Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 47. Kekalahan Qi Chuan


Qi Chuan yang kesal karena tak ada satupun serangannya mengenai Wu Sheng pun melepaskan beberapa serangan lainnya secara bersamaan.


“Berhenti berlari seperti pengecut! Serang aku jika kau berani!” teriak Qi Chuan dengan wajah yang marah dan nada suara yang tinggi.


Wu Sheng yang mendengar pun tersenyum licik dan menghentikan langkahnya tepat di belakang Qi Chuan dan menyerangnya.


“Benarkah? Kalau begitu bisakah kau menahan seranganku ini?” tanya Wu Sheng dengan tatapan mata yang menajam.


“Tinju Kilatan Petir!” teriak Wu Sheng dengan sangat keras dengan sebuah tinjuan keluar mengarah ke arah Qi Chuan dengan aliran petir di dalamnya.


Qi Chuan yang percaya akan kekuatan tubuhnya pun berdiri di tempatnya dengan tegap dan menerima serangan itu dengan tubuhnya.


Wu Sheng yang sudah bisa menebak hal itu pun langsung mengaktifkan Langkah Langit dan berpindah posisi dan mengeluarkan Tinju Kilatan Petir ke arah lainnya lagi.


Qi Chuan yang tidak memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menerima empat serangan di waktu yang hampir bersamaan pun akhirnya terjatuh dengan luka di tubuhnya.


“Sialan kau Wu Sheng! Aku akan menghancurkan tubuh dan tulangmu hingga kau tak akan bisa bergerak lagi!” ucap Qi Chuan dengan suara dan wajah yang marah.


“Jika kau bisa melakukannya maka lakukan saja. Jangan hanya bisa berteriak seperti anjing! Berisik sekali!” ucap Wu Sheng yang sengaja memancing kemarahan Qi Chuan.


Qi Chuan yang kehilangan kendali atas dirinya pun menyerang Wu Sheng dengan seluruh kemampuannya yang tanpa disadarinya bahwa serangan Wu Sheng sebelumnya telah menyerang kakinya yang menjadi titik kelemahannya.


Qi Chuan yang ingin berlari menghajar Wu Sheng secara tak terduga merasakan sakit yang teramat sangat di bagian kaki lalu terduduk dalam posisi berlutut.


Wu Sheng yang melihat itu pun tak ingin membuang kesempatannya dan menghajar Qi Chuan secara berutal.


“Kau menjadikan temanku sebagai samsak hidup maka sekarang aku akan melakukan hal yang sama padamu!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang licik.


Wu Sheng yang mengeluarkan tiga jurus terakhir yang digunakannya untuk mengalahkan Wu Feng pun akhirnya membuat Qi Chuan terjatuh ke lantai Arena.


“Kemarahan Monster, Lompatan Kera!” teriak Wu Sheng yang melompat dengan sangat tingga lalu mendaratkan kakinya ke dada Qi Chuan.


“Kemarahan Monster, Terjangan Harimau!” teriak Wu Sheng yang mengarahkan tendangannya ke pipi Qi Chuan.


“Tinju Raungan Serigala Kelabu!” ucap Wu Sheng yang mengeluarkan tinju terakhir yang berfokus pada tangan kanannya yang di arahkan ke perut Qi Chuan.


Qi Chuan yang awalnya ingin menghancurkan Yan Duxing dan menjadikannya orang yang cacat menjadikan Wu Sheng sebagai pelajaran pada Qi Chuan.


Wu Sheng yang tak ingin ada masalah lainnya di masa depan pun menghancurkan meridian Qi Chuan dan menjadikannya orang yang cacat.


“Aku sebenarnya ingin sekali mengambil nyawamu itu tapi peraturan Sekte yang tidak memperbolehkan Muridnya saling membunuhmu jadi aku rasa membuatmu menjadi cacat adalah hukuman terberat untukmu!” ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang merendahkan.


Wu Sheng yang tidak melupakan perjanjiannya dengan Qi Chuan sebelumnya pun mengambil cincin penyimpanan Qi Chuan.


“Kau kalah dalam Pertandingan ini maka sekarang cincin ini menjadi milikku!” ucap Wu Sheng yang langsung menyimpan cincin penyimpanan milik Qi Chuan ke dalam cincin penyimpanan miliknya.


Sementara itu, Master Luo yang melihat ketegasan dan kehebatan Wu Sheng pun merasa sangat puas dan mengumumkan kepada semua orang bahwa Wu Sheng adalah pemenangnya.


Namun Wu Sheng yang tidak peduli dengan hasil dari Pertandingan yang tidak ingin dilakukannya itu memilih pergi dan melihat Yan Duxing.


“Bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah kau sudah merasa lebih baik sekarang?” ucap Wu Sheng yang secara tiba-tba muncul.


“Saudara Wu! Kau sudah kembali. Apakah pertandingannya telah berakhir?” tanya Yan Duxing dengan wajah yang terkejut karena tidak percaya bahwa pertandingan antara Wu Sheng dan Qi Chuan ternyata sangatlah cepat berakhir.


