
Wu Sheng yang berlari ke tengah antara Kristal Merah dan Biru pun duduk bersila dan menelan sepuluh botol Pil Terobosan yang isinya terdiri dari sepuluh butir Pil setiap botolnya secara bersamaan.
Wu Sheng yang memejamkan matanya pun memaksa dirinya untuk menyerap semua Kristal Merah dan Biru yang ada di dekatnya ke dalam tubuhnya dan mengubahnya menjadi Energi miliknya.
Wu Sheng yang harus menerobos untuk bisa bertahan dari Rubah Ekor Sembilan terpaksa harus menahan rasa sakit yang luar biasa.
“Hei bocah! Kau harus bertahan! Kau harus bisa mengendalikan Energi yang ada di dalam tubuhmu dan menjadikannya milikmu! Jika tidak maka tubuhmu akan meledak dan menjadi debu!” ucap Wulong yang memberikan peringatan kepada Wu Sheng.
Wu Sheng yang terus berkonsentrasi mengendalikan tiga Energi berbeda yang ada di dalam tubuhnya yaitu Energi berwarna Oranye yang berasal dari Kristal Energi, merah yang berasal dari Pil Terobosan dan biru yang berasal dari Energi Qi Murni yang ada di sekitarnya.
Wu Sheng yang merasakan sakit pada setiap bagian tubuhnya bahkan hingga ke sum-sum tulangnya pun tak bisa mempertahankan posisinya dan terpaksa terbaring di tanah.
“Aaaaarrrggghhhh!” teriak Wu Sheng dengan suara yang sangat keras dengan wajah yang penuh kesakitan.
Wulong, Gruxiao dan Wuselong yang melihat Wu Sheng kesakitan di hadapannya pun menjadi sangat cemas dan khawatir tapi tak bisa melakukan apapun.
“Gruuuu! Grruuu! Roooaarr! Rrrooaarr!” ucap Gruxiao dan Wuselong dengan suara yang rendah dan lemah dengan wajah yang sedih.
“Kau harus berhasil bocah! Aku tidak ingin ikut lenyap di sini bersamamu!” ucap Wulong dengan wajah yang khawatir.
Wu Sheng yang tidak bisa mengatakan apapun tapi bisa mendengar Wulong dan kedua Hewannya mencemaskannya pun bertekad untuk bertahan dan mencoba untuk mengendalikan ketiga Energi yang ada di dalam tubuhnya yang sangat bertolak belakang satu sama lain.
“Aaarrrgghhhhh!” teriak Wu Sheng dengan suara yang sangat keras dan dengan wajah yang kesakitan yang secara tak terduga menguras stamina Wu Sheng dengan sangat cepat.
Sementara itu, Zhixia yang terus melawan Rubah Ekor Sembilan sesuai dengan perkataan Wu Sheng merasa jika Energinya hampir habis.
“Sial! Dasar Pria Mesum br*ngsek! Masih berapa lama lagi? Energiku sudah hampir habis, jika terus seperti ini, aku akan menjadi makanan Rubah jelek ini sebelum pria mesum itu kembali! Ucap Zhixia dengan wajah yang kesal.
Rubah Ekor Sembilan yang merasakan jika Energi yang ada di sekitarnya berkurang secara drastis pun menjadi sangat marah.
Rubah Ekor Sembilan yang menyadari bahwa ada orang yang menyerap Energi yang ada pada Kristal Energi miliknya pun berniat untuk membunuh Wu Sheng.
Namun Zhixia yang bisa melihat Rubah Ekor Sembila tidak tertarik padanya lagi dan mulai mengalihkan pandangan ke arah perginya Wu Sheng pun menggertakkan giginya.
“Hah! Sial! Salahkan aku yang terlalu baik! Jika aku mati di sini maka aku akan menuntutmu di hadapan Dewa Yama nantinya!” ucap Zhixia dengan wajah yang kesal lalu pergi menghalangi jalannya Rubah Ekor Sembilan.
Rubah Ekor Sembilan yang melihat Zhixia yang sedang menghalanginya pun menjadi sangat kesal dan menyerang Zhixia semakin brutal.
“Rrrooaarrrr!” teriak Rubah Ekor Sembilan yang mengeluarkan Bola Energi dari setiap ekornya yang diarahkan kepada Zhixia.
Zhixia yang tidak bisa menghindari kesembilan serangan dari Rubah Ekor Sembilan dengan cepat pun akhirnya harus merelakan dirinya terkena serangan.
“Aaarrrgghh! Aaarrgghhh! Aaarrgghhh!” teriak Zhixia yang tak tau telah terkena berapa kali serangan Bola Energi.
Zhixia yang telah terluka parah hingga menyebabkan satu tangannya cedera parah pun tetap berusaha berdiri tegap menghalangi Rubah Ekor Sembilan.
“Jika kau ingin menghalanginya maka kau harus mengalahkanku terlebih dahulu Rubah jelek!” teriak Zhixia dengan suara yang lantang dengan wajah yang tidak menyerah.
Rubah Ekor Sembilan yang sangat kesal dengan sifat keras kepala yang dimiliki oleh Zhixia pun mengangkat kesembilan ekornya dan mengeluarkan Bola Energi dari setiap ekornya.
