Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 130. 1 VS 1


Pertandingan Babak Kedua yang telah diumumkan akan dilaksanakan kembali setelah tiga hari tidak disangka menarik begitu banyak penonton.


Semua orang yang sangat penasaran akan hasil dari Pertandingan ini beramai-ramai mendatangi tempat Pertandingan.


"Siapa yang akan menjadi Pemenangnya ya? Aku penasaran sekali."


"Aku tidak tau karena semuanya memiliki kemampuan yang hebat!"


"Kau benar sekali bahkan orang baru ternyata memiliki bakat yang sangat menakjubkan!"


Pangeran Rong Zhou yang juga masuk di Pertandingan Babak kedua menjadi sangat kesal saat semua perhatian tidak tertuju padanya.


"Sial! Ini semua karena orang itu! Aku bersumpah akan menghancurkannya!"


Pangeran Rong Zhou yang tau jika Wu sheng telah berhasil menyelamatkan Selur Xue dan membuat Ibunya, Permaisuri, menjadi orang yang sangat dicurigai hingga membuat Permaisuri dan Pangeran Rong Zhou membuang beberapa orangnya.


Pangeran Rong Zhou yang melihat Wu Sheng sebagai duri untuknya mencapai posisi Putra Mahkota dan Kaisar masa depan memutuskan untuk segera menyingkirkan Wu Sheng.


Sementara itu, Wu Sheng dan yang lain yang telah sampai di dalam Stadion tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan lagi untuk menjadi kaya dalam waktu singkat.


“Apakah kau akan membuat taruhan lagi Saudara Wu?” tanya Yan Duxing.


‘Tentu saja! Aku tidak akan melewatkan kesempatan untuk membuat Pangeran Rong Zhou jatuh miskin!’ pikir Wu Sheng.


“Ya, aku berencana untuk membuat taruhan. Apakah kalian juga akan melakukannya?” tanya Wu Sheng penasaran.


“Kami semaua telah sepakat untuk bertaruh pada dirimu Saudara Wu jadi kau harus menang agar kami tidak kehilangan uang sama sekali!” ucap Nanggong Xuenli.


“Itu benar sekali! Aku dengar kemenanganmu dihargai dengan satu banding tiga jadi jika kau menang maka hadiahnya adalah tiga kali lipat!” ucap Yan Duxing.


Zhixia yang tidak membuat taruhan sebelumnya pun ikut membuat taruhan dan mengeluarkan semua uangnya untuk dipertaruhkan untuk Wu Sheng.


“Saudara Wu, kau harus menang dan menjadi juaranya! Tegas Zhixia.


“Aku akan melakukan yang terbaik lagipula aku tidak sanggup menerima kemarahan kalian semua yang tiba-tiba menjadi miskin!” ucap Wu Sheng.


Hua Nan yang melihat kembang api telah berbunyi sangat keras dari dalam stadion bergegas meminta temannya yang lain untuk segera kembali.


“Itu adalah semangat yang bagus! Ayo kita kembali sekarang! Master Luo pasti sedang mencari kita!” ungkap Hua Nan.


Kembang Api yang dinyalakan secara bersamaan adalah pertanda bahwa Pertandingan Babak Kedua akan segera dimulai.


Master Zuge yang merupakan Wasit dan juga Penanggung jawab pada Pertandingan Babak Pertama ternyata telah berdiri di tengah Lapangan menarik perhatian semua orang.


"Pertandingan Dinasti Yuan hanya akan terdiri dari dua Babak jadi ini adalah Babak terakhir untuk menentukan Pemenangnya.


"Pertandingan di Babak Kedua akan dilakukan di Atas Arena dengan Pertandingan satu lawan satu!"


"Peserta yang akan bertanding akan ditentukan dengan undian bola jadi siapapun yang mamanya keluar akan bertanding hingga akhir!"


Wu sheng yang tidak menyangka jika Pertandingan yang terdiri dari tiga babak akan disingkat menjadi dua Babak menjadi semakin bersemangat.


"Ini adalah hal yang bagus karena itu artinya Pertandingan tidak akan berlangsung lama!" ucap Wu sheng.


Yan Duxing dan yang lain yang setuju dengan pendapat Wu sheng pun saling menganggukkan kepalanya lalu mengarahkan pandangannya ke depan.


Master Zuge yang memutarkan alat berisi bola yang terdapat nama semua Peserta pun mengeluarkan dua nama yang menjadi Peserta di Pertandingan Pertama.


"Pertandingan Pertama akan terjadi antara Xiao Jiu dari Keluarga Xiao dan Wu Sheng dari Sekte Langit!"


Wu Sheng yang tidak menyangka akan menjadi orang pertama yang bertanding pun melompat ke Arena Pertandingan.


Xiao Jiu yang bersikap sangat sopan pun memberikan salam perkenalan lalu menyerang terlebih dulu tepat setelah Master Zuge memberikan pengumuman.


"Mohon kerjasamanya Tuan Muda Wu!" ucap Xiao Jiu.


"Pertandingan pertama dimulai!" ucap Master Zuge.


"Aku akan menyerang terlebih dahulu! Tarian Pedang Iblis!" ucap Xiao Jiu.


