
Wu Sheng yang telah menyelesaikan pertemuannya dengan Kaisar Rong pun kembali ke Stadion dan melihat Yan Duxing yang sedang bertanding.
Yan Duxing yang menjadi peserta kelima yang bertanding sedang melawan Xiusong dari Sekte Murni.
Xiusong yang memiliki dendam dengan Sekte Langit terutama Yan Duxing yang telah mempermalukannya menjadikan Pertandingan itu sebagai Pembuktian.
Yan Duxing yang kalah dalam tingkat Kultivasi hanya bisa terus berada di posisi bertahan sehingga membuat Nanggong Xuenli dan yang lainnya cemas.
“Dasar Pengecut! Jangan hanya bertahan! Ayo serang aku!” sindir Xiusong.
Yan Duxing yang kesal karena terus menerus dihina bahkan Penonton yang menonton Pertandingan ikut berkomentar pun melepaskan posisi bertahannya dan melawan.
“Sial! Aku harus menyerangnya. Meskipun aku tidak bisa menang, aku harus bisa membuatnya terluka!” ucap Yan Duxing.
“Tendangan Badai!” teriak Yan Duxing.
Xiusong yang telah menunggu serangan dari Yan Duxing pun melakukan serangan ganda sehingga membuat Yan Duxing terkena serangan dan terluka.
“Pergerakan Aura Langit dan Bumi! Tekhnik Penghancur Perisai!” teriak Xiusong.
“Aarrgghh! Uhuk! Uhuk! Uhuk!” suara batuk Yan Duxing.
Xiusong yang ingin membuat Yan Duxing dipermalukan seperti dirinya berniat mematahkan tangan Yan Duxing.
“Orang lemah yang hanya bisa berlindung kepada orang yang lebih kuat harus diberi pelajaran!”
Yan Duxing yang tak ingin kalah begitu saja tanpa bertarung mengeluarkan Kartu As miliknya yang tak pernah dikeluarkannya selama ini.
“Xion, datanglah!”
Xiusong yang melihat Serigala Taring Panjang dengan tubuh yang sangat besar berdiri di hadapannya melindungi Yan Duxing berdecak kesal.
“Sial! Ternyata orang ini masih memiliki kartu lain!” gumam Xiusong.
Xion yang membantu Yan Duxing berdiri pun memasang posisi bertarung dan siap membantu Yan Duxing melawan musuhnya.
Xiusong yang berpikir jika Yan Duxing adalah orang yang paling lemah dan hanya mengandalkan keberuntungan untuk sampai di Babak Kedua pun menyesal.
“Aku salah karena telah meremehkan lawanku! Aku tidak boleh kalah!”
Yan Duxing yang memiliki tingkat Kultivasi di bawah Xiusong ternyata dapat mengimbangi kekuatan Xiusong saat bergabung bersama Xion.
“Xion! Ayo kita serang bersama-sama!”
“Rooooaarrrr!”
Xion yang menyerang Xiusong dari depan berhasil membuat Yan Duxing memiliki kesempatan untuk membalas serangan Xiusong.
“Roooaarrr!” serang Xion dengan cakarnya.
“Jangan hilangkan fokusmu. Aku masih ada disini! Tendangan Badai!” teriak Yan Duxing.
Xiusong yang terkena serangan pun mundur ke belakang dan memuntahkan darah segar yang sama dengan Yan Duxing.
Semua Penonton yang awalnya menghina Yan Duxing langsung berubah bersemangat dan mendukung Yan Duxing untuk memenangkan pertandingan.
“Bagus sekali! Kombinasi antara Hewan Kontrak dan Masternya sangat hebat!”
“Ayo, semangat! Serang lagi!”
Wu Sheng yang memandang dari jauh pertandingan antara Yan Duxing dan Xiusong pun tersenyum licik saat mendengar Nanggong Xuenli berkomentar.
“Saudara Yan sudah lebih kuat dengan bantuan Xion tapi Energi Qi yang dimiliki Saudara Yan akan cepat habis!” ucap Nanggong Xuenli.
“Jika terus seperti ini Saudara Yan akan kalah karena kelelahan dan musuh akan menang!” komentar Nanggong Xuenli.
“Kau salah! Pertandingan kelima akan dimenangkan oleh Saudara Yan!” balas Wu Sheng.
“Lihatlah itu! Xion sedang menunjukkan tanda akan berevolusi!” ungkap Wu Sheng.
