aku mengerti, kurasa aku akan keluar dari sini dan bersiap ke dunia ke 5001."
"Semoga beruntung Souma, kau tahu jika kau merasa tidak enak aku dengan senang hati meminjamkan dadaku."
"Kurasa itu tidak perlu."
Sensasi rasa dingin membuat Souma bangun dari ingatan masa lalunya, ia menyadari bahwa Nymph sedang menaruh tangan di pipinya.
"Aku ketiduran, berapa lama aku tidur?"
"Hanya satu jam."
Setelah mengalahkan God Machine mereka melanjutkan perjalanan ke arah kekaisaran, mereka akan menunggu pasukan kedua ras bergerak dan akhirnya bergabung untuk melawan mereka semua.
"Sungguh mengecewakan bahwa aku tidak bertarung di kota sebelumnya, karena itu biarkan aku nanti bertarung di kekaisaran."
"Dimengerti."
Souma sudah mengajak mereka seharusnya dia juga sedikit memberikan pertarungan untuk mereka.