Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 116. Gelombang Hewan Buas


Wu Sheng dan Yan Duxing yang telah bermain peran sebagai Perampok selama berada di dalam Portal tidak menyangka jika keduanya akan mendapatkan hasil jarahan yang sangat banyak.


Yan Duxing yang berpikir untuk terus merampok hingga Pertandingan Babak Pertama selesai mencoba menanyakannya kepada Wu Sheng yang berdiri di atas dahan pohon yang tinggi.


“Apakah kita akan meneruskan aksi ini hingga kita keluar dari sini?” tanya Yan Duxing penasaran.


“Tidak! Kita harus berhenti sekarang!” jawab Wu Sheng dengan wajah serius.


“Ada apa?” tanya Yan Duxing penasaran.


“Sepertinya semua Kelompok yang mengikuti Pertandingan ini telah waspada dengan keberadaan kita! Jika kita terus melanjutkan ini mungkin saja kita akan dalam bahaya!” ucap Wu Sheng.


Wu Sheng yang turun dari atas Pohon pun berdiri berhadapan dengan Yan Duxing lalu menepuk pundaknya pelan lalu memberikan saran lain.


“Kita harus berkumpul dengan yang lainnya sekarang! Aku merasa akan terjadi sesuatu di tempat ini!” ucap Wu Sheng waspada.


Yan Duxing yang bingung dengan perkataan Wu Sheng pun melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa beberapa burung berpindah tempat dalam jumlah yang besar.


“Hmmm, izinkan aku mencaritau apa yang terjadi Saudara Wu!” ucap Yan Duxing lalu menghilang


Sementara itu, Zhixia, Nanggong Xuenli dan Nan Hua yang berada dalam kelompok yang sama tidak sengaja menemukan sebuah Goa.


“Goa itu sepertinya bukanlah Goa biasa!” ucap Nan Hua dengan percaya diri.


“Aku pun merasakan hal yang sama. Sepertinya tersimpan Harta Karun berharga di dalam Goa tersebut!” ucap Nanggong Xuenli yang membenarkan pendapat Nan Hua.


“Kalau begitu sebaiknya kita masuk dan mencari tau!” saran Zhixia.


Namun sebelum keduanya bisa memasuki Goa tiba-tiba sebuah serangan datang hingga membuat ketiganya menyingkir.


“Br*ngsek! Siapa kau? Keluar sekarang juga!” teriak Nan Hua dengan wajah marah.


“Kau tak perlu berteriak seperti itu karena aku pasti akan menunjukkan wajahku!” ucap seorang pria yang tiba-tiba muncul dari balik pohon.


Yuan Lu yang telah menjadi lebih kuat setelah mengambil kultivasi Mo Sanlong ternyata pergi mencari peruntungan bersama Anggotanya yang lain dan secara tak sengaja mendengar Zhixia dan yang lainnya bicara.


“Hmmm, sepertinya kalian menemukan Harta Karun berharga kali ini!” ucap Yuan Lu dengan senyum licik.


Zhixia yang tidak senang ada orang lain mencoba mencuri miliknya pun menjadi marah dan mengusir Yuan Lu dan yang lain.


“Kami yang pertama kali menemukan Goa ini jadi Goa ini milik kami!”


“Pergilah! Carilah tempat lain!”


Yuan Lu yang tidak terintimidasi ataupun takut dengan ucapan Zhixi pun tertawa dengan sangat keras lalu menyerang ketiganya.


“Pukulan Semi Menyerang!” teriak Yuan Lu.


Hua Nan yang dapat bergerak dengan sangat cepat pun membuat Formasi perlindungan tapi tidak disangka Formasi itu dapat hancur dengan mudah hingga membuat ketiganya terluka.


Yuan Lu yang meremehkan Zhixia dan yang lainnya pun tertawa bahagia hingga membuat Pertarungan tidak dapat dihindarkan.


“Tidak disangka ternyata Murid Sekte Langit ternyata selemah ini!” sindir Yuan Lu dengan tatapan merendahkan.


“Yang dikatakan oleh Kakak Yuan benar sekali. Sebaiknya kita habisi mereka dan ambil Harta Karun mereka!” ucap Wang Fei.


“Hahaha... Tunggu! Bukankah sia-sia jika membunuh wanita cantik tanpa menikmati tubuh indahnya terlebih dulu!” gumam Teng Bao.


“Br*ngsek! Beraninya kalian menghina Murid Sekte Langit! Kalian harus menerima hukumannya!” teriak Nanggong Xuenli.


Pertarungan dengan jumlah yang tidak seimbang membuat Yuan Lu hanya berdiri di tempatnya mengawasi dan melakukan serangan dadakan.


“Panah Menjulang Langit!” ucap Yuan Lu pelan lalu beberapa panah yang terbuat dari Qi meluncur dan menyerang Zhixia dan yang lainnya.


Zhixia yang tidak siap dengan serangan mendadak saat melawan musuh yang lain pun terkena panah dan terluka.


“Aarrgghhh!”


“Nona Zhixia!” teriak Nanggong Xuenli dan Hua Nan bersamaan.


“Dimana pandangan kalian? Jangan meremehkan musuh kalian!” gumam Yuan Lu dengan senyum licik.


