
Wu Sheng yang terus memaksakan dirinya untuk melewati batasannya pun terus menaiki anak tangga satu per satu.
"Aku tidak akan menyerah! Aku akan berjuang hingga akhir! Hingga batas waktu ujian berakhir!" ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.
Wu Sheng yang telah naik hingga melewati beberapa orang yang dikenalnya selama mengikuti Ujian Masuk Sekte Langit pun terus maju dengan dukungan yang tanpa hentinya.
"Tuan Muda Wu, ayo semangat! Kau pasti berhasil sampai puncak!"
Wu Sheng yang berjalan melewati Yan Duxing hingga akhirnya hampir mencapai batasanya lalu bertemu dengan Nanggong Xuanli di tangga ke delapan ratus lima puluh.
"Dasar bodoh! Idiot! Apakah dia pikir seekor bebek bisa menjadi angsa hanya karena dia berusaha!" ucap Nanggong Xuanli dengan tatapan mata merendahkn dan kata yang kasar.
Wu sheng yang tidak peduli dengan ucapan orang-orang akan kemampuannya pun terus naik karena melihat satu orang yang ternyata tidak melepaskan pandangan dan harapan padanya.
"Aku akan menunjukkan padamu Guru bahwa aku pasti akan berhasil!" ucap Wu Sheng dalam hati dengan tekad yang kuat.
Tubuh Wu sheng yang ditempah dengan tekanan dan juga Energi Qi murni membuat tubuh Wu Sheng pun terluka hingga mengeluarkan darah segar.
Namun keinginan yang kuat membuat rasa sakit dan penderitaan itu membuahkan hasil yang bagus.
Wu Sheng yang telah sampai di lantai sembilan ratusan, lantai dimana tak ada seorangpun berhasil mencapai itu tiba-tiba mengeluarkan cahayang menyilaukan mata orang-orang.
"Lihatlah! Apa yang telah terjadi? Cahaya apa itu?"
"Apakah orang yang ada di atas sana ingin melakukan terobosan di tengah-tengah ujian?"
"Siapa orang yang telah sampai sejauh itu? Hebat sekali!"
Cahaya itu pun mengalirkan Energi yang sangat hangat dan memenuhi setiap tempat di tubuh Wu sheng lalu menjadikan tubuh wu sheng sekuat berlian yang tak akan mudah tergores meski diserang oleh seratus orang secara bersamaan.
"Aaaaarrgghhhhh!" teriak Wu Sheng dengan suara yang lantang dengan aliran Energi yang keluar dalam tubuhnya dengan sangat banyak hingga membuat pakaiannya menjadi sobek.
Tubuh yang terluka karena tekanan yang didapatnya secara tak terduga pulih kembali dan setiap luka pun menghilang tak berbekas bahkan tekanan yang kuat itu tak terasa sama sekali.
Wu sheng yang menyadari bahwa dirinya akan menerobos jika diteruskan memilih menunda semua itu karena tak ingin menunjukkan kekuatannya yang sebenarnya.
"Jika aku tidak sedang dilihat orang banyak dan berada di tempat yang sepi. Saat ini aku sudah pasti tidak akan menunda terobosanku!" ucap Wu Sheng dengan wajah yang sedih.
"Aku tidak boleh terlalu mencolok dan menarik perhatian padaku terlalu banyak untuk mengurangi sedikit musuh yang belum dapat aku tangani!" ucap Wu sheng sambil mengepalkan tangannya dengan erat sambil menatap puncak dimana tangga ke seribu berada.
Wu sheng yang melihat jika dirinya tak memiliki waktu lebih banyak pun bergegas menuju tangga ke seribu lalu sesuatu terjadi.
"Dimana aku? Apakah ini ruang hampa yang sama saat aku dibawa oleh Pedang Wu?" tanya Wu sheng dengan suara yang rendah dengan wajah yang kebingungan sambil terus melihat ke sekeliling.
Wu sheng yang melihat padang rumput yang hijau di hadapannya dan sangat berbeda dengan tempatnya berada sebelumnya menjadi sangat terkejut saat sebuah roh muncul di hadapannya.
"Selamat karena kau telah naik ke puncak tangga yang telah aku buat!" ucap seorang pria tua dengan jenggot dan rambut yang putih serta pakaian pun berwarna putih.
Wu sheng yang tidak ingin bersikap ceroboh dan melakukan kesalahan pun dapat menebak pria tua yang berdiri di depannya itu.
"Terima kasih untuk ucapan selamatnya, Senior!" ucap Wu sheng dengan sikap yang sopan sambil membungkukkan tubuhnya memberi hormat.
"Hahaha... Kau adalah pria yang baik dan tidak sombong! Kau tau cara menghormati Seniornya dan aku senang karena itu." ucap pria tua itu dengan wajah yanh gembira.
"Sebenarnya aku ingin memberikanmu ujian terlebih dahulu untuk melihat kelayakanmu tapi ini semua sudah cukup sepertinya!" ucap pria itu sambil memainkan janggutnya.
"Aku adalah Nue Bingshan dan kau bisa memanggilku Ketua Nue. Aku adalah Pendiri Sekte Langit! Aku sengaja membuat seribu tangga ini sebagai alat tes untuk siswa yang ingin menjadi murid sekte langit!" ucap Ketua Nue Bingshan dengan wajah yang seolah mengenang masa lalu.