Wu Sheng yang tak diam saja saat diserang langsung menghindar dan melakukan serangan balasan kepada Xiao Jiu.


“Datanglah!”


Keduanya yang saling bertukar serangan tanpa henti hingga lebih dari sepuluh kali dalam lima menit pun mundur ke belakang saat kedua pukulan tangan keduanya saling bertabrakan.


“Langkah Angin! Tinju Kilatan Petir!” ucap Wu Sheng.


“Hah! Hah! Hah!” ucap Xiao Jiu.


Meskipun kekuatan keduanya terlihat sama secara luar tapi kenyataannya Wu sheng jauh lebih unggul dari Xiao Jiu karena Wu sheng tak mengalami kelelahan sama sekali.


“Sial! Tubuhnya kuat sekali!”


“Rasasnya seperti memukul batu besar yang sangat keras!”


Xiao Jiu yang diharuskan menang dalam pertandingan itu menjadi sangat kesal hingga menggretakkan giginya sangat keras.


“Demi menyelamatkan Keluargaku, aku harus menang dan menjadi juara!”


“Aku akan mengeluarkan semua yang aku miliki untuk bisa menang!”


Di saat yang sama, Pangeran Rong Zhou yang tidak senang melihat Wu Sheng yang dapat menang lagi menjadi kesal.


“Sial! Aku harus segera menghentikan Wu Sheng menjadi pemenangnya! Aku tidak bisa menerima kekalahan dan juga kehilangan uang yang sangat banyak!”


“Segera lakukan rencana A!”


Pengawal yang mendapatkan tugas dari Pangeran Rong Zhou langsung menghilang dan berpindah tempat tepat di hadapan Xiao Jiu.


Xiao Jiu yang melihat kode yang diberikan menggertakkan giginya dengan sangat keras lalu menyerang Wu Sheng secara brutal.


“Aku tidak boleh kalah! Aku harus menang!”


Wu Sheng yang melihat pola serangan Xiao Jiu yang awalnya tenang dan fokus berubah drastis menjadi tajam langsung menjadi waspada.


“Langkah Angin!”


Xiao Jiu yang dipaksa untuk menang terpaksa menggunakan cara yang kotor dan licik sehingga di sela-sela pertarungannya Xiao Jiu mengeluarkan pisau kecil yang telah diolesi racun.


Wulong yang tiba-tiba keluar dari Pedang dengan cepat memberikan peringatan kepada Wu Sheng.


“Hati-hati! Ada racun pada pisau itu!” teriak Wulong.


Wu Sheng yang mendapatkan peringatan awal akhirnya dapat menghindari pisau itu dengan cepat tapi tidak disangka serangan lainnya telah datang lagi.


“Aku tidak akan kalah! Tarian Pedang Iblis!” teriak Xiao Jiu.


“Segel Formasi, Cangkang Kura-kura Emas!” ucap Wu Sheng.


Wu Sheng yang dapat berhasil menghindar dari setiap serangan dan menahan serangan tak terduga dari Xiao Jiu tak disangka membuat semua Penonton semakin bersemangat.


“Tuan Muda Wu! Semangat!”


“Aaaarrgghhh! Tuan Muda Wu Sheng, kau hebat sekali!”


Wu Sheng yang melihat Xiao Jiu yang awalnya sangat sportif berubah menjadi licik menjadi curiga dan penasaran.


“Apakah keinginan untuk menang lebih besar daripada perasaan bahagia saat berjuang secara jujur?”


“Apakah kau pikir senjata murahan dengan racun dapat menghentikanku?”


“Jika kau dalam situasi yang sulit, kau bisa mencari solusinya dengan jalan yang benar! Apakah menurutmu kemenangan dengan cara curang rasanya sangat manis?”


Xiao Jiu yang merasa tersinggung pada ucapan Wu Sheng karena sebenarnya dirinya tak menginginkan hal itu.


Namun Xiao Jiu yang merupakan satu-satunya harapan Keluarga Xiao tidak memiliki pilihan lain.


“Kau adalah Tuan Muda dari Keluarga yang bagus, kau tidak akan pernah mengerti yang aku alami!”


“Ayah yang lemah, Ibu yang telah tiada dan Adik yang sakit membuatku harus melakukan apapun untuk bisa bertahan!”


Wu Sheng yang melihat Xiao Jiu sebagai dirinya di Kehidupannya yang lalu pun merasa kasihan dan memutuskan untuk membantu.


“Jika kesehatan keluargamu yang kau inginkan, kau tak perlu melakukan ini karena aku akan menyembuhkan anggota keluargamu yang sakit!”


“Aku akan memberikan pengobatan dan mengulurkan bantuan asalkan kau berjanji satu hal padaku!”


“Asalkan kau bersedia bertarung secara adil dengan mengerahkan semua kemampuan yang kau miliki tanpa ada kecurangan sama sekali!”


#Bersambung#


Keputusan apa yang akan dibuat oleh Xiao Jiu? Apakah Xiao Jiu akan tetap berpihak pada Pangeran Rong Zhou atau berubah pada Wu Sheng? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...