Tepat saat pandangan keduanya teralihkan, serangan dari Zhengyang dan Teng Bao mengenai dada Nanggong Xuenli dan Nan Hua hingga membuat keduanya mundur ke belakang.


“Dasar Pengecut! Beraninya kau melakukan serangan mendadak seperti itu!” teriak Zhixia yang terkena pukulan.


Yuan Lu yang puas hasilnya pun memberikan perintah kepada temannya untuk mengambil Harta Karun ketiganya lalu menghabisi semuanya.


“Kita tidak boleh menunda waktu! Lakukan sekarang! Habisi ketiganya!” perintah Yuan Lu.


“Baik, Saudara Yuan!” ucap yang lain bersama-sama.


Di sisi lain, Yan Duxing yang berusaha mendapatkan informasi dari beberapa Hewan Buas yang berpindah ke tempat berlawanan akhirnya meyakini sebuah informasi penting.


“Saudara Wu! Kita harus pindah sekarang!”


“Sepertinya akan ada Serangan Hewan Buas dalam waktu dekat!”


“Serangan Hewan Buas? Gawat! Kita tidak boleh menunda! Kita pergi sekarang!” jawab Wu Sheng.


Wu Sheng dan Yan Duxing yang terus bergerak menuju arah yang sama dengan beberapa Hewan Buas lainnya yang menghindar tiba-tiba mendengar suara pertarungan.


“Berhenti Saudara Yan! Sepertinya aku mendengar suara Nona Xia tidak jauh dari sini!” ucap Wu Sheng serius.


“Ini adalah suara Pertarungan. Apakah mereka sedang bertarung melawan kelompok lain?” ujar Yan Duxing khawatir.


Wu Sheng dan Yan Duxing yang merasakan perasaan buruk pun pergi menuju sumber suara dan menemukan Murid Sekte Langit yang sedang menyerang Zhixia dan yang lainnya.


“Xon! Serang mereka!” perintah Yan Duxing.


Ketiganya yang terluka merasa sangat senang saat melihat Wu Sheng dan Yan Duxing muncul.


“Saudara Wu! Saudara Yan!”


“Bagaimana keadaan kalian? Apakah kalian terluka parah?” tanya Wu Sheng.


“Kami baik-baik saja!” jawab Nanggong Xuenli meyakinkan.


Yuan Lu yang melihat Wu Sheng dan Yan Duxing muncul pun menjadi kesal dan senang di saat bersamaan.


“Wu Sheng!” gumam Yuan Lu.


Yuan Lu yang mengetahui bahwa Serangan Hewan Buas akan segera muncul terpaksa harus menunda keinginannya dan memutuskan untuk pergi.


“Serangan Hewan Buas akan segera datang. Kita pergi sekarang! Masih ada kesempatan lain untuk menghabisi mereka!” ucap Yuan Lu.


Wu Sheng yang melihat Murid Sekte Tao telah pergi pun mengajak temannya yang lain untuk ikut pergi.


“Kita pun harus pergi mencari tempat yang tinggi! Tidak aman jika terus disini!” ucap Wu Sheng.


Namun secepat apapun mereka bergerak, itu tidak lebih cepat dari gelombang yang datang. Hewan Buas yang menggila pun datang menyerang semua Peserta yang ditemuinya.


Serangan Hewan Buas yang tiba-tiba muncul membuat banyak orang terjebak dan terpaksa harus menghadapi Hewan Buas yang menggila tak terkeculi Wu Sheng dan yang lain.


“Sial! Kenapa Hewan-hewan ini tidak ada habisnya?” ucap Nan Hua kesal.


“Aku tidak tau! Kita tidak bisa terus bertarung melawan mereka! Kita harus keluar dari sini dan mencari tempat yang aman!” ucap Nanggong Xuenli.


“Kau benar dan aku punya cara tapi aku membutuhkan bantuan kalian!” ucap Wu Sheng dengan sebuah solusi.


Wu Sheng yang meminta yang lain untuk mendekat dan memberikan ruang untuknya di tengah lalu membuat Formasi Teleportasi.


“Segel Formasi...!”


Namun tidak disangka, Zhixia yang tiba-tiba diserang Hewan hingga pegangan tangannya terlepas dan menyebabkan Zhixia terjatuh ke kerumunan Hewan Buas.


“Aaarrgghhh! Tidak!” teriak Zhixia lantang.


“Nona Zhixia!” ucap yang lainnya cepat.


Wu Sheng yang tau jika Zhixia tidak akan bisa bertahan melawan Serangan Hewan Buas jika sendirian pun menarik tangan Zhixia dan melemparkannya ke arah Yan Duxing lalu membuat Formasi untuk memindahkan ke empatnya ke tempat lain yang lebih aman.


“Sial! Tidak ada pilihan lain! Aku harus melakukannya!” ucap Wu Sheng dengan mata yang tajam.


“Tidak! Kakak Wu Sheng......!” teriak Zhixia yang lalu menghilang bersamaan dengan hawa keberadaannya.


#Bersambung#


Apa yang akan terjadi pada Wu Sheng? Apakah Wu Sheng akan selamat dari Serangan Gelombang Hewan Buas? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...