Nanggong Xuenli yang tidak percaya dengan ucapan Wu Sheng langsung membuka matanya dengan sangat lebar saat melihat Xion sungguh berevolusi.
Wu Sheng yang ternyata memberikan Yan Duxing sebuah Pil untuk diberikannya kepada Yan Duxing sebelum kepergiannya ke Istana merasa puas dengan hasilnya.
‘Aku tau jika semua Peserta di Pertandingan ini adala musuh. Aku tidak bisa membiarkan temanku terluka lagi. Oleh karena itu, aku akan melakukan apapun untuk membantu mereka!’
Wu Sheng yang memberikan Xion Pil yang dapat mempercepat Evolusi Hewan Kontrak seperti yang dilakukannya pada Wuselong yang telah menjadi Naga Dewasa.
Yan Duxing yang tidak akan membiarkan ada yang akan mengganggu kesempatan emas untuk Xion menjadi lebih kuat pun mengerahkan semua kemampuannya untuk melindungi Xion.
“Lawanmu adalah aku! Aku akan melayanimu dalam Pertarungan ini!” ucap Yan Duxing.
Yan Duxing dan Xiusong yang terus bertarung menjadikan Yan Duxing di dalam posisi sulit tapi itu tidak berlangsung lama.
Xion yang telah selesai berevolusi berubah menjadi Serigala Api Taring Panjang yang membuatnya mampu mengeluarkan Api dari mulutnya.
“Rooooaarrrrrr!”
Xiusong yang tidak bisa menghindari semburan api dari Xion membuat pakaian di lengan dan kaki kanannya terbakar.
“Aaarrgghh!”
Yan Duxing yang tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu pun menyerang Xiusong lalu membuatnya keluar dari Arena Pertandingan.
“Tendangan Badai!” teriak Yan Duxing.
Master Zuge yang langsung berdiri di samping Yan Duxing pun memberikan pengumuman kemenangannya.
“Pemenang dalam Pertandingan ini adalah Yan Duxing dari Sekte Langit!” teriak Master Zuge
Pertandingan yang terus berlanjut hingga sore menjadikan dua puluh peserta hanya menyisakan delapan peserta terakhir.
Pertandingan yang tidak bisa dilanjutkan karena matahari telah hampir tenggelam pun diputuskan akan dilanjutkan keesokan harinya.
Master Luo yang melihat tiga dari kelima muridnya yang berhasil lolos di Pertandingan di hari pertama menjadi sangat senang.
“Ayo, kita rayakan kemenangan ini! Aku akan mentraktir kalian semua makanan enak!” ucap Master Luo.
“Hore!” teriak semuanya bahagia.
Wu Sheng yang telah selesai dengan Acara Makan Malam bersama berniat pergi ke Menara Formasi tiba-tiba dihentikan oleh Zhixia yang datang menemuinya.
“Saudara Wu, tolong terimalah ini! Ini adalah sapu tangan yang telah aku sulam untukmu! Aku harap kau akan menjadi Juara dalam Pertandingan besok!” ucap Zhixia malu.
Wu Sheng yang tidak ingin membuat Zhixia sakit hati tapi lebih tidak ingin membuat Guang Yao salah paham membuat keputusan sulit.
“Terima kasih untuk ketulusanmu, Nona Xia!”
“Maaf! Aku tidak bisa menerima sapu tangan ini!”
Wu Sheng yang tidak ingin berada lebih lama lagi di tempat ini berbalik arah dan berniat pergi tapi terhenti dengan perkataan Zhixia.
“Apakah sungguh tidak ada sedikit saja harapan untukku Saudara Wu?”
“Aku tidak memintamu membalas perasaanku ataupun memintamu hanya mencintaiku.”
“Aku hanya ingin tolong berikan aku kesempatan untuk berada di sisimu sebentar saja!”
Wu Sheng yang terpaksa menjadi orang jahat demi kebaikan semuanya pun menatap dingin ke arah Zhixia.
“Maafkan aku! Tidak ada celah ataupun tempat untuk wanita lain di dalam hidupku selain Yaoyao!”
“Maafkan aku, Nona Xia!”
Wu Sheng yang tidak menatap Zhixia langsung pergi meninggalkan Zhixia yang lagi-lagi terjatuh ke tanah dan menangis.
Master Luo yang memperhatikannya dari jauh pun ikut pergi dan meninggalkan Zhixia sendirian.
#Bersambung#
Apa alasan Wu Sheng datang ke Menara Formasi? Apa yang direncanakan oleh Wu Sheng sebenarnya? Tebak jawabannya di kolom komentar..