“Benar. Pertandingannya telah berakhir dan aku menjadikannya sebagai orang yang cacat menggantikan dirimu. Di masa depan, Qi Chuan tak akan menjadi ancaman lagi!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.


“Tuan Muda Su Jing dan Nona Su Zhulan, bisakah kalian keluar sebentar? Ada sesuatu hal yang harus aku bicarakan dengan Saudara Yan!” ucap Wu Sheng dengan nada suara yang datar.


“Agh, baiklah. Aku akan pergi sekarang. Silahkan bicara dengan leluasa!” ucap Su Jing dengan wajah yang canggung lalu membawa Su Zhulan keluar bersamanya.


Wu Sheng yang tak ingin memulai pengobatan apapun tanpa persetujuan dari pasiennya pun bertanya kepada Yan Duxing dengan sopan.


“Tanganmu ini patah dan aku bisa menyembuhkannya dengan mudah tapi kau harus menahan rasa sakitnya selama satu jam. Jika kau bersedia maka aku akan memulainya sekarang tapi jika tidak maka aku akan memanggilkan Tabib untuk membantu mengobatimu?” tanya Wu Sheng dengan terus terang.


“Aku tidak membutuhkan Tabib. Aku percaya pada Saudara Wu. Kau boleh melakukan apapun pada tanganku!” ucap Yan Duxing dengan senyum yang lebar.


Wu Sheng yang mendengar itu pun tertawa kecil lalu mengeluarkan satu set jarum perak yang diberikan oleh Tetua Dong padanya.


“24 Jarum Perak! Tehnik Dewa Dai Tey Ya!” ucap Wu Sheng yang dengan cepat menggunakan 24 jarum perak secara bersamaan untuk mengobati Yan Duxing.


Wu Sheng yang telah meletakkan 24 Jarum Perak di beberapa titik di tangan Yan Duxing pun mengalirkan Energi ke ujung Jarum Perak.


Yan Duxing yang merasakan ada sesuatu yang hanya masuk ke dalam tangannya awalnya merasa sangat nyaman lalu perlahan menjadi sangat sakit.


“Aaaarrgggghh! Aaarrrggghhhh! Aaarrgghhhh!” teriak Yan Duxing dengan suara yang sangat keras sambil memegang lengannya yang patah.


Energi yang masuk itu ternyata menghangatkan Titik Akupuntur di tangan Yan Duxing dan menyebabkan tangan yang tak bisa bergerak menjadi pulih kembali.


Yan Duxing yang berhasil menahan rasa sakit itu selama satu jam akhirnya merasa sangat lelah karena seluruh Energinya habis untuk menahan sakit dari Pengobatan Wu Sheng.


“Minumlah Pil ini! Ini akan mengembalikan Energimu kembali!” ucap Wu Sheng yang menyerahkan Pil Penyembuh tingkat Tiga sekali lagi.


Yan Duxing yang merasa tidak nyaman jika harus menerima Pil yang sangat berharga untuk kedua kalinya terpaksa harus menerimanya karena tak memiliki pilihan lain.


“Terima kasih! Terima kasih untuk bantuanmu!” ucap Yan Duxing dengan senyum yang tulus lalu menelan Pil yang diberikan kepadanya.


Yan Duxing yang telah merasakan efeknya pun akhirnya bisa duduk kembali dan menggerakkan tangannya yang patah.


“Aku sembuh! Tanganku telah bisa bergerak lagi!” ucap Yan Duxing dengan wajah yang bahagia dengan suara yang ceria.


Wu Sheng yang melihat itu pun ikut tersenyum dan menjadi sangat puas lalu menyadari bahwa Yan Duxing terlalu lemah untuk bertahan di Sekte Langit.


“Aku memutuskan untuk turun Gunung dan berburu mengumpulkan tugas agar bisa mendapatkan poin yang bisa ditukarkan dengan sumber daya. Apakah kau ingin ikut denganku?” tanya Wu Sheng dengan wajah yang serius.


“Aku mau! Aku mau ikut denganmu! Ajak aku bersamamu Saudara Wu!” ucap Yan Duxing dengan tekad yang kuat.


“Baiklah! Jika kau ingin ikut denganku maka aku akan menunggumu di pintu keluar Sekte sore ini!” ucap Wu Sheng yang telah berdiri lalu berjalan keluar meninggalkan Yan Duxing sendirian.


Wu Sheng yang telah mempersiapkan semua keperluannya pun pergi ke tempat yang telah menjadi persetujuannya dengan Yan Duxing.


Namun saat Wu Sheng sampai secara tak terduga Yan Duxing ternyata telah berdiri di depan pintu keluar lebih awal dan menunggu kedatangannya.


“Saudara Wu, disini!” ucap Yan Duxing dengan senyum yang lebar dengan nada suara yang ceria sambil melambaikan tangan ke arah Wu Sheng.


#Bersambung#


Akankah perjalanan Wu Sheng dan Yan Duxing akan berjalan dengan lancar? Hal apa yang telah menanti keduanya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...