Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 87. Membantu


Tetua Dong yang mendengar semua perkataan Wu Sheng pun semakin yakin dengan pemikirannya dan mengeluarkan kertas formasi lalu berpindah tempat sekali lagi masuk ke dalam Hutan.


Wu Sheng yang baru pertama kali masuk ke dalam Hutan Kematian tidak banyak bicara ataupun bertanya. Dirinya hanya mengikuti Tetua Dong dan bersiap di saat hal buruk terjadi.


Tetua Dong yang berjalan masuk ke dalam Hutan pun pergi menuju ke Formasi yang sengaja dibuatnya untuk menahan orang-orang yang berniat mencari tau keberadaan Ketua Wang.


"Sial! Benar-benar hancur!" gumam Tetua Dong dengan ekspresi wajah yang marah sambil terduduk dengan satu kaki memegang kayu yang telah hancur.


Wu Sheng yang hanya berdiri mengamati situasi sudah bisa menebak yang sebenarnya terjadi dan bergegas memberitau Tetua Dong yang dilihatnya.


"Guru! Lihatlah itu! Goa!" teriak Wu Sheng dengan suara yang datar lalu menunjuk ke arah Goa yang ada di belakang dengan ekspresi wajah yang curiga.


Tetua Dong yang tidak akan tinggal diam di tempatnya saja dan melihat ketua Wang dalam bahaya langsung berdiri dan mengajak Wu Sheng masuk ke dalam Goa.


Keduanya yang masuk ke dalam Goa pun melihat banyak sekali jebakan yang telah dipatahkan pun dengan cepat mempercepat langkah kakinya.


"Nyawa Ketua Wang dalam bahaya! Aku harus cepat sampai di tempat itu dan menyelematkannya!" ucap Tetua Dong dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.


Tepat seperti yang diprediksi, kejadian yang tidak diharapkan pun terjadi. Ketua Wang yang sedang melakukan Pelatihan Tertutup diserang di saat penting yang menyebabkan Ketua Wang terluka parah.


Ketua Wang yang berlutut dengan satu kaki pun memuntahkan darah segar sambil memegang dadanya yang sangat sakit karena terkena pukulan dari Tetua Hu.


"Kau! Dasar Penghianat! Apa kau pikir dengan membunuhku akan membuatmu menjadi Ketua Sekte Langit! Jangan pernah bermimipi!" ucap Ketua Wang dengan tawa kecil yang menghina.


"Siapa yang bilang aku tidak bisa? Aku pasti bisa menjadi Ketua Sekte yang baru!" ucap Tetua Hu dengan percaya diri dengan tubuh yang tegap.


"Hah! Kau tak akan pernah bisa! Meskipun aku telah tiada maka penerusku yang akan menjadi Ketua Sekte yang baru karena aku telah menyerahkan legalitas itu sebelum aku melakukan Pelatihan Tertutup ini!" ucap Ketua Wang yang telah berdiri kembali dengan wajah yang bahagia.


Tetua Hu yang sangat marah saat mendengar perkataan Ketua Wang pun menggenggam tangannya sendiri dengan kuat dengan mata yang memerah menahan amarahnya.


"Aku akan membunuh orang yang telah kau pilih dan mengambil legalitas itu jadi tenanglah di Surga!" ucap Tetua Hu yang telah memfokuskan energi Qi nya ke telapak tangannya dan mengarahkan serangan itu tepat ke dada Ketua Wang.


Wu Sheng yang melihat semua yang terjadi dapat mengetahui dengan pasti yang sebenarnya terjadi berdasarkan informasi yang ada di masa lalunya dan di masa sekarang.


"Aku tidak akan pernah membiarkan kau berhasil dengan keinginanmu! Aku pasti akan menghentikannya karena aku tak mau tragedi saat Guru pergi dari Dunia ini terjadi untuk kedua kalinya!" ucap Wu sheng dalam hati dengan sorot mata yang tajam.


"Guru mengerti. Kita lakukan dengan cepat lalu kita pergi dari sini secepatnya karena Guru tidak bisa melawan ketiganya bersamaan sambil melindungi kalian berdua!" ucap Tetua Dong yang sedang dalam situasi yang buruk.


"Jangan khawatir, Guru! Aku pasti akan melakukan seperti yang Guru katakan!" ucap Wu sheng dengan percaya diri dengan tekad yang kuat.


Tetua Dong yang ingin menyelamatkan Ketua Ming pub maju menahan serangam dari Tetua Hu dengan sama-sama menyerang dengan Energi Qi yang terkumpul di telapak tangannya.


Tetua Hu yang terkejut dengan kedatangan Tetua Dong pun mengerutkan alisnya dan memahami satu kenyataan pasti.


"Hah! Tetua Dong sangat tau jika Ketua Wang dalam masalah dan dapat dengan sangat cepat menolong di saat seperti ini. Sepertinya benar dugaanku selama ini bahwa kau adalah orang yang telah menyimpan legalitas dari Ketua Ming yang melakukan Pelatihan Tertutup!" ucap Tetua Dong dengan ekspresi wajah yang dingin.


"Aku akan melepaskan Ketua Ming dan kalian asalkan kau bersedia menyerahkan legalitas itu kepada sekarang!" ucap Tetua Hu dengan kepala terangkat ke atas dengan sangat sombong.


"Apakah kau pikir aku akan melakukan semua yang katakan Tetua Hu? Jangan terlalu tinggi bermimpi!" ucap Tetua Dong dengan tatapan mata yang menghina.


"Bermimpi? Apakah kau tidak melihat situasimu sekarang? Apakah kau bisa kabur sambil membawa Ketua Wang yang sedang terluka parah seperti itu?" sindir Tetua Hu dengan tatapan mata yang tajam.


"Tapi aku tidak peduli! Jika kau tidak mau menyerahkannya dengan baik-baik maka aku akan merebutnya dengan paksa!" ucap Tetu Hu dengan suara yang lantang.


Tetua Hu yang mengalirkan Energinya ke tangan dan kakinya pun dengan cepat menyerang Tetua Dong bersama Mo Ling.


Namun serangan Mo Ling hanyalah tipuan karena tujuan dari serangan itu adalah Wu sheng yang ditinggal untuk menyelamatkan Ketua Ming meskipun tidak bisa menyembuhkannya saat itu juga.


"Langkahi dulu mayatku jika kalian bertiga ingin menjadikan Muridku sebagai targetmu!" ucap Tetua Dong yang hanya dalam hitungan detik berpindah tempat menahan serangan Mo Ling.


Tetua Hu yang tak membiarkan hal itu terjadi mencoba menahan Tetua Dong tapi gagal karena Tetua Hu ternyata lebih cepat darinya.


Meskipun Tetua Dong merasa lelah karena harus menahan serangan dua orang secara bersamaan pun mengetahui bahwa staminanya tidaklah cukup untuk terus menyerang dalam wakktu yang lama.


Wu sheng yang bisa melihat inti permasalahan itupun mencoba mempercepat yang ingin dilakukannya lalu menolong Tetua Dong.


#Bersambung#


Apakah Wu sheng akan berhasil menolong tepat waktu? Apakah Wu sheng akan selamat nantinya bersama dengan ketua Wang? Tebab jawabannya di kolom komentar ya .