
Yuan Lu yang sangat membenci Murid dari Sekte Langit menjadi sangat tidak berperasaan dan menyerang Yan Duxing di setiap titik vitalnya.
“Aku tidak akan pernah membiarkan Murid Sekte Langit menang!”
“Aku akan pastikan untuk menghancurkan kalian semua hingga tak bisa melakukan apapun lagi!”
Yan Duxing yang bahkan tidak bisa bertahan setelah mendapatkan bantuan dari Xon pun harus bersandar pada satu lututnya yang ada di lantai Arena.
“Aaaarrgghh!”
“Xon! Kembalilah!”
Yuan Lu yang melihat Yan Duxing memegang dadanya yang pastinya sangat sakit pun tersenyum bahagia dengan tatapan mata merendahkan.
“Kau tidak akan pernah bisa menang melawanku karena aku pasti akan menghancurkanmu!”
“Jadi terimalah seranganku dengan tenang!”
“Badai Angin Kuat!”
“Jari Cahaya Guntur!”
Wu Sheng yang melihat Wu Sheng sudah dalam kondisi yang sangat buruk karena semua serangan Yuan Lu menjadi sangat geram.
“Sial! Aku tidak bisa berlari kesana dan menghentikan Pertandingan karena itu akan membuat Sekte Langit didiskualifikasi!”
“Tapi jika aku diam saja maka Saudara Yan pasti akan terluka sangat parah bahkan bisa menjadi cacat!”
“Tidak ada pilihan lain, aku harus melakukan itu!”
Wu Sheng yang tak ingin Yan Duxing menderita karena telah menganggapnya sebagai Saudara pun mengirimkan telepati kepadanya.
“Sadarlah! Jangan paksakan dirimu dan menyerahlah!”
“Kekalahan bukanlah hal yang memalukan daripada kau mati di atas Arena Pertandingan!”
“Ingatlah Ayah dan Keluargamu yang menunggumu pulang!”
“Kau sudah cukup hebat telah sampai di titik ini, Saudara Yan!”
Yan Duxing yang tersadar dan menghilangkan ego tingginya yang tak ingin menyerah meski apapun yang terjadi pun mengangkat tangan di detik terakhir.
“A-Aku menyerah!”
Namun Yuan Lu yang tidak ingin berhenti meski telah mendengar perkataan Yan Duxing memutuskan meneruskan serangannya hingga membuat Yan Duxing terlempar keluar Arena Pertandingan.
“Saudara Yan!” teriak Wu Sheng.
Wu Sheng dan yang lain yang sangat khawatir dengan Yan Duxing langsung berlari menghampiri dengan wajah cemas.
Wu Sheng yang memeriksa kondisi Yan Duxing secara singkat mengepalkan tangannya sangat erat menahan amarahnya.
“B*jing*n! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau masih menyerang padahal lawanmu telah menyerah?” sindir Wu Sheng marah.
“Apa maksudmu? Aku tidak mendengarnya bicara! Suaranya terlalu kecil untuk terdengar!” sangkal Yuan Lu.
“Aku telah mengeluarkan jurusku dan aku kesulitan untuk menghentikannya lalu jika dia sungguh menyerah kenapa tidak mengatakannya sejak awal!” balas Yuan Lu.
Wu Sheng yang sebenarnya sangat marah tidak bisa menunjukkan isi hatinya yang sesungguhnya lalu tertawa dengan sangat keras.
“Hmmm, jika seperti itu maka berdoalah untuk tidak bertemu denganku di Pertandingan nanti karena aku tidak bisa memastikan bagaimana nasibmu nanti!”
Wu Sheng yang berjalan pergi mengikuti Nanggong Xuenli dan Hua Nan yang membawa Yan Duxing langsung melakukan pengobatan.
“Jangan khawatir Saudara Wu. Aku tidak akan membiarkanmu mati!” ucap Wu Sheng.
Wu Sheng yang sekali lagi melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada Yan Duxing tiba-tiba dihentikan oleh seorang pria tua.
“Berhenti! Apa yang kau lakukan? Ini adalah Ruang Perawatan dan tempat ini adalah wewenangku!” tegas pria tua.
Wu Sheng dan yang lain yang tidak mengenali pria yang tiba-tiba mengganggu menatap kebingungan.
“Br*ngs*k! Beraninya kau memperlakukan Tabib seperti ini!” ucap Tabib Yingguang dengan wajah marah.
Wu Sheng yang tidak senang ada keributan saat dirinya akan merawat seseorang yang terluka menghentikan Hua Nan berdebat.
Nanggong Xuenli yang tidak diam saja memilih menjadi penengan dalam perdebatan mendadak tersebut.
