
Wu sheng yang telah menyelesaikan urusannya dengan Keluarga Bai pergi menemui Pangeran Rong Yang di Kediamannya di luar Istana.
Wu sheng yang menyelinap masuk ke kamar Pangeran Rong Yang dengan mudah tanpa diketahui oleh Penjaga membuat Pangeran Rong Yang terkejut.
"Siapa disana? Tunjukkan wajahmu!" teriak Pangeran Rong Yang keras.
Wu sheng yang tak ingin membuat keributan yang tak berarti pun menunjukkan dirinya keluar dari kegelapan dan membuat Pangeran Rong Yang sedikit lega.
"Saudara Wu! Apa yang kau lakukan disini di jam segini? Kau membuatku takut!" ucap Pangeran Rong Yang.
"Aku tidak bermaksud menakuti ataupun mengejutkanmu, Yang Mulia!" jawab Wu Sheng.
Pangeran Rong Yang yang duduk kembali dengan santai setelah orang yang dipikirnya adalah pembunuh bayaran ternyata orang yang dikenalnya menjadi lega.
"Hah! Kenapa kau datang kemari menemuiku di jam seperti ini?" tanya Pangerang Rong Yang lelah.
"Aku datang karena ada yang ingin aku bicarakan!" ucap Wu Sheng serius.
"Apa kau tidak bisa menundanya hingga besok pagi Saudara Wu?" tanya Pangeran Rong Yang.
"Tidak bisa, Yang Mulia!" tegas Wu Sheng.
Pangeran Rong Yang yang mendengar ucapan Wu sheng pun menghela nafas panjang lalu mempersilahkannya duduk.
"Sekarang katakanlah yang ingin kau katakan!" ucap Pangeran Rong Yang malas.
"Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan pada Yang Mulia. Pertama, tarik kembali janji pernikahan yang telah dibuat Yang Mulia dengan Putri Pertama Keluarga Bai karena wanita yang akan Yang Mulia nikahi adalah wanitaku!" tegas Wu Sheng.
Pangeran Rong Yang yang mendengar Wu Sheng berbicara pun mengubah ekspresi wajahnya menjadi serius.
"Jika aku menolak?" tanya Pangeran Rong Yang.
"Maka aku tidak punya pilihan lain selain menghancurkan Yang Mulia!" tegas Wu Sheng.
Pangeran Rong Yang yang menyadari keseriusan dalam ucapan Wu Sheng menjadi sedikit takut lalu mengacak rambutnya dan mendengarkan hal yang ingin Wu sheng bicarakn.
"Lanjutkan!"
"Jika Yang Mulia setuju dengan permintaanku yang pertama maka aku akan membantu Yang Mulia naik tahta menjadi Kaisar selanjutnya!"
Pangeran Rong Yang yang sedang meminum tehnya pun terpaksa memuntahkannya lagi karena tidak percaya dengan yang diucapkan Wu sheng.
"Lalu jika aku menolak permintaanmu sebelumnya, apakah kau akan menjadikan Kakak Pangeran Pertama Kaisar selanjutnya?" tanya Pangeran Rong Yang penasaran.
"Tidak! Aku akan menyingkirkan kalian berdua dari persaingan perebutan Takhta Kaisar!" tegas Wu Sheng.
"Hah! Apa kau tau jika yang kau ucapkan ini sudah termasuk ke dalam Pemberontakan?" tanya Pangeran Rong Yang yang kepalanya sudah mulai sakit.
"Aku tau dan aku tidak peduli!" ucap Wu sheng serius.
Pangeran Rong Yang yang tidak mengerti apa yang sedang Wu sheng pikirkan saat ini membuatnya menjadi sangat bingung.
'Hah! Orang ini sungguh menyebalkan tapi tidak tau apa yang terjadi aku merasa sepertinya Saudara Wu pasti akan berhasil melakukan semua yang diucapkannya!'
'Saudara Wu juga adalah orang yang sangat berbakat dengan banyak sekali talenta! Aku tidak boleh menjadikan orang seperti itu musuhku!'
"Aku mengerti! Besok pagi, aku akan menghadap Ayah Kaisar untuk memintanya membatalkan janji pernikahan itu!" ucap Pangeran Rong Yang menyerah.
Wu sheng yang mendengarnya sangat senang karena sebenarnya dirinya tidak berniat menghancurkan orang yang tidak menghalangi dirinya.
Wu sheng yang tau jika Pangeran Rong Yang yang meminta maka Kaisar Rong pasti akan mengabulkannya karena Pangeran Rong Yang adalah Putra yang dilahirkan oleh wanita yang dicintainya.
Meskipun begitu Wu Sheng yang tak ingin kegagalan dalam rencananya mengeluarkan Pil Linxi untuk diberikan kepada Kaisar Rong yang telah berhenti berkultivasi selama lebih dari sepuluh tahun.
"Jika seperti itu maka berikan ini kepada Yang Mulia Kaisar dan Pil ini dapat membantunya melakukan terobosan dengan pasti!" tegas Wu Sheng.
Pangeran Rong Yang yang mengambil Pil itu pun mengangguk setuju dan membuat Wu Sheng pergi begitu saja.