"Kau telah melewati tesnya dengan memperlakukan orangtua dengan baik dan sampai di tangga ke seribu setelah ribuan tahun berlalu menyatakan bahwa kau memiliki bakat yang hebat!" ucap Ketua Nue Bingshan dengan wajah yang bahagia.
"Terimalah warisanku dan jadilah lebih kuat lagi!" ucap Ketua Nue Bingshan dengan wajah yang bahagia sambil menurunkan beberapa jurus kepada Wu Sheng.
Tak hanya jurus bahkan Ketua Nue Bingshan pun memberikan sebuah benda pusaka yang sangat langka tapi saat benda pusaka itu ada di tangan wu sheng, benda pusaka itu menghing.
"Ini adalah Pedang Langit dan Pedang ini adalah Pedang Pusaka tingkat Surga tahap Awal!" ucap Ketua Nue Bingshan dengan wajah yang bahagia.
"Terima kasih Senior! Aku berjanji akan menjaga Pedang ini dengan sangat baik!" ucap Wu sheng sambil mengangkat tangannya menerima Pedang Langit.
"Agh, kemana perginya pedang itu? Bagaimana mungkin pedangnya menghilang?" tanya Wu sheng dengan wajah terkejut.
"Tu-tunggu! Pedang Warisan Keluargaku pun ikut menghilang!" teriak Wu sheng dengan wajah yang panik sambil meraba punggungnya yang kosong.
Pedang Wu yang selalu tergantung di punggung Wu sheng secara tak terduga berpindah tempat di hadapan Wu sheng bersama sebuah Pedang Langit.
"Pedang Langit dan Pedang Keluargamu ada disana! Lihatlah!" ucap Ketua Nue Bingshan dengan wajah yang serius sambil menunjuk ke atas langit.
Pedang Wu yang terlihat sangat usang dan berkarat pun menyerap Energi yang ada di dalam Pedang Langit dan menjadikan Pedang Langit menjadi besi rongsokan.
Pedang wu yang telah menyerap semuanya pun berubah wujud menjadi sebuah bilah pedang dan terlihat sangat cantik dan elegan lalu kembali ke atas tangan Wu sheng.
Wu sheng yang masih bingung dan tak mengerti yang telah terjadi padanya pun mendapatkan penjelasan yang masuk akal dari Ketua Nue Bingshan yang masih berada di hadapannya meski dalam wujud potongan Roh Aura.
"Pedang Keluargamu itu sangatlah unik! Sepertinya Pedang itu sedang menyembunyikan wujud aslinya!" gumam Ketua Nue Bingshan dengan wajah yang bahagia.
"Pedang Langit telah aku berikan padamu dan apapun yang telah terjadi itu semua adalah hakmu!" ucap Ketua Nue Bingshan yang tak ingin wu sheng merasa bersalah.
"Aku percaya kau akan menjadi orang yang hebat di masa depan dan aku percayakan Sekte Langit padamu, Nak!" ucap Ketua Bingshan yang secara perlahan mengeluarkan asap yang tebal yang membuat Wu Sheng terpaksa menutup matanya.
Namun saat matanya terbuka, wu sheng telah kembali ke tempatnya semula dan matahari masih berada di posisinya.
Wu Sheng yang mencapai tangga ke seribu yang bahkan tak bisa dilakukan siapapun selama seribu tahun membuat semua fokus tertuju padanya.
Master Luo yang tak ingin kehilangan momennya pun memberikan pengumuman kepada semua orang yang hadir.
"Seleksi Penerimaan Murid Sekte Langit dinyatakan selesai dan siapapun yang berhasil lolos akan langsung dinyatakan Murid Luar Sekte Langit!" ucap Master Luo dengan suara yang lantang dan disambut dengan suara bahagia dari orang-orang yang telah loloa dan suara penyesalan dari orang yang gagal.
"Namun ini belum berakhir! Semua Murid Luar yang lolos dalam Ujian ini akan berkumpul kembali tiga bulan kemudian dan akan mengikuti Ujian Kekuatan dan siapapun yang kalah akan dikeluarkan dari sekte Langit!" ucap Master Luo dengan tekanan yang kuat sehingga membuat Murid yang lolos terdiam karena takut.
Tetua Zongchi yang berada di pihak netral pun berdiri dari tempatnya dan memberikan pengumuman yang mengejutkan orang-orang.
"Kau yang telah berhasil memecahkan rekor selama seribu tahun akan mendapatkan keuntungan lebih dari yang lain yaitu kau boleh mengambil sebuah senjata sebuah jurus di Paviliun Senjata dan Paviliun Pengetahuan!" ucap Tetua Zongchi dengan suara yang keras.
Murid Luar yang lain yang mendengar pengumuman itu pun menjadi sangat iri kepada Wu sheng karena pada kenyataannya mereka hanya boleh memilih salah satu setelah dinyatakan lolos menjadi Murid Luar.
Wu Sheng yang sangat senang dengan hadiah yang diberikan pun langsung menundakkan kepala mengucap terima kasih.
"Jika Pedang langit bisa mengubah Pedang Wu dan mengembalikan kekuatannya maka memilih senjata lain yang sama bahkan lebih hebat dari Pedang Langit adalah pilihan yang tepat!" ucap Wu sheng dengan wajah yang serius dan tekad yang kuat dalam hatinya.
#Bersambung#
Apakah wu sheng sungguh berhasil menemukan pedang yang dicarinya? Tebak jawabannya di kolom komentar..