“Apa yang anda inginkan Tabib? Kami tidak akan mengganggu tugas anda untuk mengobati pasien lain jadi silakan lakukan saja!” tegas Nanggong Xuenli.
“Kalian yang harus pergi! Pasien itu adalah milik kami! Kami yang akan menolongnya jadi menyingkirlah!” ucap Tabing Yingguang percaya diri.
Wu Sheng yang tidak akan memberikan keselamatan Sahabatnya kepada orang yang belum diketahui kemampuannya secara pasti oleh dirinya sendiri pun menolak pergi.
“Teman-temanku akan pergi tapi aku akan tetap disini! Aku akan mengobati temanku sendiri jadi silahkan tinggalkan kami!”
Tabib Yingguang yang telah mengetahui identitas Wu Sheng sebenarnya datang untuk mencari masalah dengan Wu Sheng.
“Kau hanyalah anak bau kencur yang baru saja melihat Dunia! Beraninya kau mengusirku yang merupakan Tabib dari Istana Kekaisaran.”
Wu Sheng yang tak bisa menahan tawanya pun menjadi lepas lalu memeluk perutnya yang beurbah keram karena terlalu banyak tertawa.
“Hmmm, maaf maaf maaf!”
“Aku sunguh tidak bermaksud apapun hanya merasa lucu dengan klaim yang kau ucapkan!”
“Bagaimana bisa Istana Kekaisaran menganggap mereka lebih hebat dari orang yang berhasil menyembuhkan pasien yang bahkan tidak bisa disembuhkan oleh Tabib Istana Kekaisaran selama bertahun-tahun?”
Tabib Yingguang yang merasa tertampar dengan pernyataan Wu Sheng memasang wajah yang memerah seperti tomat.
“Jangan mempermalukan dirimu lagi Tabib! Sebaiknya kau pergi dari sini atau aku akan memberitau semua orang!”
Tabib Yinggung yang terpaksa menyerah mengepalkan tangannya erat lalu berbalik arah pergi meninggalkan tempat tersebut.
Wu Sheng yang kembali ke Yan Duxing yang terbaring tidak sadarkan diri membuat keputusan yang sangat besar.
“Sial! Ini sudah terlambat! Tidak ada cara lain, aku harus melakuan itu!”
Master Luo yang diam saja sejak awal pun bertanya karena rasa penasaran dan rasa khawatirnya.
“Apa yang sebenarnya terjadi Wu Sheng?”
“Apakah Yan Duxing akan sembuh kembali?”
Wu Sheng tak akan bia menutupi kenyataan itu dengan benar pun menggigit bibir bawahnya dan menjelaskan semuanya.
“Sebenarnya luka luar yang dialami oleh Saudara Yan tidak terlalu sulit bagiku untuk sembuhkan tapi luka dalam itu membutuhkan Pil Khusus dan Tekhnik Khusus untuk menyembuhkannya!”
Nanggong Xuenli dan Hua Nan yang tidak ingin menunggu saja dan tak membantu apapun menawarkan diri untuk membantu.
“Jika seperti itu, apakah kau punya sesuatu yang kau butuhkan untuk menyelamatkan Saudara Yan?” tanya Nanggong Xuenli.
“Kau sangat benar. Kami bersedia melakukan apapun demi menolong Saudara Yan!” tegas Hua Nan.
Wu sheng yang sangat senang bisa bertemu dengan orang yang setia pada temannya pun mengeluarkan pena lalu menyerahkan detailnya kepada Nanggong Xuenli.
“Aku membutuhkan tanaman obat itu jadi tolong bawa obat itu padaku!” tegas Wu Sheng.
Yan Duxing dan Hua Nan yang senang dapat membantu menganggukkan kepalanya setuju lalu pergi meninggalkan ruang pengobatan.
Master Luo dan Zhixia yang tidak bisa meninggalkan tempat Sekte Langit terlalu lama pun kembali ke tempatnya dan meninggalkan Wu Sheng menunggu Yan Duxing.
Di sisi lain, Tabib Yingguang yang diusir keluar oleh Wu Sheng dan yang lain dengan kasar menjadi marah dan menyiapkan jebakan untuk Wu Sheng.
“Kau hanyalah anak muda yang masih berumur sangat muda tapi kau sudah bersikap seperti seorang ahli!”
“Aku sebagai Seniormu dalam Dunia Pengobatan akan memberikanmu pelajaran yang sangat berharga!”
#Bersambung#
Apakah Nanggong Xuenli dan Hua Nan bisa mendapatkan tanaman obat yang dibutuhkan Wu Sheng? Akankah Yan Duxing akan selamat?