Keesokan paginya, Wu Sheng yang kembali ke Kediaman Keluarga Bai tidak menyangka jika Guang Yao yang menyambut kedatangannya dengan senyum ceria yang lebar.
"Agh, apakah Kakak Sheng tidak suka jika Yaoyao memanggilmu seperti itu?"
"Siapa bilang kalau Kakak Sheng tidak menyukainya? Kakak Sheng sangat menyukainya!" jawab Wu sheng buru-buru.
Guang Yao yang dipanggil ke ruangan kerja Bai Hong semalam tak dapat berhenti tersenyum bahkan kesulitan tidur karena tidak sabar menunggu keesokan harinya.
Guang Yao yang mendengar bahwa hubungannya dengan Wu sheng telah direstui dan Pertunangannya dengan Pangeran Rong Yang akan dibatalkan menjadi sangat senang.
Guang Yao yang melihat Wu sheng memasuki Kediaman Bai dengan santai menyadari bahwa semua yang didengar bukanlah sebuah mimpi indah.
"Sheng-gege, Kakek Bai sudah menunggu. Yaoyao akan mengantar Sheng-gege kesana!" ucap Guang Yao malu yang dibalas anggukan kepala oleh Wu Sheng.
Wu Sheng yang datang menemui Bai Hong ternyata disambut dengan senyum lebar bahkan Bai Zhongzi yang selama ini menentang tak banyak bicara.
Wu sheng yang diantar menuju kamar Bai Xiu menjadi sangat terkejut dengan bau busuk yang dapat langsung tercium saat pintu kamar terbuka.
Guang Yao dan Bai Qingyu yang tidak tahan dengan bau busuk itu langsung berlari keluar dan hanya menyisakan Bai Hong dan Bai Zhongzi.
Wu Sheng yang khawatir Guang Yao tidak sehat karena bau busuk yang tidak wajar mengeluarkan sebuah botol dari dalam cincin penyimpanannya.
"Apakah kau Pelayan Kediaman Bai?" tanya Wu Sheng datar.
"Ya, Tuan Muda."
"Berikan ini kepada Yaoyao. Minta dia menelan satu dari Pil yang ada di dalam botol ini." perintah Wu sheng.
"Baik, Tuan Muda."
Bai Hong yang melihat Wu Sheng dapat mengeluarkan sebotol Pil dengan sangat mudah untuk Guang Yao menyadari bahwa Guang Yao sungguh telah menguasai Wu Sheng.
Sementara itu, Pangeran Rong Yang yang telah berjanji akan membatalkan janji Pernikahannya dengan Guang Yao datang ke Istana Kerajaan menemui Kaisar Rong.
“Yang Mulia Pangeran Rong Yang meminta menghadap Yang Mulia Kaisar!” ucap Pengawal.
“Persilahkan dia masuk!” perintah Kaisar.
Pangeran Rong Yang yang kebingungan bagaimana cara memulai pembicaraan memutuskan memberikan Pil yang diberikan Wu Sheng kepadanya.
“Maafkan kelancangan Putra ini, Yang Mulia! Putra ini datang ingin memberikan sesuatu untuk Yang Mulia!” ucap Pangeran Rong Yang.
Kasim Ong yang memiliki ketangkasan pun berjalan ke arah Pangeran Rong Yang dan menunjukkan hadiah yang diberikan kepadanya.
Kaism Ong yang sangat terkejut dengan hadiah yang diberikan tidak menyangka jika Pangeran Rong Yang dapat membawakan hadiah yang sangat bagus.
“Ya-Yang Mulia, ini adalah Pil Linxi yang sanga langka dengan cara pembuatannya telah menghilang ratusan tahun lalu!” ucap Kasim Ong.
Kaisar Rong yang mendengar nama hadiah yang begitu berharga diberikan kepadanya menjadi curiga.
“Pangeran Rong Yang, kau memberikan Ayahanda hadiah yang sangat bagus. Apakah ada sesuatu yang kau inginkan?” tanya Kaisar Rong serius.
“Sebenarnya tidak ada niat lain yang dimiliki Putra ini selain membuat Ayahanda bahagia!” jawab Pangeran Rong Yang.
“Hanya saja Pangeran ini memiliki kabar bahwa Pangeran telah menemukan seseorang yang dapat menyembuhkan Ibunda Selir!” ucap Pangeran Rong Yang.
Kaisar Rong yang awalnya curiga mengubah ekspresinya menjadi gembira karena Ibunda Selir yang dimaksud adalah Ibu Kandung dari Pangeran Rong Yang dan wanita yang sangat dicintanya.
“Jika seperti itu perintahkan orang itu segera datang ke Istana dan mengobati Selir Xie. Aku akan memberikannya banyak sekali hadiah jika dia berhasil menyembuhkannya!” perintah Kaisar.
Pangeran Rong Yang menemukan momen yang ditunggu pun langsung berlutut di lantai dan memulai aktingnya.
“Ma-maafkan Pangeran ini yang tidak kompeten. Meskipun Pangeran berhasil menemukannya tapi Pangeran tidak bisa memaksa untuk datang ke Istana!” ucap Pangeran Rong Yang dengan wajah memelas.
#Bersambung#
Bagaimana reaksi Kaisar Rong setelah mendengar ucapan Pangeran Rong Yang? Akankah Pangeran Rong Yang mencapai tujuannya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...