Zhixia yang menyadari bahwa dirinya tidak akan bisa menghindari serangan dari Rubah Ekor Sembilan itu menjadi pasrah dan memejamkan matanya menerima semua rasa sakit yang akan diterimanya.
“Dasar Pria Mesum! Aku mungkin tidak akan bisa selamat tapi aku harap kau bisa berhasil selamat dan menjadi orang yang kuat lalu menghilangkan sifat mesummu itu!” ucap Zhixia dalam hati.
“P-Pria me-mesum!” ucap Zhixia dengan nada suara yang gagap dan dengan tubuh yang bergetar ketakutan.
Zhixia yang merasa sangat lega setelah melihat Wu Sheng pun akhirnya terjatuh dan dengan cepat ditangkap oleh Wu Sheng sementara Wuselong menahan serangan dari Rubah Ekor Sembilan.
“Ma-maafkan aku terlambat! Istirahatlah! Sekarang serahkan saja padaku! Aku akan mengalahkannya untukmu!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang lembut dan terlihat sangat tampan di mata Zhixia.
Zhixia yang mendengar perkataan Wu Sheng pun menjadi rileks dan merasakan sakit pada seluruh tubuhnya lalu tanpa disadarinya perlahan dirinya pun memejamkan matanya.
Wu Sheng yang melihat luka yang dialami Zhixia sangat parah pun mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat dan menjadi sangat kesal.
“Maafkan aku! Semua yang terjadi karena aku sangat lemah Nona Zhixia dan terima kasih karena telah bertahan sampai akhir! Aku berhutang nyawa padamu!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang bersalah.
Wu Sheng yang tak ingin melihat Zhixia menderita karenanya pun memutuskan untuk mengeluarkan Pil Penyembuh terakhir yang didapatkannya di Hutan Kabut lalu memasukkan Pil tersebut ke dalam mulut Zhixia.
Wu Sheng yang merasa jika Zhixia pasti akan bertahan tanpa dirinya setelah meminum Pil Penyembuh tingkat Enam pun memfokuskan pandangannya pada Rubah Ekor Sembilan.
“Kau telah membuat temanku terluka parah karena keserakahanmu maka kau harus membayarnya dengan nyawamu!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang marah.
Wulong yang telah berjanji akan meminjamkan Kekuatannya kepada Wu Sheng pun memberikan kekuatannya kepada Wu Sheng sehingga dalam hitungan detik Wu Sheng telah mencapai Level Surgawi Awal.
Wu Sheng yang merasakan kekuatan baru yang sangat kuat di dalam tubuhnya pun menjadi sangat bersemangat.
“Wuselong! Terima kasih!” ucap Wu Sheng yang telah berdiri dengan tegap dengan tatapan mata yang tajam.
“Tapi sekarang adalah giliranku! Aku yang akan membuat Rubah jelek itu menyesal karena membuat temanku terluka parah!” ucap Wu Sheng yang memberikan perintah kepada Wuselong tak secara tak terduga telah berubah menjadi Naga dengan tinggi lima meter.
Wuselong yang ternyata ikut menjadi semakin kuat setelah menyerap sebongkah Kristal Energi bersamaan dengan Wu Sheng ternyata mampu menahan serangan dari Rubah Ekor Sembilan.
“Rrrooooaaarrrrr!” teriak Wuselong dengan sangat keras setelah memukul mundur Rubah Ekor Sembilan dan memotong dua Ekornya dengan cakarnya.
Wu Sheng yang melihat Wuselong yang telah membantunya mengurangi kekuatan Rubah Ekor Sembilan dengan sengaja memotong Ekor Rubahnya yang menjadi titik kelemahannya pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepadanya.
“Sekarang giliranku memberikanmu pelajaran Rubah jelek!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang kesal dengan tangan terkepal erat.
“Kau sekarang bukanlah lawanku Rubah jelek! Malam ini kau akan menjadi makan malamku!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang bahagia dengan senyum yang lebar.
Wu Sheng yang tau jika Zhixia membutuhkan pertolongannya secepatnya pun tidak memberikan kesempatan kepada Rubah Ekor Sembilan untuk menarik nafas dan dengan membabi buta menghajarnya.
“Kemarahan Monster, Lompatan Kera!” ucap Wu Sheng yang melompat tinggi dan menendang wajah Rubah Ekor Sembilan.
“Kemarahan Monster, Terjangan Harimau!” ucap Wu Sheng yang dengan cepat mengarahkan kakinya ke tubuh Rubah Ekor Sembilan.
“Tinju Raungan Serigala Kelabu!” ucap Wu Sheng yang tanpa memberi jeda memukul Rubah Ekor Sembilan dengan tinjunya yang keras.
Wu Sheng yang melihat Rubah Ekor Sembilan terluka parah sama seperti Zhixia pun mengeluarkan Api Pelahap dari tangannya dan membakar Rubah Ekor Sembila dan menjadikannya Rubah Panggang.
“Rrrrrooooaaarrr! Rrrooooaarrr! Rrrrooooaaarrr!” teriak Rubah Ekor Sembilan yang kesakitan terbakar Api Pelahap milik Wu Sheng.
#Bersambung#
Bagaimana nasib Zhixia selanjutnya? Akankah Zhixia kembali pulih seperti biasa atau menjadi cacat selamanya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...